Tak Bisa Garap Lahan Warisan, Warga Magetan Laporkan Kades ke Polisi

Kompas.com - 16/01/2019, 16:25 WIB
Suyanto, salah satu ahli waris pemilik lahan yang dipinjamkan  kepada pemerintah Desa Gebyok pada tahun 1970 melaporkan kepala desa mereka ke Kantor Polisi karena enggan mengembalikan lahan yang dipinjamkan kepada pihak desa. KOMPAS.com/SUKOCOSuyanto, salah satu ahli waris pemilik lahan yang dipinjamkan kepada pemerintah Desa Gebyok pada tahun 1970 melaporkan kepala desa mereka ke Kantor Polisi karena enggan mengembalikan lahan yang dipinjamkan kepada pihak desa.

MAGETAN, KOMPAS.com - Tak bisa mengarap lahan warisan orangtuanya, Suyanto, warga Desa Gebyok, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, melaporkan kepala desa ke kantor polisi.

Suyanto mengaku tak bisa lagi menggarap sawah warisan orangtuanya karena pemerintah desa enggan mengembalikan lahan sawah seluas kurang lebih 500 meter persegi yang dipinjamkan kepada pihak desa pada tahun 1970.

“Kami sudah minta baik-baik, tetapi kepala desa tidak mau ngasih. Kami punya bukti 2 pethok sebagai bukti bahwa kami pemilik lahan itu,” ujarnya, Rabu (16/1/2019).

Suyanto menambahkan, sebanyak 132 warga Desa Gebyok meminjamkan lahan sawah mereka seluas lebih dari 6 hektar untuk dikelola desa dengan cara disewakan kepada perusahaan atau pun warga.

Baca juga: Pemkot Bandung Bersengketa dengan PT APJ terkait Pengelolaan Pasar Andir

Dana dari pihak ketiga tersebut digunakan untuk membangun infrastruktur Desa Gebyok.

“Waktu itu untuk membangun, desa tidak punya uang maka warga meminjamkan lahan mereka untuk disewakan. Uangnya dipakai untuk membangun, yang menyerahkan lahan tidak dikenai kerja bakti,” katanya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dari 132 pemilik lahan sawah yang dipinjamkan kepada desa, hanya 8 warga yang menuntut pengembalian lahan milik mereka. Mereka beralasan saat ini pemerintah desa telah memiliki dana untuk membangun melalui alokasi dana desa (ADD) atau dana desa (DD).

“Sekarang desa sudah punya duit, makanya kami minta kembali lahan kami untuk kami garap,” ujar Suyanto.

Baca juga: Di Sukabumi, Tanah Longsor Gerus 22 Makam

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Magetan AKP Sukatni mengakui adanya laporan sejumlah warga Desa Gebyok terkait pemilikan lahan.

Dia mengatakan saat ini phak kepolisian masih mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi terkait permasalahan tersebut.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

 Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Regional
Luncurkan Kredit Tanpa Agunan untuk Ibu-ibu Pedagang, Ganjar: Bunga Hanya 2 Persen Per Tahun

Luncurkan Kredit Tanpa Agunan untuk Ibu-ibu Pedagang, Ganjar: Bunga Hanya 2 Persen Per Tahun

Regional
Dikunjungi Gus Halim, Ketua Adat Tidung Minta Salimbatu Dijadikan Desa Religi

Dikunjungi Gus Halim, Ketua Adat Tidung Minta Salimbatu Dijadikan Desa Religi

Regional
Cegah Jual Beli Jabatan, Bupati Wonogiri Optimalkan Penerapan Sistem Meritokrasi

Cegah Jual Beli Jabatan, Bupati Wonogiri Optimalkan Penerapan Sistem Meritokrasi

Regional
Walkot Bobby Ajak HMI Sumut Berkolaborasi Dukung Program Pembangunan

Walkot Bobby Ajak HMI Sumut Berkolaborasi Dukung Program Pembangunan

Regional
Panen Raya, Pimpinan DPRD Kota Bogor Turun ke Sawah Bersama Petani

Panen Raya, Pimpinan DPRD Kota Bogor Turun ke Sawah Bersama Petani

Regional
Wonogiri Juara Satu IDSD, Bupati Jekek: Berkat Semangat Reformasi Pemangku Kepentingan

Wonogiri Juara Satu IDSD, Bupati Jekek: Berkat Semangat Reformasi Pemangku Kepentingan

Regional
Tunjukkan Kinerja Baik Bangun Kota Semarang, Walkot Hendi Dapat Penghargaan Pembangunan Daerah 2021

Tunjukkan Kinerja Baik Bangun Kota Semarang, Walkot Hendi Dapat Penghargaan Pembangunan Daerah 2021

Regional
Jabar Kerja Sama dengan Provinsi Chungcheongnam, Korsel, Kang Emil: Semoga Dongkrak Potensi Ekonomi

Jabar Kerja Sama dengan Provinsi Chungcheongnam, Korsel, Kang Emil: Semoga Dongkrak Potensi Ekonomi

Regional
Bupati Banjar Akui PAD Berkurang akibat UU Minerba

Bupati Banjar Akui PAD Berkurang akibat UU Minerba

Regional
Bobby Buka Balai Kota Medan untuk Warga, Dosen UINSU Berikan Apresiasi

Bobby Buka Balai Kota Medan untuk Warga, Dosen UINSU Berikan Apresiasi

Regional
Memahami Gaya Komunikasi 'Parkir Mobil' ala Gibran

Memahami Gaya Komunikasi "Parkir Mobil" ala Gibran

Regional
Tunjukkan Prestasi dalam Penanganan Pandemi, Kang Emil Raih 2 Penghargaan People of the Year 2021

Tunjukkan Prestasi dalam Penanganan Pandemi, Kang Emil Raih 2 Penghargaan People of the Year 2021

Regional
Berkat Ganjar, Gaji Guru Honorer yang Dahulu Rp 200.000 Kini Rp 2,3 Juta

Berkat Ganjar, Gaji Guru Honorer yang Dahulu Rp 200.000 Kini Rp 2,3 Juta

Regional
Dukung UMKM Jabar, Kang Emil Ikut Mendesain dan Pasarkan Produk di Medsos

Dukung UMKM Jabar, Kang Emil Ikut Mendesain dan Pasarkan Produk di Medsos

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.