Berbahaya, Sengatan Tawon Vespa Sebabkan 7 Orang Meninggal di Klaten - Kompas.com

Berbahaya, Sengatan Tawon Vespa Sebabkan 7 Orang Meninggal di Klaten

Kompas.com - 11/01/2019, 15:25 WIB
Tawon Vespa Affinis atau Hornet. Tawon Vespa Affinis atau Hornet.

KLATEN, KOMPAS.com - Tawon jenis Vespa affinis, warga lokal menyebutnya sebagai tawon endas atau tawon ndas, membuat warga Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, resah. Pasalnya, dalam dua tahun terakhir, sudah 7 orang meninggal dunia karena disengat tawon jenis ini.

Koordinator Pemadam Kebakaran (Damkar) Klaten Nur Khodik mengatakan, sengatan tawon Vespa affinis bisa menyebabkan kematian pada seseorang. Jika 1 x 24 jam tidak segera ditangani maka orang yang tersengat tawon dapat menyebabkan kematian.

"Tawon ini sangat berbahaya. Sudah ada 7 warga yang meninggal karena sengatan tawon Vespa affinis. Dua warga pada tahun 2017 dan 5 orang warga tahun 2018," katanya saat dikonfirmasi Kompas.com, Jumat (11/1/2019).

Baca juga: Mengenal Tawon Ndas yang Tewaskan 7 Orang di Klaten

Nur Khodik menambahkan, pihaknya telah memusnahkan ratusan sarang tawon Vespa affinis. Tahun 2017 ada sebanyak 217 sarang dan 207 sarang pada tahun 2018.

Bahkan, lanjut dia, di awal tahun 2019 telah memusnahkan sebanyak 18 sarang tawon Vespa affinis dan 22 sarang dalam antrean.

Sarang tawon ini diameternya dapat mencapai sekitar 2 meter. Biasanya sarang tersebut terdapat di pohon, batu, lemari dan atap rumah. Sehingga, apabila warga mengetahui sarang tawon itu untuk segera melaporkan ke Damkar.

"Evakuasi biasanya kami lakukan setelah maghrib sekitar pukul 18.00 WIB. Karena tawon ini tidak terlalu agresif sehingga tidak membahayakan yang mengevakuasi," ucap dia.

"Sarang tawon ini ada yang kami musnahkan dengan cara dibakar dan menggunakan zat. Kami sesuaikan medannya di mana sarang tawon itu berada," imbuhnya.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Terkini Lainnya

Thailand Gelar Pemilihan Umum pada 24 Maret

Thailand Gelar Pemilihan Umum pada 24 Maret

Internasional
Timses Optimistis Program Perpajakan Prabowo-Sandiaga Didukung Pelaku Usaha

Timses Optimistis Program Perpajakan Prabowo-Sandiaga Didukung Pelaku Usaha

Nasional
Dewi Perssik Diperiksa 4,5 Jam atas Dugaan Pencemaran Nama Baik

Dewi Perssik Diperiksa 4,5 Jam atas Dugaan Pencemaran Nama Baik

Megapolitan
Masih Ada Pemilih yang 'Mendua', Tim Jokowi-Ma'ruf Akan 'Door to Door'

Masih Ada Pemilih yang "Mendua", Tim Jokowi-Ma'ruf Akan "Door to Door"

Nasional
Tim SAR Kembali Temukan 3 Jasad Korban Longsor, Total 11 Korban Tewas di Gowa

Tim SAR Kembali Temukan 3 Jasad Korban Longsor, Total 11 Korban Tewas di Gowa

Regional
Kasus DBD di Januari 2019 di DKI Naik Hampir Dua Kali Lipat dari Januari 2018

Kasus DBD di Januari 2019 di DKI Naik Hampir Dua Kali Lipat dari Januari 2018

Megapolitan
Tebing Longsor, Seorang Penambang Pasir Tewas, Empat Lainnya Terluka

Tebing Longsor, Seorang Penambang Pasir Tewas, Empat Lainnya Terluka

Regional
6 Fakta Beredarnya Tabloid Indonesia Barokah di Ciamis, 2 Karung Terlanjur Beredar hingga Kagetkan Pimpinan Ponpes

6 Fakta Beredarnya Tabloid Indonesia Barokah di Ciamis, 2 Karung Terlanjur Beredar hingga Kagetkan Pimpinan Ponpes

Regional
Bos PT Nila Alam Mengaku Ketakutan Saat Didatangi Puluhan Anggota Kelompok Herculesa

Bos PT Nila Alam Mengaku Ketakutan Saat Didatangi Puluhan Anggota Kelompok Herculesa

Megapolitan
[HOAKS] Kapal Tenggelam di Perairan Kangean, Jawa Timur

[HOAKS] Kapal Tenggelam di Perairan Kangean, Jawa Timur

Regional
3 Faktor Penyebab Amblesnya Jalan Raya Gubeng Menurut Polda Jatim

3 Faktor Penyebab Amblesnya Jalan Raya Gubeng Menurut Polda Jatim

Regional
Bawaslu Telusuri Dana Rp 2 Miliar yang Digunakan Jokowi untuk Beli Sabun

Bawaslu Telusuri Dana Rp 2 Miliar yang Digunakan Jokowi untuk Beli Sabun

Nasional
Wali Kota Hendi Ajak Ibu-ibu Pengajian Bangun Kota Semarang

Wali Kota Hendi Ajak Ibu-ibu Pengajian Bangun Kota Semarang

Regional
Usai Diklarifikasi Inspektorat Pemprov Jatim, Wabup Trenggalek Irit Bicara

Usai Diklarifikasi Inspektorat Pemprov Jatim, Wabup Trenggalek Irit Bicara

Regional
China Tuduh AS Lakukan 'Bullying' atas Upaya Ekstradisi Bos Huawei

China Tuduh AS Lakukan "Bullying" atas Upaya Ekstradisi Bos Huawei

Internasional

Close Ads X