5 BERITA POPULER NUSANTARA: Sengatan Tawon Vespa yang Mematikan di Klaten hingga Kisah Miris Investor Bitcoin - Kompas.com

5 BERITA POPULER NUSANTARA: Sengatan Tawon Vespa yang Mematikan di Klaten hingga Kisah Miris Investor Bitcoin

Kompas.com - 12/01/2019, 10:03 WIB
Tawon Vespa Affinis atau Hornet. Tawon Vespa Affinis atau Hornet.

KOMPAS.com - Serangan tawon Vespa affinis di Klaten Jawa Tengah telah menelan korban jiwa. Sebanyak 7 warga meninggal dunia setelah tersengat tawon jenis ini dalam kurun waktu dua tahun.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Klaten menghimbau kepada warga untuk melapor jika melihat ada sarang tawon vespa. Berita tentang serangan tawon ini menjadi sorotan pembaca.

Selain itu, kesaksian salah satu korban investasi Bitcoin BTC Panda juga mendapat perhatian pembaca. Andre Effendi (49) merugi ratusan juta gara-gara skema investasi tidak berjalan sesuai rencana.

Berikut ini berita populer nusantara secara lengkap:


 

1. Serangan tawon "endhas", 7 Orang Meninggal Dunia

Vespa affinisMaluco1968/Wikipedia Vespa affinis
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Klaten Nur Khodik mengatakan, sengatan tawon Vespa affinis atai sering disebut tawon endhas, bisa menyebabkan kematian pada seseorang.

"Tawon ini sangat berbahaya. Sudah ada 7 warga yang meninggal karena sengatan tawon Vespa affinis. Dua warga pada tahun 2017 dan 5 orang warga tahun 2018," katanya saat dikonfirmasi Kompas.com, Jumat (11/1/2019).

Menurut Nur Khodik, jika 1 x 24 jam tidak segera ditangani maka orang yang tersengat tawon dapat menyebabkan kematian.

Baca selengkapnya: Berbahaya, Sengatan Tawon Vespa Sebabkan 7 Orang Meninggal di Klaten

 

2. Kesaksian korban investasi Bitcoin BTC Panda

Ilustrasi BitcoinNovikov Aleksey/Shutterstcok Ilustrasi Bitcoin

Andra Effendi terlanjur menggelontorkan uang ratusan juta untuk membeli investasi virtual Bitcoin. Saat itu dirinya sangat yakin investasi Bitcoin dapat memberi dirinya keuntungan berlipat.

Sambutan mewah saat acara malam apresiasi di Malaysia membuat Andra dan beberapa orang investor bertambah yakin. Namun, harapannya pupus.

Sejumlah situs yang digunakannya untuk bertransaksi telah dihapus pengelola. Selain itu, keuntungan yang dijelaskan saat malam apresiasi pun tak kunjung didapat.

"Beberapa kali saya harus membayar sendiri uang anggota. Ada yang Rp 10 juta, ada yang Rp 30 juta. Itu pun masih banyak yang masih terbenam," tuturnya. 

Baca selengkapnya: Kesaksian Korban Investasi Bitcoin BTC Panda: Dijemput Ferrari dan Menginap di Hotel Mewah Malaysia

 

3. Kronologi penangkapan 20 WNA yang buka praktik pijat

Chris Leong (baju orange) WNA asal Malasia yang tertangkap membuka praktik pijat ilegal di Palembang, bersama 19 WNA lainnya, ketika berada di kantor KemenkumHAM Sumsel, Kamis (10/1/2019).KOMPAS.com/AJI YK PUTRA Chris Leong (baju orange) WNA asal Malasia yang tertangkap membuka praktik pijat ilegal di Palembang, bersama 19 WNA lainnya, ketika berada di kantor KemenkumHAM Sumsel, Kamis (10/1/2019).

Penangkapan tersebut bermula saat petugas Imigrasi melihat demo pijat yang dilaksanakan para WNA itu di salah satu mal di kawasan R Soekamto Palembang pada 6 Januari 2019.

Setelah didalami, petugas menemukan sejumlah pelanggaran yang dilakukan para pelaku.

Petugas Kemenkumham akhirnya mengamankan dan memberi sanksi deportasi kepada 20 WNA tersebut. Selain itu, petugas akan melaporkan secara pidana terkait praktik pijat tanpa izin Dinas Kesehatan.

Baca selengkapnya: Kronologi Tertangkapnya 20 WNA Terapis Pijat di Palembang, Untung Rp 1 Miliar Per Hari

 

4. Sosok S yang diamankan polisi di Bandung

Lokasi pembunuhan Noven, siswi SMK Baranangsiang, di Bogor Timur, Kota Bogor, Jawa Barat.TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho Lokasi pembunuhan Noven, siswi SMK Baranangsiang, di Bogor Timur, Kota Bogor, Jawa Barat.

S diamankan oleh tim gabungan Mabes Polri dan Polda Jabar di Bandung, Jawa Barat, pada Rabu (9/1/2019).

Sosoknya kerap disebut-sebut sebagai pelaku penusukan di media sosial setelah rekaman CCTV menunjukkan ciri-ciri pria yang diduga melakukan penusukan mirip dengannya.

