Kesaksian Sopir Ambulans di Sidang Suap Fasilitas Mewah Lapas Sukamiskin

Kompas.com - 03/01/2019, 05:44 WIB
‎Sopir ambulans Lapas Sukamiskin, Ficky, hadir menjadi saksi dalam persidangan kasus suap fasilitas mewah di Lapas Sukamiskin dengan terdakwa Wahid Husein, Andri Rahmat, Hendri Saputra, dan Fahmi Darwansyah, yang berlangsung di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Bandung, di Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu (2/1/2019). KOMPAS.com/AGIEPERMADI‎Sopir ambulans Lapas Sukamiskin, Ficky, hadir menjadi saksi dalam persidangan kasus suap fasilitas mewah di Lapas Sukamiskin dengan terdakwa Wahid Husein, Andri Rahmat, Hendri Saputra, dan Fahmi Darwansyah, yang berlangsung di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Bandung, di Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu (2/1/2019).

BANDUNG, KOMPAS.com - Sopir ambulans Lapas Sukamiskin bernama Ficky hadir menjadi saksi dalam persidangan kasus suap fasilitas mewah di Lapas Sukamiskin dengan terdakwa Wahid Husein, Andri Rahmat, Hendri Saputra, dan Fahmi Darwansyah. 

Sidang tersebut berlangsung di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Bandung, di Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu (2/1/2019).

Saat jalannya persidangan, Ficky menjawab sejumlah pertanyaan hakim perihal dirinya sebagai sopir ambulans yang mengantar sejumlah warga binaan Tipikor ketika berobat ke rumah sakit.

Ficky mengaku bahwa dirinya telah ditugaskan menjadi sopir ambulans Lapas Sukamiskin sejak tahun 2017.

Baca juga: Saat di Singapura, Inneke Diminta Suaminya Belikan Tas untuk Mantan Kalapas Sukamiskin

 

Adapun saat kepemimpinan Kepala Lapas Sukamiskin Wahid Husein, Ficky sendiri mengaku sudah dua kali mengantar Fahmi Darmawansyah berobat.

"Dua kali tapi saya lupa bulannya. Diantar ke RS Hermina Arcamanik karena dokter Pak Fahmi di situ, gunakan mobil ambulans dari Lapas Sukamiskin ke RS di Arcamanik," jelas ficky.

Ficky mengaku bahwa dirinya hanya bertugas untuk mengantarkan terdakwa Fahmi Darmawansyah yang saat itu tengah menderita sakit di kaki kanan, tepatnya di sekitar jempol hingga terjadi pembengkakan.

Pengantaran itu pun berdasarkan surat izin yang dikeluarkan perawat atau dokter lapas yang kemudian diketahui dan disetujui pimpinannya saat itu, yakni mantan Kalapas Sukamiskin Wahid Husein.

Baca juga: 7 Bulan di Sukamiskin, Novanto Mengaku Tak Tahu Ada Bilik Asmara

Adapun saat pengantaran wargabinaan, surat izin berobat tersebut dipegang oleh petugas kawal warga binaan.

Dalam aturannya, menurut Ficky, warga binaan Tipikor yang mengantongi surat izin ini, ketika keluar Lapas harus diantar dan dijemput menggunakan ambulans lapas dan dikawal oleh satu petugas lapas dan satu petugas dari kepolisian.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

RSU dr Slamet Garut Minta Tempat Tinggal Sementara untuk Tenaga Medis

RSU dr Slamet Garut Minta Tempat Tinggal Sementara untuk Tenaga Medis

Regional
Hadapi Corona, Ganjar Minta Desa Hidupkan Lagi Tradisi Jimpitan untuk Lumbung Pangan

Hadapi Corona, Ganjar Minta Desa Hidupkan Lagi Tradisi Jimpitan untuk Lumbung Pangan

Regional
9 Kasus Positif Covid-19 di Jayapura, Pemda Pertimbangkan Karantina Wilayah

9 Kasus Positif Covid-19 di Jayapura, Pemda Pertimbangkan Karantina Wilayah

Regional
Meski Ditolak Warga, Pasien Positif Covid-19 Tetap Dimakamkan di Lahan Pemprov Sulsel di Gowa

Meski Ditolak Warga, Pasien Positif Covid-19 Tetap Dimakamkan di Lahan Pemprov Sulsel di Gowa

Regional
Gedung Bekas Rumah Sakit di Kota Kediri Kembali Difungsikan Rawat ODP

Gedung Bekas Rumah Sakit di Kota Kediri Kembali Difungsikan Rawat ODP

Regional
Ketua DPRD Kabupaten Bogor Sebut Anggaran untuk Corona Sekitar Rp 200 Miliar

Ketua DPRD Kabupaten Bogor Sebut Anggaran untuk Corona Sekitar Rp 200 Miliar

Regional
Masker Langka dan Mahal, Alumni BLK di Pekalongan Jahit 1000 Lembar

Masker Langka dan Mahal, Alumni BLK di Pekalongan Jahit 1000 Lembar

Regional
Mayoritas Pasien Corona di RSHS Berusia 50 Tahun dan Punya Riwayat Penyakit

Mayoritas Pasien Corona di RSHS Berusia 50 Tahun dan Punya Riwayat Penyakit

Regional
Pemkot Pontianak Kucurkan Dana Rp 37 Miliar untuk Tangani Virus Corona

Pemkot Pontianak Kucurkan Dana Rp 37 Miliar untuk Tangani Virus Corona

Regional
5 Hal Penting Soal Dua Pocong yang Viral hingga Korea Selatan, Foto Tahun 2019 dan Hanya Iseng

5 Hal Penting Soal Dua Pocong yang Viral hingga Korea Selatan, Foto Tahun 2019 dan Hanya Iseng

Regional
Cegah Corona di Lapas Tegal, 57 Narapidana Dibebaskan

Cegah Corona di Lapas Tegal, 57 Narapidana Dibebaskan

Regional
KNPI Jabar Siapkan Pilot untuk Drone Penyemprot Disinfektan

KNPI Jabar Siapkan Pilot untuk Drone Penyemprot Disinfektan

Regional
ODP Covid-19 yang Meninggal Saat Hendak Melahirkan Diduga Keracunan, Bukan Positif Corona

ODP Covid-19 yang Meninggal Saat Hendak Melahirkan Diduga Keracunan, Bukan Positif Corona

Regional
Sempat Ingin Lari, Pasien Sembuh Covid-19: Saya Harus Menyelamatkan Diri, Keluarga, Masyarakat

Sempat Ingin Lari, Pasien Sembuh Covid-19: Saya Harus Menyelamatkan Diri, Keluarga, Masyarakat

Regional
Pemda DIY Siapkan Dua lokasi untuk Karantina Pasien Covid-19

Pemda DIY Siapkan Dua lokasi untuk Karantina Pasien Covid-19

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X