Ratusan Rumah di Dompu NTB Terdampak Banjir Bandang

Kompas.com - 12/01/2019, 17:10 WIB
Banjir setinggi 1 meter saat merendam pemukiman warga di Kabupaten Dompu, NTB pada Jumat (11/1/2019) KOMPAS.com/SyarifudinBanjir setinggi 1 meter saat merendam pemukiman warga di Kabupaten Dompu, NTB pada Jumat (11/1/2019)

DOMPU, KOMPAS.com - Sebanyak 311 rumah warga di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat ( NTB), terdampak banjir bandang pada Jumat (11/1/2019).

Lokasi yang terdampak banjir setinggi 1 meter itu berada di tiga kawasan yang berdekatan dengan bantaran Sungai Silo. Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat sore sekitar pukul 17.00 WITA.

"Total ada 311 rumah yang terdampak banjir bandang. Tiga lokasi yang diterjang banjir, yakni Kelurahan Bada, Bali 1 dan Karijawa dengan ketinggian air 1 meter. Untuk korban jiwa nihil," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Dompu H Imran, saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (12/1/2019).

Baca juga: Tiga Kendaraan Tersapu Banjir Kali Waebobo di Manggarai Timur NTT

Ia menjelaskan, hulu aliran sungai berasal dari Kawasan Kecamatan Madapangga, Kabupaten Bima. Tingginya luapan air sungai di kawasan setempat membuat ratusan rumah warga yang tinggal berdekatan dengan bantaran sungai terendam.

Padahal, menurut Imran, di wilayah itu hujan hanya dengan intesitas ringan selama dua jam, namun air tiba-tiba naik dan meluap ke pemukiman padat penduduk. Warga pun langsung panik dan berlari menyelamatkan barang-barang berharga ketika banjir mulai melanda.

"Kondisi sungai sendiri terjadi pendangkalan. Sehingga air meluap dan membanjiri pemukiman penduduk hingga 1 meter. Banjir itu baru surut setelah beberapa jam menggenangi rumah warga," tuturnya.

Baca juga: Diguyur Hujan Deras, Polsek dan Asrama Polisi Terendam Banjir

Imran menyatakan, jumlah warga yang terdampak banjir cukup banyak. Di kelurahan Bada, lingkungan Kota Baru sebanyak 104 kepala keluarga, lingkungan Mantaro sebanyak 75 kepala keluarga.

Adapun di Kelurahan Bali 1 kepala keluarga, lingkungan Kampo Samporo sebanyak 55 kepala keluarga. Sementara di Kelurahan Kalijawa, lingkungan Sigi sebanyak 97 kepala keluarga.

”Tim sudah melakukan pendataan penduduk yang terdampak. Alhamdulillah, tidak ada kerusakan yang parah dan korban jiwa,” katanya.

Baca juga: 2019, Pemkot Bandung Fokuskan Penanganan Banjir di Gedebage

Untuk membantu para korban, BPBD telah menyalurkan bantuan tanggap darurat berupa sembako. Bantuan tersebut diberikan kepada 1.655 jiwa yang terdampak.

"Kami bersama tim gabungan juga membantu warga untuk membersihkan rumah. Untuk sementara bantuan yang disalurkan berupa sembako. Bantuan dasar ini diberikan untuk meringankan beban korban," ujarnya.

Imran berharap pun pemerintah pusat dapat membantu mencarikan solusi terkait banjir kiriman tersebut.

"Solusinya, harus melakukan normalisasi sungai di kawasan rawan banjir secara menyeluruh. Sebab, banjir luapan yang terjadi kemarin akibat sungai dangkal. Kami khawatir banjir kembali merendam rumah warga, meski hujan ringan," pungkasnya



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cerita Guru Honorer David Berdayakan Lansia untuk Buat Pot Sabut Kelapa: Gaji Minus Tak Masalah

Cerita Guru Honorer David Berdayakan Lansia untuk Buat Pot Sabut Kelapa: Gaji Minus Tak Masalah

Regional
Bahar bin Smith Menolak Diperiksa Polisi, Ini Kata Pengacara

Bahar bin Smith Menolak Diperiksa Polisi, Ini Kata Pengacara

Regional
Seorang Pria Tembak Kepala Ayah Teman Anaknya hingga Tewas

Seorang Pria Tembak Kepala Ayah Teman Anaknya hingga Tewas

Regional
5 Fakta Bocah 8 Tahun Kleptomania di Nunukan, Dicekoki Susu Campur Sabu hingga Ibu Pernah Ditahan di Malaysia

5 Fakta Bocah 8 Tahun Kleptomania di Nunukan, Dicekoki Susu Campur Sabu hingga Ibu Pernah Ditahan di Malaysia

Regional
Kabupaten Cianjur Terancam Zona Merah Covid-19

Kabupaten Cianjur Terancam Zona Merah Covid-19

Regional
Gara-gara Pasien Covid-19 Menolak Diisolasi, Satu Kawasan Dikarantina

Gara-gara Pasien Covid-19 Menolak Diisolasi, Satu Kawasan Dikarantina

Regional
Ketua FPI Pekanbaru dan Seorang Anggotanya Jadi Tersangka

Ketua FPI Pekanbaru dan Seorang Anggotanya Jadi Tersangka

Regional
Suami Bupati dan 36 Pegawai Pemkab Brebes Positif Covid-19 Usai Tur ke Bromo, Ganjar: Kurangi Piknik

Suami Bupati dan 36 Pegawai Pemkab Brebes Positif Covid-19 Usai Tur ke Bromo, Ganjar: Kurangi Piknik

Regional
Gentar, Guru Asli Orang Rimba yang Tak Ingin Lagi Warga Pedalaman Ditipu

Gentar, Guru Asli Orang Rimba yang Tak Ingin Lagi Warga Pedalaman Ditipu

Regional
Ayah Angkat Ceritakan Kelamnya Masa Kecil Bocah Diduga Kleptomania

Ayah Angkat Ceritakan Kelamnya Masa Kecil Bocah Diduga Kleptomania

Regional
Aksara Bali di Proyek Rp 22 Miliar Alun-alun Gianyar Keliru

Aksara Bali di Proyek Rp 22 Miliar Alun-alun Gianyar Keliru

Regional
Cerita Dimas, Sukses Kembangkan Budidaya Tanaman Bonsai Kelapa Beromzet Jutaan Rupiah

Cerita Dimas, Sukses Kembangkan Budidaya Tanaman Bonsai Kelapa Beromzet Jutaan Rupiah

Regional
Menyoal Penularan Covid-19 Saat Sekolah Tatap Muka di Gunungkidul, Siswa Terpapar dari Guru Positif Corona

Menyoal Penularan Covid-19 Saat Sekolah Tatap Muka di Gunungkidul, Siswa Terpapar dari Guru Positif Corona

Regional
Ganjar Pertimbangkan Sekolah Tatap Muka Tak Digelar Serentak

Ganjar Pertimbangkan Sekolah Tatap Muka Tak Digelar Serentak

Regional
Fotonya Bersama Ganjar Disalahgunakan untuk Kampanye Calon Bupati Purbalingga, Kader PDI P Lapor Bawaslu

Fotonya Bersama Ganjar Disalahgunakan untuk Kampanye Calon Bupati Purbalingga, Kader PDI P Lapor Bawaslu

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X