Korban Investasi Bitcoin Bodong Luncurkan Akun Masyarakat Anti Ponzi

Kompas.com - 13/01/2019, 07:30 WIB
Andre Effendi saat membuka akun Masyarakat Anti Ponzi (MAP) di Pangkal Pinang.KOMPAS.com/HERU DAHNUR Andre Effendi saat membuka akun Masyarakat Anti Ponzi (MAP) di Pangkal Pinang.

PANGKAL PINANG, KOMPAS.com - Sebuah akun media sosial diluncurkan untuk menampung para warganet yang pernah menjadi korban penipuan investasi bodong, misal investasi di mata uang virtual

Akun di laman Facebook yang diberi nama Masyarakat Anti Ponzi, sekaligus sebagai sarana informasi terkait regulasi dan skema investasi yang diduga akan merugikan.

"Kami namakan MAP atau Masyarakat Anti Ponzi. Karena kami lihat para pelaku bisnis ini sangat lihai dan sering bertukar tempat dengan modus baru," kata salah satu korban penipuan, Andre Effendi, Sabtu (12/1/2019).

Dia menuturkan, Ponzi merupakan istilah yang merujuk skema bisnis berkedok investasi. Penawaran investasi dengan skema Ponzi mirip sistem multi level marketing (MLM) dan arisan online.


Baca juga: 5 Fakta Kasus Investasi Bitcoin BTC Panda, Terkecoh Pelayanan Wah hingga Merugi Rp 480 Juta

Skema Ponzi ini juga digunakan dalam skema bisnis berkedok investasi mata uang virtual. Seperti diketahui saat ini ada berbagai macam mata uang virtual, dimana yang paling terkenal adalah Bitcoin.  Selain Bitcoin, ada juga mata uang virtual Ethereum, Ripple, Litecoin, Iota, Dash, dan sebagainya. 

Andre sendiri merupakan korban skema Ponzi untuk investasi di Bitcoin di salah satu perusahaan, yakni BTC Panda. Andre sendiri mengaku rugi Rp 480 juta akibat skema Ponzi yang dilakukan BTC Panda. Dia juga telah membuat laporan polisi terkait kerugiannya. 

"Semua sistem dan pemberitaan yang pernah ada terkait Ponzi kami posting di akun ini. Termasuk gambar-gambar para pelaku ada di sini. Supaya masyarakat tau dan tidak ada lagi korban berikutnya," kata Andre.

Baca juga: 5 BERITA POPULER NUSANTARA: Sengatan Tawon Vespa yang Mematikan di Klaten hingga Kisah Miris Investor Bitcoin

Saat ini anggota grup MAP mencapai 29.948 orang. Tidak hanya dari Indonesia, tapi juga dari Malaysia, Brunei dan Vietnam.

"Kami saling berbagi informasi. Rupanya jaringannya (BTC Panda) masih orang yang sama," ujar Andre.

Dia pun mewanti-wanti agar tidak ada lagi yang percaya iming-iming undangan gratis.

"Kami para leader jaringan kan pernah diundang ke Vietnam dan Malaysia. Semuanya difasilitasi. Ujung-ujungnya setelah investasi mereka kabur," bebernya.

Baca juga: Kesaksian Korban Investasi Bitcoin BTC Panda: Dijemput Ferrari dan Menginap di Hotel Mewah Malaysia

Sementera itu anggota MAP bernama Rizal dan Renico juga mendorong publikasi media sosial agar tidak ada lagi praktik penipuan dengan skema Ponzi di jagat maya.

"Otak dari pelaku ini masih berkeliaran bebas. Mereka kadang muncul dengan orang-orang baru. Dan ini belum tersentuh," ujarnya.

Dia berharap kepolisian segera melakukan penangkapan dari laporan dan bukti yang sudah disampaikan.

Sembari menunggu proses hukum, informasi MAP diharapkan bisa membentengi masyarakat dari kemungkinan munculnya praktik penipuan baru.

Baca juga: Ratusan Warga di Bangka Tertipu Investasi Virtual Menggunakan Bitcoin


Terkini Lainnya

Tim DVI Kembali Identifikasi 4 Jenazah Korban Banjir Bandang Jayapura

Tim DVI Kembali Identifikasi 4 Jenazah Korban Banjir Bandang Jayapura

Regional
Melawan Manifesto Kebencian

Melawan Manifesto Kebencian

Internasional
Sepakat Berdamai, Siswa SMA Peluk Kepala Sekolah yang Dianiayanya

Sepakat Berdamai, Siswa SMA Peluk Kepala Sekolah yang Dianiayanya

Regional
Presiden Mozambik Sebut Korban Tewas Topan Idai Bisa Capai 1.000 Orang

Presiden Mozambik Sebut Korban Tewas Topan Idai Bisa Capai 1.000 Orang

Internasional
Pentingnya Bekal bagi Warga Binaan Sebelum Menghirup Udara Bebas..

Pentingnya Bekal bagi Warga Binaan Sebelum Menghirup Udara Bebas..

Megapolitan
Dua Jenazah Warga Malaysia Dipulangkan, Keluarga Disantuni  Rp 15 Juta

Dua Jenazah Warga Malaysia Dipulangkan, Keluarga Disantuni Rp 15 Juta

Regional
500 Hektar Lahan Sawah di Manggarai Barat Terendam Banjir

500 Hektar Lahan Sawah di Manggarai Barat Terendam Banjir

Regional
Bantu Napi Bawa Telepon Genggam ke Penjara, Petugas Bisa Dipecat

Bantu Napi Bawa Telepon Genggam ke Penjara, Petugas Bisa Dipecat

Megapolitan
Jokowi Tak Hadir, Lelang Motor Chopperland hingga Gitar untuk Dana Kampanye Dibatalkan

Jokowi Tak Hadir, Lelang Motor Chopperland hingga Gitar untuk Dana Kampanye Dibatalkan

Regional
Intelijen Turki Ikut Selidiki Motif Penembakan di Trem Utrecht

Intelijen Turki Ikut Selidiki Motif Penembakan di Trem Utrecht

Internasional
Menanti Putusan Sela Majelis Hakim dalam Sidang Lanjutan Ratna Sarumpaet, Hari Ini

Menanti Putusan Sela Majelis Hakim dalam Sidang Lanjutan Ratna Sarumpaet, Hari Ini

Megapolitan
Waspada Hujan Petir Disertai Angin Kencang di Jakbar, Jaksel, dan Jaktim

Waspada Hujan Petir Disertai Angin Kencang di Jakbar, Jaksel, dan Jaktim

Megapolitan
[BERITA POPULER] Survei SMRC: Prabowo-Sandiaga 31,8 Persen | Ma'ruf Amin Kritik Sandiaga

[BERITA POPULER] Survei SMRC: Prabowo-Sandiaga 31,8 Persen | Ma'ruf Amin Kritik Sandiaga

Nasional
Polisi Belanda Tahan Pria Terduga Pelaku Penembakan di Trem Utrecht

Polisi Belanda Tahan Pria Terduga Pelaku Penembakan di Trem Utrecht

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Cerita Keluarga Pelaku Teror Selandia Baru | Kotak Hitam Boeing 737 MAX 8

[POPULER INTERNASIONAL] Cerita Keluarga Pelaku Teror Selandia Baru | Kotak Hitam Boeing 737 MAX 8

Internasional

Close Ads X