6 Fakta Jalan Gubeng Ambles, Tak Terkait Sesar Waru hingga Polisi akan Periksa Pimpinan PT NKE

Kompas.com - 20/12/2018, 10:03 WIB
Sutopo Purwo Nugroho berhasil raih Penghargaan sebagai The Most Inspirational Aparatur Sipil Negara (ASN) 2018 di ajang Anugrah ASN 2018 di Jakarta pada Selasa (11/12/2018). Sutopo Purwo NugrohoSutopo Purwo Nugroho berhasil raih Penghargaan sebagai The Most Inspirational Aparatur Sipil Negara (ASN) 2018 di ajang Anugrah ASN 2018 di Jakarta pada Selasa (11/12/2018).

"Kami akan melakukan investigasi atau audit forensik secara lebih mendalam untuk memastikan penyebab bencana jalan ambles tersebut," ujar dia.

Baca Juga: Persatuan Insinyur Jawa Timur Akan Investigasi Penyebab Amblesnya Jalan Gubeng

4. Tidak terkait sesar Waru, ini penjelasan BNPB 

"Jadi adanya pekerjaan pembangunan basement RS yang tidak menggunakan dinding penahan tanah atau retaining wall namanya, yang langsung berhadapan dengan jalan, sehingga berpeluang menimbulkan dorongan tanah secara horizontal, atau sliding pada area jalan sekitarnya," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, saat konferensi pers di Graha BNPB, Jakarta Timur, Rabu (19/12/2018).

Menurut Sutopo, faktor lain yang mendorong terjadinya peristiwa tersebut, yaitu beban dari kendaraan yang lalu lalang di jalan tersebut serta musim hujan.

Sutopo menambahkan, amblesan Jalan Gubeng dengan kedalaman 30 meter dan lebar 8 meter tersebut tidak terkait dengan sesar Surabaya atau Waru. Penjelasan ini membantah isu yang beredar di masyarakat.

Baca Juga: BNPB: Amblesnya Jalan Gubeng karena Kesalahan Konstruksi Basement RS

5. Pendapat ahli dari Institut Teknologi Sepuluh November

Sebagian badan jalan di Gubeng, Surabaya, mendadak ambles pada Selasa (18/12/2018) malamistimewa Sebagian badan jalan di Gubeng, Surabaya, mendadak ambles pada Selasa (18/12/2018) malam

Menurut salah satu pakar Teknik Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember ( ITS) Surabaya, Prof Ir Indrasurya B Mochtar MSc PhD, ada hal aneh dan unik dari peristiwa amblesnya lapisan tanah di Jalan Raya Gubeng, Surabaya, pada Selasa (17/12/2018) malam.

Prof Indrasurya sudah melihat dari dekat lokasi amblesnya Jalan Raya Gubeng pada Rabu (18/12/2018) siang, dan menyebut tidak sepenuhnya peristiwa itu disebut longsor.

Alasannya, volume tanah yang berpindah tempat ke proyek galian basement tidak seluruhnya.

"Kemungkinan ada sebagian tanah yang ambles masuk ke dalam perut bumi," kata Kepala Laboratorium Mekanika Tanah ITS itu.

Indrasurya mengatakan, kejadian tersebut menimbulkan pertanyaan, karena hanya satu sisi penggalian yang mengalami ambles, yakni sisi jalan raya.

"Sedangkan sisi lainnya masih kokoh berdiri. Di situ berdiri berbagai bangunan yang besar dan tidak terjadi sesuatupun," terang dia.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X