Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 21/01/2019, 22:16 WIB

GARUT, KOMPAS.com - Wajah Eli Eliawati (37) masih terlihat tampak lelah saat ditemui di rumahnya di Kampung Cibitung Desa Padahurip Kecamatan Banjarwangi Senin (21/1/2019).

Sejak mengikuti pameran yang mempertemukannya dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang dilanjut dengan pesanan sabun cuci buatannya sebanyak 100.000 botol atau senilai Rp 2 miliar, Eli harus terus menerima tamu dari rumahnya dan memikirkan produksi sabun cuci cair pesanan Jokowi tersebut.

Eli bercerita, pada Minggu (20/1/2019), sejumlah staf kepresidenan datang ke rumahnya untuk menindaklanjuti pesanan sabun cuci pesanan presiden. Saat itu, Eli pun diberi uang muka pesanan sebesar Rp 90 juta.

Jadi, total uang muka yang diterimanya dari Jokowi saat ini sudah sebesar Rp 100 juta setelah saat di pameran dirinya diberi uang muka Rp 10 juta oleh staf kepresidenan.

Baca juga: Eli Kaget Sabun Cuci Piringnya Diborong Rp 2 Miliar oleh Jokowi

Kemudian pada Senin (21/1/2019) pagi, Camat Banjarwangi pun menyambangi rumahnya untuk mengecek kesiapan Eli memenuhi pesanan Presiden Jokowi.

Kesibukan serupa, juga dirasakan oleh Gin Gin Januar dan Eva Nur Atifah, dua pembimbing Program Keluarga Harapan (PKH) yang membimbing Eli dan kelompok penerima PPKH lainnya. Setelah mendapat pesanan dari presiden, banyak yang menghubungi Gin Gin dan Eva.

"Sehari ini, banyak yang nelpon, tadi di jalan juga berhenti-henti karena menerima telpon, biasanya perjalanan 1,5 jam, jadi sampai 3 jam," jelas Gin Gin.

Gin Gin sendiri, tidak tinggal di wilayah Kecamatan Banjarwangi meski menjadi pendamping PKH di Banjarwangi sejak tahun 2012. Gin Gin tinggal di Kecamatan Cilawu yang jarak perjalanan ke Banjarwangi bisa mencapai 1,5 jam menggunakan sepeda motor.

"Takut orang-orang penting yang nelpon, dari kemarin banyak orang penting yang nelpon," jelas Gin Gin sambil tersenyum. 

Baca juga: Order Sabun Cuci Rp 2 Miliar dari Jokowi Persatukan Eli dan Suaminya

Ke halaman selanjutnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bone Bolango Jadi Kabupaten Panutan, Hamim Pou: Kami di Sini Serba Efisien

Bone Bolango Jadi Kabupaten Panutan, Hamim Pou: Kami di Sini Serba Efisien

Regional
Rahasia Satu Abad NU

Rahasia Satu Abad NU

Regional
Menteri ATR/BPN Sebut Program PTSL Kota Semarang Terbaik di Indonesia, Walkot Ita Beberkan Rahasianya

Menteri ATR/BPN Sebut Program PTSL Kota Semarang Terbaik di Indonesia, Walkot Ita Beberkan Rahasianya

Regional
Gerakan Memasang Tanda Batas Dinilai Penting untuk Hindarkan Masyarakat dari Konflik Tanah

Gerakan Memasang Tanda Batas Dinilai Penting untuk Hindarkan Masyarakat dari Konflik Tanah

Regional
Ganjar Terlibat Langsung Susun RPD dan RKPD, Bappenas Berikan Apresiasi

Ganjar Terlibat Langsung Susun RPD dan RKPD, Bappenas Berikan Apresiasi

Regional
Pembangunan Stasiun Pemancar di Maluku Barat Daya Telah Capai 80 Titik Lokasi

Pembangunan Stasiun Pemancar di Maluku Barat Daya Telah Capai 80 Titik Lokasi

Regional
Fajar Sadboy dan Cermin Buram Masyarakat Indonesia

Fajar Sadboy dan Cermin Buram Masyarakat Indonesia

Regional
Dukung Pelestarian Tenun Bali di Jembrana, Jokowi: Ini Dorong Industri Kreatif Budaya Lokal

Dukung Pelestarian Tenun Bali di Jembrana, Jokowi: Ini Dorong Industri Kreatif Budaya Lokal

Regional
Pemkot Semarang dan KPK Ingatkan OPD untuk Kelola PAD secara Tepat dan Maksimal

Pemkot Semarang dan KPK Ingatkan OPD untuk Kelola PAD secara Tepat dan Maksimal

Regional
Respons Banjir Dinar Indah, Walkot Semarang Rencanakan Penghijauan dan Relokasi Permukiman

Respons Banjir Dinar Indah, Walkot Semarang Rencanakan Penghijauan dan Relokasi Permukiman

Regional
Sosialisasikan Prolegnas RUU Prioritas 2023 di Kalteng, Baleg DPR Terima Lebih dari 9 Masukan

Sosialisasikan Prolegnas RUU Prioritas 2023 di Kalteng, Baleg DPR Terima Lebih dari 9 Masukan

Regional
DMC Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir dan Longsor di Manado

DMC Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir dan Longsor di Manado

Regional
Hadiri Rapimnas Fornas, Bupati Zairullah Paparkan Rencana Pembangunan Istana Anak Yatim

Hadiri Rapimnas Fornas, Bupati Zairullah Paparkan Rencana Pembangunan Istana Anak Yatim

Regional
Lokasi Vaksin Booster Kedua di Rumah Sakit Jakarta

Lokasi Vaksin Booster Kedua di Rumah Sakit Jakarta

Regional
Terima Penyandang Disabilitas Klaten, Ganjar: Ini Kejutan Karena Mereka Bawa Motor Modifikasi Sendiri

Terima Penyandang Disabilitas Klaten, Ganjar: Ini Kejutan Karena Mereka Bawa Motor Modifikasi Sendiri

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.