Datangi Polda Jatim, Ketua MUI Minta Polisi Tangkap Pria Pemesan Artis VA

Kompas.com - 15/01/2019, 21:31 WIB
Ketua MUI Jatim, KH Abdussomad Bukhori di Mapolda Jatim, Selasa (15/1/2019)KOMPAS.com/ACHMAD FAIZAL Ketua MUI Jatim, KH Abdussomad Bukhori di Mapolda Jatim, Selasa (15/1/2019)

SURABAYA, KOMPAS.com - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur KH Abdussomad Bukhori meminta polisi tidak hanya memproses hukum mucikari dalam kasus prostitusi.

Dia meminta pria hidung belang dan pekerja seks komersialnya juga dihukum dan ditangkap.

"Pria pemesan dan artis VA yang dipesan juga harus ditangkap dan dihukum," katanya di Markas Polda Jawa Timur, Selasa (15/1/2019) sore.

Memenjarakan pria hidung belang dan perempuan PSK, kata dia memang belum ada aturan hukumnya.

"Nanti akan kami usulkan ke DPR agar ada undang-undang yang mengatur," ujarnya.

Abdussomad mengaku mendatangi Markas Polda Jawa Timur untuk memberikan apresiasi dan dukungan moral kepada polisi yang telah membongkar kasus prostitusi online di Surabaya.

Baca juga: MUI Jatim Desak Polisi Tangkap Pria Hidung Belang dan PSK Pelaku Prostitusi

Prostitusi, menurutnya, perbuatan yang juga dilarang keras oleh agama.

"Jangankan melakukan zina, mendekati perbuatan zina saja umat Islam dilarang," katanya.

Jawa Timur, kata dia, sejak beberapa tahun terakhir sudah mendeklarasikan diri bersih dari prostitusi sejak 2016 lalu. Bersama Pemprov Jawa Timur, MUI, kata dia, sudah menutup 47 titik lokalisasi di Jawa Timur.

"Yang terbesar di Surabaya, yakni lokalisasi Dolly," ucapnya.

Seperti diberitakan, Ditreskrimsus Polda Jawa Timur saat ini sedang menangani kasus proatitusi online yang melibatkan kalangan artis di Surabaya dari aksi penggerebekan pada 5 Januari lalu.

Baca juga: Satu Gadis Model Foto Korban Prostitusi Online Merasa Ditipu Mucikari

Dalam kasus ini, 2 orang mucikari sudah ditetapkan sebagai tersangka, yakni ES dan TN. Polisi menyebut, seorang mucikari lagi berinisial F ditangkap pada Senin malam kemarin di Jakarta.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Close Ads X