Menangis di Sidang Suap Lapas Sukamiskin, Dirjen PAS Bersumpah Tak Terima Tas

Kompas.com - 10/01/2019, 06:14 WIB
Dirjen Pas Sri Puguh Budi Utami yang mengenakan kerudung dan baju ungu tam pak duduk hadir sebagai saksi dalam sidang kasus suap fasilitas mewah di Lapas Sukamiskin, dengan terdakwa Wahid Husein, Fahmi Darmawansyah, Hendri Saputra, dan Andri Rahmat. KOMPAS.com/AGIEPERMADI Dirjen Pas Sri Puguh Budi Utami yang mengenakan kerudung dan baju ungu tam pak duduk hadir sebagai saksi dalam sidang kasus suap fasilitas mewah di Lapas Sukamiskin, dengan terdakwa Wahid Husein, Fahmi Darmawansyah, Hendri Saputra, dan Andri Rahmat.

BANDUNG, KOMPAS. com - Direktur Jenderal Pemasyarakatan Sri Puguh Budi Utami hadir sebagai saksi dalam sidang kasus suap fasilitas mewah di Lapas Sukamiskin, dengan terdakwa Wahid Husein, Fahmi Darmawansyah, Hendri Saputra, dan Andri Rahmat.

Dalam kesaksiannya, Sri menjawab pertanyaan hakim dan jaksa mengenai tas dari Wahid Husein yang dititipkan ke supirnya Mulyana.

Dalam surat dakwaan disebutkan tas itu diberikan Wahid Husein sebagai hadiah ulang tahun Sri.


Terkait tas itu, Sri mengaku tidak pernah menerima tas pemberian tersebut. Bahkan, dirinya baru mengetahui ada titipan tas itu setelah dipanggil petugas KPK.

"Pada saat dipanggil KPK, di situ saya baru tahu ada titipan yang disampaikan kepada sopir saya Mulyana," kata Sri dalam sidang di Pengadilan Tipikor Bandung, Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu (9/1/2019).

Baca juga: Rabu Besok, Dirjen PAS Akan Bersaksi di Sidang Kasus Mantan Kalapas Sukamiskin

Dikatakan, Mulyana sudah menjadi sopir dirinya sejak tahun 2010, sebagai sopir outsourcing. Sri sendiri tidak pernah diberitahukan oleh supirnya bahwa ada titipan tas dari Wahid Husein.

Bahkan, pada saat pulang setelah memenuhi undangan pemerintah Thailand selama 4 hari, Mulyana tidak pernah cerita soal tas itu.

"Mulyana tidak menceritakan kepada saya, karena saya ketika ada kegiatan langsung berangkat dan banyak sekali aktivitas yang harus kami sampaikan pada jajaran, monitoring. seperti pemberian remisi dan ada kegiatan lainnya yang harus diselesaikan," jelasnya.

Bahkan, dirinya sempat bertemu dengan Wahid Husein, namun mantan Kalapas Sukamiskin itu sendiri tidak menyampaikan titipan tas tersebut.

"Sempat ketemu sama Pak Wahid namun tidak ada penyampaian soal tas itu begitu pun dengan sopir," katanya.

Sri bahkan sempat menahan tangis saat berbicara soal almarhum suaminya yang menitipkan Mulyana kepadanya.

Baca juga: Kesaksian Sopir Ambulans di Sidang Suap Fasilitas Mewah Lapas Sukamiskin

Saat sidang hakim awalnya bertanya apakah Mulyana ini jujur? Sri menjawab bahwa supirnya tersebut jujur.

Halaman:
Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Pindad Bongkar Rahasia TNI AD Juarai Lomba Tembak Internasional 12 Kali Berturut-turut

Pindad Bongkar Rahasia TNI AD Juarai Lomba Tembak Internasional 12 Kali Berturut-turut

Regional
Kesaksian Satu Keluarga asal Australia Saat Mobil Terguling ke Underpass Kentungan yang Ambles

Kesaksian Satu Keluarga asal Australia Saat Mobil Terguling ke Underpass Kentungan yang Ambles

Regional
Peduli Literasi Anak, 4 Pemuda Jalan Kaki Wonogiri-Jakarta untuk Temui Jokowi

Peduli Literasi Anak, 4 Pemuda Jalan Kaki Wonogiri-Jakarta untuk Temui Jokowi

Regional
Sultan Bubohu Bongo Gorontalo Yosep Tahir Maruf Mangkat

Sultan Bubohu Bongo Gorontalo Yosep Tahir Maruf Mangkat

Regional
Fakta di Balik Ni Luh Djelantik Laporkan Lisa Marlina, Sebut Pelecehan Seks di Bali Biasa hingga Minta Maaf

Fakta di Balik Ni Luh Djelantik Laporkan Lisa Marlina, Sebut Pelecehan Seks di Bali Biasa hingga Minta Maaf

Regional
Rabu Pagi, Gunung Merapi Keluarkan Awan Panas Guguran

Rabu Pagi, Gunung Merapi Keluarkan Awan Panas Guguran

Regional
25 Tahun Tinggal di Gubuk Reyot, Mak Aroh Dapat Hibah Lahan dari Babinsa

25 Tahun Tinggal di Gubuk Reyot, Mak Aroh Dapat Hibah Lahan dari Babinsa

Regional
Tipu 30 Orang, Dua Anggota BIN Gadungan Ditangkap

Tipu 30 Orang, Dua Anggota BIN Gadungan Ditangkap

Regional
Pekerja Migran asal Karimun Dibunuh di Malaysia, Bupati Koordinasi dengan KBRI

Pekerja Migran asal Karimun Dibunuh di Malaysia, Bupati Koordinasi dengan KBRI

Regional
Kontak Senjata, TNI Sebut Ada Kelompok Separatis Terluka di Nduga

Kontak Senjata, TNI Sebut Ada Kelompok Separatis Terluka di Nduga

Regional
Fakta KPK Geledah Rumah Gubernur Kepri Nonaktif, Bongkar Paksa Pintu hingga Diduga Terima Gratifikasi Senilai Rp 6,1 Miliar

Fakta KPK Geledah Rumah Gubernur Kepri Nonaktif, Bongkar Paksa Pintu hingga Diduga Terima Gratifikasi Senilai Rp 6,1 Miliar

Regional
Pekerjakan WN Filipina, 8 Kapal Ikan Indonesia Ditangkap KKP

Pekerjakan WN Filipina, 8 Kapal Ikan Indonesia Ditangkap KKP

Regional
Penyebab Kebakaran Rumah yang Tewaskan 4 Bocah Masih Simpang Siur

Penyebab Kebakaran Rumah yang Tewaskan 4 Bocah Masih Simpang Siur

Regional
6 Fakta Proyek 'Underpass' Kentungan Yogyakarta Ambles, WNA Australia Jadi Korban hingga Proyek Dihentikan Sementara

6 Fakta Proyek "Underpass" Kentungan Yogyakarta Ambles, WNA Australia Jadi Korban hingga Proyek Dihentikan Sementara

Regional
Duduk Perkara Dokter Gigi Romi Gagal Jadi PNS karena Penyandang Disabilitas

Duduk Perkara Dokter Gigi Romi Gagal Jadi PNS karena Penyandang Disabilitas

Regional
Close Ads X