Risma Pamerkan Sederet Penghargaan yang Diraih Kota Surabaya Sepanjang 2018

Kompas.com - 16/01/2019, 17:27 WIB
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini foto bareng dengan Ketua DPRD Kota Surabaya Armuji dan Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Rudi Setiawan memamerkan sederet penghargaan yang diraih Kota Surabaya di halaman Taman Surya Balai Kota Surabaya, Rabu(16/1/2019). Dok. Pemkot SurabayaWali Kota Surabaya Tri Rismaharini foto bareng dengan Ketua DPRD Kota Surabaya Armuji dan Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Rudi Setiawan memamerkan sederet penghargaan yang diraih Kota Surabaya di halaman Taman Surya Balai Kota Surabaya, Rabu(16/1/2019).

SURABAYA, KOMPAS.com - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini memamerkan sederet penghargaan yang berhasil diraih Kota Surabaya sepanjang tahun 2018 di halaman Taman Surya Balai Kota Surabaya, Rabu (16/1/2019).

Sejumlah penghargaan bergengsi itu, antara lain Online Populer City Guangzhou International Awards, Indeks Kota Cerdas Indonesia (IKCI) 2018, Adipura Kencana, Nirwasita Tantra, Kinerja Pengurangan Sampah, hingga Sekolah Adiwiyata.

Risma pun mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah banyak mendukung kemajuan Kota Pahlawan hingga meraih sejumlah prestasi dan penghargaan.

Meski begitu, Risma juga menegaskan bahwa tujuan utamanya membangun Kota Surabaya bukanlah untuk mendapat penghargaan. Tetapi bagaimana supaya warga Surabaya bisa semakin sejahtera.

"Terima kasih kepada semua warga Surabaya yang selama ini mensupport program-program Pemkot Surabaya. Penghargaan ini tidak membuat kita berhenti, karena tujuan akhir bukan untuk mendapatkan penghargaan," kata Risma.

Baca juga: Surabaya Terima Tiga Penghargaan Sekaligus

Menurut Risma, berbagai anugerah penghargaan yang berhasil diraih itu tidak lepas dari peran serta dan dukungan masyarakat.

Karena itu Risma berpesan kepada seluruh jajaran pejabat dan perangkat Pemkot Surabaya agar terus bekerja maksimal untuk melayani masyarakat.

"Karena tidak mungkin kita bisa mensejahterahkan masyarakat kalau pengelolaan kota jelek, kualitas infrastruktur atau layanan jelek, itu tidak mungkin," ujarnya.

Risma juga mengatakan, saat seseorang dicalonkan menjadi wali kota, kepala dinas atau sebagai aparatur sipil negara (ASN), mereka pasti akan disumpah untuk melayani masyarakat dengan sungguh-sungguh.

Kata Risma, jika seorang pemimpin daerah berpegang teguh pada sumpah tersebut, maka secara otomatis kotanya pasti akan maju.

"Jadi goalnya adalah masyarakat sejahtera. Kalau muaranya di situ, maka impact atau dampak yang tidak langsung itu juga dapat penghargaan," imbuh Risma.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Surabaya Armuji mengapresiasi sederet penghargaan yang berhasil diraih oleh Pemkot Surabaya.

"Ini adalah suatu prestasi yang luar biasa di tingkat nasional, belum lagi (penghargaan) di tingkat internasional," kata Armuji.

Oleh karena itu, Armuji berpesan kepada seluruh pihak agar bersama-sama menjaga prestasi yang berhasil diraih tersebut.

Baca juga: Cerita Risma soal Anak Tak Mampu di Surabaya Peraih Beasiswa Pilot dan Pramugari

Bahkan menurutnya, sederet penghargaan yang diterima Kota Surabaya itu tidak lepas dari sosok kepemimpinan Risma yang dikenal konsisten menjaga kelestarian dan kebersihan Kota Pahlawan.

"Marilah kita bangun kota ini, pertahankan prestasi ini, kita jaga keamanan (kota) ini secara bersama-sama," kata dia.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bayi Kembar 10 Bulan Jadi Korban Tanah Longsor di Kota Tarakan

Bayi Kembar 10 Bulan Jadi Korban Tanah Longsor di Kota Tarakan

Regional
Soal Penanganan Covid-19 di Jateng, Ganjar: Sudah Tidak Ada Zona Merah

Soal Penanganan Covid-19 di Jateng, Ganjar: Sudah Tidak Ada Zona Merah

Regional
Gedung Diblokade Massa, Silaturahim KAMI yang Dihadiri Gatot Nurmantyo Batal Digelar

Gedung Diblokade Massa, Silaturahim KAMI yang Dihadiri Gatot Nurmantyo Batal Digelar

Regional
Seorang Pria Tewas Setelah Terpeleset di Lokasi Air Terjun

Seorang Pria Tewas Setelah Terpeleset di Lokasi Air Terjun

Regional
Tanah Longsor di 4 Titik Kota Tarakan, 11 Orang Tewas

Tanah Longsor di 4 Titik Kota Tarakan, 11 Orang Tewas

Regional
Usai Dibunuh, Pria Ini Sempat Setubuhi Jasad Bocah 10 Tahun di Kebun

Usai Dibunuh, Pria Ini Sempat Setubuhi Jasad Bocah 10 Tahun di Kebun

Regional
Desa di Sragen Jadi Pemasok Anjing Terbesar untuk Warung Makan, Sehari Kirim 300 Ekor

Desa di Sragen Jadi Pemasok Anjing Terbesar untuk Warung Makan, Sehari Kirim 300 Ekor

Regional
Total 13 Pegawai Puskesmas Denpasar Timur Positif Covid-19, Pelayanan Kesehatan Ditutup

Total 13 Pegawai Puskesmas Denpasar Timur Positif Covid-19, Pelayanan Kesehatan Ditutup

Regional
Foto Seronok Ibu Tersebar, Remaja di Tasikmalaya Trauma dan Alami Kekerasan Verbal

Foto Seronok Ibu Tersebar, Remaja di Tasikmalaya Trauma dan Alami Kekerasan Verbal

Regional
Mobil Rombongan Pengantin Alami Tabrakan Beruntun, 1 Tewas, 5 Luka Parah

Mobil Rombongan Pengantin Alami Tabrakan Beruntun, 1 Tewas, 5 Luka Parah

Regional
Nekat Tak Pakai Masker, Warga Semarang Dihukum Sapu Kuburan dan Di-rapid Test

Nekat Tak Pakai Masker, Warga Semarang Dihukum Sapu Kuburan dan Di-rapid Test

Regional
Terjatuh Saat Berswafoto, 2 Remaja Tewas Tenggelam di Bendungan

Terjatuh Saat Berswafoto, 2 Remaja Tewas Tenggelam di Bendungan

Regional
Video Viral, Oknum PNS di Kabupaten Bogor Diduga Menghalangi Ambulans

Video Viral, Oknum PNS di Kabupaten Bogor Diduga Menghalangi Ambulans

Regional
Berwajah Mirip Sang Ayah, Balita Ini Dianiaya Pacar Ibunya Selama 2 Tahun hingga Tewas

Berwajah Mirip Sang Ayah, Balita Ini Dianiaya Pacar Ibunya Selama 2 Tahun hingga Tewas

Regional
Bocah Perempuan Diduga Dibunuh dan Jasadnya Diperkosa, Polisi: Pelaku Dendam Sering Dimarahi

Bocah Perempuan Diduga Dibunuh dan Jasadnya Diperkosa, Polisi: Pelaku Dendam Sering Dimarahi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X