Kompas.com - 27/12/2018, 12:54 WIB
Evakuasi bus Bali Radiance yang mengalami kecelakaan di jalur Pantura yang menghubungkan Situbondo dan Pelabuhan Ketapang Banyuwangi Kamis (27/12/2018) KOMPAS.COM/Ira RachmawatiEvakuasi bus Bali Radiance yang mengalami kecelakaan di jalur Pantura yang menghubungkan Situbondo dan Pelabuhan Ketapang Banyuwangi Kamis (27/12/2018)


BANYUWANGI,Kompas.com - Rahmat, penumpang yang selamat pada kecelakaan antara bus Bali Radiance dan bus Titian Mas kepada Kompas.com, Kamis (27/12/2018), mengaku sudah punya firasat akan terjadi kecelakaan pada bus yang ia tumpangi.

Firasat itu muncul sejak bus Bali Radiance keluar dari rumah makan setelah istirahat. Bus yang membawa belasan penumpang tersebut berangkat dari Surabaya, Rabu (26/12/2018) sekitar pukul 18.00 WIB dan diperkirakan tiba di Denpasar Bali pada Kamis (27/12/2018) pagi.

"Firasat itu muncul karena supirnya ugal-ugalan parah. Mulai dari keluar rumah makan jalannya zig-zag dan selalu mengambil jalur kanan. Bukan jalurnya. Saya mbatin kalo gini terus pasti nanti kecelakaan," katanya.

Rahmat juga menjelaskan seharusnya ia dan penumpang bus lainnya bukan menaiki bus Bali Radiance tapi bus Wisata Komodo. Namun mereka dipindah dengan alasan bus Wisata Komodo rusak dan sedang diperbaiki.

"Ini tiketnya saya beli 180 ribu. Tapi penumpang lain ada yang beli 200 ribu. Beda-beda harganya," kata Rahmat sambil menunjukkan tiket bus miliknya yang bertuliskan Bus Wisata Komodo.

Baca juga: Ugal-ugalan, Bus Terguling dan Menewaskan 3 Penumpang di Banyuwangi

Rahmat mengaku takut tidur sepanjang perjalanan karena bus melaju kencang. Namun,  sebelum kecelakaan, Rahmat yang duduk di bangku paling belakang sempat memberikan bantal kepada penumpang di sebelahnya agar kepalanya tidak terbentur.

"Dan akhirnya sempat tertidur sebentar lalu bangun sambil pegangan karena busnya oleng sambil mbatin ini kecelakaan. Tiba-tiba gelap dan busnya terguncang," jelas Rahmat.

Dia mengaku khawatir dengan kondisi sepasang nenek dan kakek yang duduk tepat di belakang supir karena kondisi bagian depan bisa rusak parah.

"Suami istri, opa oma. Saya khawatir kondisinya. Soalnya oma sempat terjepit dan terakhir dievakuasi," jelas Rahmat.

Baca juga: Kecelakaan Bus, Jalur Utama Pantura ke Pelabuhan Ketapang Macet Total

Hal sama juga dirasakan oleh Raphael. Dia mengaku supir bus selalu mengambil jalur kanan yang bukan lintasannya bahkan kecepatannya juga di atas rata-rata.

"Saya ini merasa sopirnya ambil kanan terus dan ngebut. Saya lihat penumpang tegang semua. Sepertinya nggak ada yang tidur nyenyak. Kalau busnya masih bagus dan AC. Penumpangnya tidak full kok," tambahnya.

Sementara itu, Andri, warga Madiun penumpang bus Titian Mas yang duduk di belakang kernet mengaku kaget saat tiba-tiba ada bus di depannya. Untuk menghindari tabrakan, sopir banting ke kanan karena bus di depannya mengambil jalur yang bukan jalurnya.

Namun, karena jarak sudah dekat, bagian belakang bus ditabrak dan dia merasakan guncangan yang cukup keras hingga menyadari bus yang dia tumpangi terguling di tengah jalan.

"Yang meninggal di bagian belakang yang ditabrak, dekat toilet," jelasnya.

Sementara penumpang yang selamat diistirahatkan di masjid dekat tempat kejadian perkara sambil menunggu jemputan bus pengganti untuk melanjutkan perjalanan ke Bali.

Petugas kepolisian membutuhkan waktu sekitar 4,5 jam untuk mengevakuasi korban yang terjepit serta menarik bodi bus yang melintang di tengah jalur Pantura yang menghubungkan Situbondo dan Pelabuhan Ketapang Banyuwangi.

Total ada 3 orang yang tewas dalam kejadian tersebut yaitu Thephik Hie (70) warga desa Padang Sambiyan, Denpasar Barat,  Marwi (41) warga Dusun Dowo, Desa Baleng, Kecamatan Ngasem Bojonegoro, dan Ahmad Nizar Zulmi (23) Dusun Nging,  Desa Bareng, Kecamatan Ngasem, Bojonegoro.

Sementara itu, ada 3 penumpang yang luka berat dan 9 penumpang luka ringan. Semua korban dibawa ke RSUD Blambangan.

Jalur Pantura sudah mulai dibuka pada Kamis (27/12/2018) sekitar pukul 04.30 WIB dan untuk sementara diberlakukan buka tutup satu arah untuk pembersihan jalur.

Namun, Kapolres Banyuwangi AKBP Taufik Herdiansah Zeinardi memastikan tidak sampai Kamis siang, jalur sudah aman dan lalu lintas kembali normal. 

Kompas TV Diduga akibat sopir kelelahan setelah melakukan evakuasi bencana tanah longsor mobil tim reaksi cepat badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) Jember, Jawa Timur terguling dan masuk ke dalam parit. Akibat kecelakaan ini 1 orang mengalami patah tulang.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Regional
Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Regional
Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Regional
Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Regional
KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

Regional
Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Regional
Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Regional
Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Regional
Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

Regional
Hadapi Digitalisasi Keuangan, Pemprov Jabar Minta UMKM Tingkatkan Literasi Keuangan

Hadapi Digitalisasi Keuangan, Pemprov Jabar Minta UMKM Tingkatkan Literasi Keuangan

Regional
Resmikan SLB Negeri 1 Demak, Ganjar Berharap Tenaga Pendidikan Bantu Siswa Jadi Mandiri

Resmikan SLB Negeri 1 Demak, Ganjar Berharap Tenaga Pendidikan Bantu Siswa Jadi Mandiri

Regional
Jabar Quick Response Bantu Warga Ubah Gubuk Reyot Jadi Rumah Layak Huni

Jabar Quick Response Bantu Warga Ubah Gubuk Reyot Jadi Rumah Layak Huni

Regional
PPKM Diperpanjang, Ridwan Kamil Minta Warga Jabar Lakukan Ini

PPKM Diperpanjang, Ridwan Kamil Minta Warga Jabar Lakukan Ini

Regional
Baru Diresmikan, Jembatan Gantung Simpay Asih Diharapkan Jadi Penghubung Ekonomi Warga Desa

Baru Diresmikan, Jembatan Gantung Simpay Asih Diharapkan Jadi Penghubung Ekonomi Warga Desa

Regional
Disdik Jabar Kembali Izinkan Siswa Gelar Studi Wisata, asalkan...

Disdik Jabar Kembali Izinkan Siswa Gelar Studi Wisata, asalkan...

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.