Diduga Cemburu, Suami Ini Tega Bunuh Istrinya di Kebun

Kompas.com - 02/01/2019, 20:01 WIB
Satuan Reskrim Polres Baubau, Sulawesi Tenggara, berhasil membekuk  seorang tersangka, Rosaini La Dae alias La Rosa (46) (tengah), yang tega membunuh istrinya sendiri, Wa Ode Rahmawati (31) di kebun milik warga, pada Minggu (30/12/2018) sore. Pelaku La Rosa, tega menghabisi nyawa istrinya karena cemburu, istri diduga telah mempunyai pria idaman lain. KOMPAS.COM/DEFRIATNO NEKESatuan Reskrim Polres Baubau, Sulawesi Tenggara, berhasil membekuk seorang tersangka, Rosaini La Dae alias La Rosa (46) (tengah), yang tega membunuh istrinya sendiri, Wa Ode Rahmawati (31) di kebun milik warga, pada Minggu (30/12/2018) sore. Pelaku La Rosa, tega menghabisi nyawa istrinya karena cemburu, istri diduga telah mempunyai pria idaman lain.


BAUBAU, KOMPAS.com – Satuan Reskrim Polres Baubau, Sulawesi Tenggara, membekuk Rosaini La Dae alias La Rosa (46), yang tega membunuh istrinya sendiri, Wa Ode Rahmawati (31), di kebun milik warga, pada Minggu (30/12/2018) sore.

La Rosa diduga tega menghabisi nyawa istrinya karena cemburu, karena istrinya dituding punya pria idaman lain.

“Kemarin Selasa (1/1/2019), kita amankan di daerah Kendari. Motif, ada kecemburuan, tapi menurut keterangan dari tersangka, (korban) ada pacaran dengan cowok lain,” kata Kapolres Baubau AKBP Hadi Winarno, saat menggelar konferensi pers, di kantornya, Rabu (2/1/2019).

Baca juga: Cemburu, Kepala Ibu Muda Ini Dibenturkan Suami ke Pagar

Peristiwa ini terungkap, saat seorang warga menemukan tubuh Wa Ode Rahmawati telah terbujur kaku di dalam kebun, Minggu sore.

Polisi yang mendatangi lokasi, langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan membawa korban ke rumah sakit umum daerah Baubau.

Dari hasil penyelidikan, pelaku pembunuhan itu mengarah pada suami korban, La Rosa, yang telah melarikan diri ke daerah Posia, Kota Kendari.

Polisi kemudian berhasil membekuknya, dan langsung dibawa kembali ke Kota Baubau.

“Awalnya, sebelum kejadian, dimintai uang untuk anaknya Rp 2 juta, tapi tidak punya uang, dimarahi korban, tidak terima dan sakit hati. (Korban) dibawa ke TKP dan ditusuk dengan benda tajam,” ujar AKBP Hadi Winarno.

Baca juga: Cemburu, Pria Ini Bunuh Pacar Mantan Kekasihnya

Polisi berhasil mengamankan sejumlah barang bukti berupa pisau tersangka, baju korban, dan satu unit sepeda motor.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, pelaku diamankan di ruang tahanan Mapolres Baubau.

“Pelaku mengakui perbuatannya, dan dijerat Pasal 338 dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun penjara,” ucap dia.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Buntut Konflik Tanah di Flores Timur: Polisi dan Istri Disandera, Rumah Rohaniawan Dirusak, 7 Orang Ditangkap

Buntut Konflik Tanah di Flores Timur: Polisi dan Istri Disandera, Rumah Rohaniawan Dirusak, 7 Orang Ditangkap

Regional
Derita Nenek Theresia, Tinggal di Gubuk Bekas Toilet Warga Tanpa Listrik

Derita Nenek Theresia, Tinggal di Gubuk Bekas Toilet Warga Tanpa Listrik

Regional
Ketika Trayek Angkot di Tasikmalaya Jadi Istilah Transaksi Narkoba

Ketika Trayek Angkot di Tasikmalaya Jadi Istilah Transaksi Narkoba

Regional
Jenazah Tersangka Teroris Abu Alfat Dimakamkan di Medan, Sang Ibu Tak Sanggup Turun dari Mobil

Jenazah Tersangka Teroris Abu Alfat Dimakamkan di Medan, Sang Ibu Tak Sanggup Turun dari Mobil

Regional
Pabrik Sepatu Hengkang ke Jateng, Penganggurann Berpotensi Naik hingga Gubernur Banten Janjikan Investasi Baru

Pabrik Sepatu Hengkang ke Jateng, Penganggurann Berpotensi Naik hingga Gubernur Banten Janjikan Investasi Baru

Regional
Franz Magnis Suseno: Negara Harus Intoleran terhadap Intoleransi

Franz Magnis Suseno: Negara Harus Intoleran terhadap Intoleransi

Regional
Fakta Sidang Suap Bupati Muara Enim: Minta Mobil Lexus, Wakil Bupati dan 22 Anggota DPRD Ikut Terlibat

Fakta Sidang Suap Bupati Muara Enim: Minta Mobil Lexus, Wakil Bupati dan 22 Anggota DPRD Ikut Terlibat

Regional
[POPULER NUSANTARA] Cerita di Balik Perjuangan Hidup Dewi | 10 Pabrik Sepatu Pilih Hengkang ke Jateng

[POPULER NUSANTARA] Cerita di Balik Perjuangan Hidup Dewi | 10 Pabrik Sepatu Pilih Hengkang ke Jateng

Regional
Korban Robohnya Aula SMKN 1 Miri Dapat Bantuan Pengobatan dari Pemkab Sragen

Korban Robohnya Aula SMKN 1 Miri Dapat Bantuan Pengobatan dari Pemkab Sragen

Regional
Waspada, 'The Silent Killer' Penurunan Muka Tanah Ancam Wilayah Semarang

Waspada, "The Silent Killer" Penurunan Muka Tanah Ancam Wilayah Semarang

Regional
Fakta Pria 70 Tahun Ditemukan Tewas di Balikpapan, Diduga Korban Pembunuhan hingga Masih Diselidiki

Fakta Pria 70 Tahun Ditemukan Tewas di Balikpapan, Diduga Korban Pembunuhan hingga Masih Diselidiki

Regional
Batal Jadi Pembicara di Seminar Sesko TNI, Menhan Prabowo Rapat Terbatas dengan Presiden

Batal Jadi Pembicara di Seminar Sesko TNI, Menhan Prabowo Rapat Terbatas dengan Presiden

Regional
Dituding Rugikan Mitra Individu, Grab dan PT TPI Jalani Sidang di KPPU Medan

Dituding Rugikan Mitra Individu, Grab dan PT TPI Jalani Sidang di KPPU Medan

Regional
Ini Reaksi Umar Patek Saat Istrinya Resmi Jadi WNI, Tanda Cinta 'Saranghae' hingga 2,5 Tahun Menunggu

Ini Reaksi Umar Patek Saat Istrinya Resmi Jadi WNI, Tanda Cinta "Saranghae" hingga 2,5 Tahun Menunggu

Regional
Akhir Perjalanan SN, Pelaku Pelemparan Sperma dan Begal Payudara di Tasikmalaya

Akhir Perjalanan SN, Pelaku Pelemparan Sperma dan Begal Payudara di Tasikmalaya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X