Kepala Polresta Bogor Kota Komisaris Besar Hendri Fiuser menuturkan, pria berinisial S yang diamankan oleh petugas mengaku pernah memiliki hubungan dekat dengan Andriana.

"S sudah diamankan, tetapi bukan dia pelakunya. Kita masih lakukan pendalaman, kemungkinan dia bukan pelakunya," kata Hendri di Gedung Kemuning Gading, Kamis (10/1/2019).

S hingga saat ini masih berstatus saksi.

Baca selengkapnya: Sosok S dalam Kasus Tewasnya Siswi SMK di Bogor, Mantan Pacar yang Viral hingga Berstatus Saksi

 

5. Polisi akan periksa 6 figur publik diduga terkait prostitusi online

Ilustrasi prostitusi online.THINKSTOCK Ilustrasi prostitusi online.

Ditreskrimsus Polda Jawa Timur akan memanggil enam nama figur publik yang diduga kuat terkait kasus prostitusi online pada pekan depan.

Setelah sebelumnya sempat merilis lima inisial nama artis, yaitu AC, TP, BS, ML, dan RF, polisi menambah jumlahnya menjadi enam orang. Satu orang lainnya berinisial FG.

Berdasarkan keterangan dari polisi, enam artis tersebut terdiri dari dua orang finalis Puteri Indonesia tahun 2016 dan 2017, dua orang artis sinetron televisi swasta, dan dua orang lagi artis FTV.

Keenam nama artis dan model itu muncul dari pemeriksaan terhadap ponsel dua tersangka mucikari yang saat ini ditahan di Mapolda Jawa Timur.

Baca selengkapnya: Figur Publik Diduga Terlibat Prostitusi Online Jadi 6 Orang, Artis hingga Finalis Puteri Indonesia

Sumber: KOMPAS.com (Achmad Faizal, Ramdhan Triyadi Bempah, Aji YK Putra, Hedu Dahnur, Labib Zamani)


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Terkini Lainnya

Bujuk PKL Mau Direlokasi, Pengelola Pasar Baru Bekasi Gratiskan Biaya Sewa Kios 6 Bulan

Bujuk PKL Mau Direlokasi, Pengelola Pasar Baru Bekasi Gratiskan Biaya Sewa Kios 6 Bulan

Megapolitan
Polisi Sebut Truk Pasir Kelebihan Tonase Pemicu Kecelakaan di Tasikmalaya

Polisi Sebut Truk Pasir Kelebihan Tonase Pemicu Kecelakaan di Tasikmalaya

Regional
Polisi Targetkan Korban Kecelakaan Lalu Lintas dari Kaum Milenial Berkurang hingga 30 Persen

Polisi Targetkan Korban Kecelakaan Lalu Lintas dari Kaum Milenial Berkurang hingga 30 Persen

Megapolitan
Ingin Segera Akhiri 'Shutdown', Ini Tawaran Trump kepada Kongres

Ingin Segera Akhiri "Shutdown", Ini Tawaran Trump kepada Kongres

Internasional
Nah Ini Dia, 8 'Zona Nyaman' Pendidikan Belanda bagi Pelajar Indonesia

Nah Ini Dia, 8 "Zona Nyaman" Pendidikan Belanda bagi Pelajar Indonesia

Edukasi
Kedapatan Transaksi Sabu, Seorang Kepala Desa di Kabupaten Serang Ditangkap Polisi

Kedapatan Transaksi Sabu, Seorang Kepala Desa di Kabupaten Serang Ditangkap Polisi

Regional
Polisi: 55 Persen Korban Kecelakaan adalah Kaum Milenial

Polisi: 55 Persen Korban Kecelakaan adalah Kaum Milenial

Megapolitan
Bandara NYIA Kulon Progo Buka Peluang Rute Penerbangan Asia dan Timur Tengah

Bandara NYIA Kulon Progo Buka Peluang Rute Penerbangan Asia dan Timur Tengah

Regional
Beasiswa S1 di 14 Universitas dari Bazma Pertamina

Beasiswa S1 di 14 Universitas dari Bazma Pertamina

Edukasi
54 Persen Anak Masih Konsumtif dalam Penggunaan Uang

54 Persen Anak Masih Konsumtif dalam Penggunaan Uang

Edukasi
Menghidupkan Kembali Tenun Khas Tidore yang Punah Ratusan Tahun Silam

Menghidupkan Kembali Tenun Khas Tidore yang Punah Ratusan Tahun Silam

Regional
Menteri Jonan dan Cerita Becak UGM yang Memuliakan Penariknya

Menteri Jonan dan Cerita Becak UGM yang Memuliakan Penariknya

Edukasi
Mengintip Keseruan 'Holland Scholarship Day (HSD) 2019'

Mengintip Keseruan "Holland Scholarship Day (HSD) 2019"

Edukasi
Membangun Kesempatan Anak untuk 'Sibuk Main'

Membangun Kesempatan Anak untuk "Sibuk Main"

Edukasi
Fakta Penangkapan 4 Mucikari Prostitusi 'Online' Artis VA, 1 Pelaku Tak Ditahan karena Hamil

Fakta Penangkapan 4 Mucikari Prostitusi "Online" Artis VA, 1 Pelaku Tak Ditahan karena Hamil

Regional

Close Ads X