Polisi Ungkap Kesadisan JM Bunuh Ibu dan 2 Anak di Bengkulu

Kompas.com - 14/01/2019, 15:44 WIB
Kapolda Bengkulu, Brigjen (Pol) Coki Manurung dalam konfrensi pers, Senin (14/1/2019) KOMPAS.com/FIRMANSYAHKapolda Bengkulu, Brigjen (Pol) Coki Manurung dalam konfrensi pers, Senin (14/1/2019)

BENGKULU, KOMPAS.com - Pembunuh Hasnatul Laili (36) dan dua anaknya Melan Miranda (16) dan Cika Ramadani (10) di Bengkulu akhirnya terungkap. Pelaku adalah JM, suami ketiga korban Hasnatul. 

Kapolda Bengkulu Brigjen (Pol) Coki Manurung yang menggelar rilis kasus di Mapolda Bengkulu, Senin (14/1/2019) membeberkan sadisnya JM menghabisi nyawa mantan istri dan dua anaknya tersebut. 

Menurut keterangan pelaku, dia menggunakan balok kayu. 

Baca juga: Mantan Suami Ketiga Jadi Pembunuh Ibu dan 2 Anak di Bengkulu

Setelah membunuh, pelaku pulang ke rumah yang jaraknya hanya beberapa meter dari TKP dengan menggunakan mobil APV milik korban. Sambil menyetir mobil, pelaku memakai jilbab untuk mengelabui warga.

Pelaku kemudian mengganti pakaian yang berceceran darah, lalu melarikan diri ke Kota Bengkulu dan Bengkulu Selatan.

"Di Kabupaten Bengkulu Selatan ia menginap di hotel, lalu dibekuk polisi," demikian Coki.

Baca juga: Pembunuh Ibu dan 2 Anak di Bengkulu Diringkus

Rencananya pelaku akan dikirim ke Polres Rejang Lebong untuk dimintai keterangan dan pemeriksaan lebih lanjut. Perbuatan pelaku diduga terencana.

Polisi menjerat pelaku dengan hukuman mati atau seumur hidup. Bersama pelaku diamankan sejumlah uang, ponsel, cincin dan kalung emas.

Sakit hati 

Sebelumnya Warga Suban Air Panas, Kelurahan Talang Ulu, Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu dihebohkan dengan temuan ibu dan dua anaknya tewas mengenaskan di dalam rumah, Sabtu (14/1/2019).

Korban bernama Hasnatul Laili (35), dan dua anaknya Melan Miranda (16) dan Cika Ramadani (10).

Baca juga: Ibu dan 2 Anak Ditemukan Tewas di Bengkulu

Ketiganya ditemukan dalam kondisi bersimbah darah dengan sejumlah luka tusuk dan lebam. Korban ditemukan tewas di dalam rumahnya sekitar pukul 17.15 WIB oleh sejumlah warga. 

Pembunuhan diperkirakan sejak pukul 05.00 WIB dan baru diketahui pada sore hari.

Pelaku merupakan mantan suami ketiga korban. Mereka bercerai setelah menikah tiga bulan. Motif pembunuhan diduga sakit hati karena ajakan pelaku untuk rujuk ditolak oleh korban.

Korban menolak rujuk karena pelaku tidak memiliki pekerjaan. Korban merupakan pekerja keras yang kesehariannya sebagai pengepul pisang di Kabupaten Rejang Lebong.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wakil Bupati dan 2 Anggota DPRD Manggarai Timur Reaktif Tes Cepat Antigen

Wakil Bupati dan 2 Anggota DPRD Manggarai Timur Reaktif Tes Cepat Antigen

Regional
Sedang Tidur Pulas, Gadis Ini Mendadak Terbangun gara-gara Pipinya Dielus Pencuri

Sedang Tidur Pulas, Gadis Ini Mendadak Terbangun gara-gara Pipinya Dielus Pencuri

Regional
Bupati Sleman Diduga Tertular Covid-19 dari Seorang Kepala Dinas

Bupati Sleman Diduga Tertular Covid-19 dari Seorang Kepala Dinas

Regional
6 Petugas Bea Cukai Mangkir Dipanggil Polda Riau Terkait Kasus Penembakan Haji Permata

6 Petugas Bea Cukai Mangkir Dipanggil Polda Riau Terkait Kasus Penembakan Haji Permata

Regional
Singkirkan Petahana, Panca-Ardani Ditetapkan Sebagai Paslon Terpilih Pilkada Ogan Ilir

Singkirkan Petahana, Panca-Ardani Ditetapkan Sebagai Paslon Terpilih Pilkada Ogan Ilir

Regional
Tes Cepat Antigen di Perbatasan Banyumas Berbayar, Warga Pendatang: Enggak Bawa Uang

Tes Cepat Antigen di Perbatasan Banyumas Berbayar, Warga Pendatang: Enggak Bawa Uang

Regional
Sebelum Positif Covid-19, Bupati Sleman Sempat Disuntik Vaksin Minggu Lalu

Sebelum Positif Covid-19, Bupati Sleman Sempat Disuntik Vaksin Minggu Lalu

Regional
Puluhan Pengungsi Gempa Sulbar Pilih Pulang Kampung ke Jatim

Puluhan Pengungsi Gempa Sulbar Pilih Pulang Kampung ke Jatim

Regional
Kasus Penembakan Petugas Bea Cukai di Riau, Total 4 Orang Tertembak, Termasuk Haji Permata

Kasus Penembakan Petugas Bea Cukai di Riau, Total 4 Orang Tertembak, Termasuk Haji Permata

Regional
Resmi Pimpin Kembali Kota Semarang, Hendi Akan Fokus Realisasikan Janji Kampanye

Resmi Pimpin Kembali Kota Semarang, Hendi Akan Fokus Realisasikan Janji Kampanye

Regional
Pembersihan Material Longsor di Jalan Alternatif Tasikmalaya-Pangandaran Pakai Kendaraan Taktis Polisi

Pembersihan Material Longsor di Jalan Alternatif Tasikmalaya-Pangandaran Pakai Kendaraan Taktis Polisi

Regional
Sanksi Denda Pelanggar Protokol Kesehatan di Sumedang, Satpol PP Kumpulkan Rp 137 Juta

Sanksi Denda Pelanggar Protokol Kesehatan di Sumedang, Satpol PP Kumpulkan Rp 137 Juta

Regional
Mayat Perempuan Setengah Telanjang Ditemukan di Tengah Sawah di Karawang

Mayat Perempuan Setengah Telanjang Ditemukan di Tengah Sawah di Karawang

Regional
Tega Bunuh Ibu gara-gara Uang Rp 300.000, Pria Ini Divonis Penjara Seumur Hidup

Tega Bunuh Ibu gara-gara Uang Rp 300.000, Pria Ini Divonis Penjara Seumur Hidup

Regional
Tak Ada Sengketa Pilkada, KPU Bantul dan Gunungkidul Tetapkan Paslon Terpilih Besok

Tak Ada Sengketa Pilkada, KPU Bantul dan Gunungkidul Tetapkan Paslon Terpilih Besok

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X