6 Fakta Jalan Gubeng Ambles, Tak Terkait Sesar Waru hingga Polisi akan Periksa Pimpinan PT NKE

Kompas.com - 20/12/2018, 10:03 WIB
Tim SAR melakukan pencarian korban di lokasi jalan raya Gubeng Surabaya yang ambles Dokumentasi kantor SAR SurabayaTim SAR melakukan pencarian korban di lokasi jalan raya Gubeng Surabaya yang ambles

KOMPAS.com - Peristiwa amblesnya Jalan Raya Gubeng di Surabaya menimbulkan pertanyaan mendasar. Apa penyebabnya?

Polisi terus menyelidiki dan memeriksa sejumlah saksi untuk mencari siapa yang harus bertanggung jawab dalam kasus tersebut. 

Para insinyur di Surabaya pun segera turun tangan untuk menelisik penyebab amblesnya badan Jalan Raya Gubeng tersebut.


Sementara itu, menurut Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, penyebabnya adalah kesalahan konstruksi basement rumah sakit.

Pihak kepolisian sudah memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Berikut ini pendapat dan fakta baru terkait amblesnya Jalan Gubeng di Surabaya:

1. Dua alat berat terperosok dan kondisi tanah masih labil

Lokasi jalan amblas di Jalan Raya Gubeng, Surabaya yang amblas, tepat di samping proyek pembuatan rubanah RS Siloam Surabaya.Google Maps Lokasi jalan amblas di Jalan Raya Gubeng, Surabaya yang amblas, tepat di samping proyek pembuatan rubanah RS Siloam Surabaya.

Dua unit alat berat dan sebuah kendaraan roda 4 disebut masih tertimbun di lokasi proyek, di sisi Jalan Raya Gubeng, Surabaya, yang ambles pada Selasa (18/12/2018) malam.

Kapolda Jawa Timur, Irjen Luki Hermawan mengatakan, saat terjadi peristiwa ambles, tidak ada aktivitas pekerja di proyek tersebut.

"Tapi, ada laporan bahwa 2 unit alat berat dan sebuah mobil ikut ambles ke bawah tanah," kata Luki, saat meninjau lokasi, Selasa malam.

Sementara itu, Luki mengimbau agar masyarakat tidak mendekati lokasi amblesnya jalan itu karena status tanah masih labil.

"Tanahnya masih goyang, warga dilarang mendekat di sekitar lokasi," kata dia.

Terkait peristiwa Selasa malam itu, 3 pekerja proyek yang berlokasi tepat di samping lokasi amblesnya jalan diperiksa polisi.

Baca Juga: Kapolda Jatim: 2 Alat Berat dan Mobil Tertimbun di Jalan Gubeng yang Ambles

2. Polisi akan periksa pimpinan proyek dan pekerja

Ilustrasi PolisiThinkstock/Antoni Halim Ilustrasi Polisi

Irjen (Pol) Luki Hermawan menyebut, ada 3 pekerja proyek yang diperiksa atas amblesnya tanah di Jalan Raya Gubeng, Surabaya, Selasa (18/12/2018) malam.

"3 pekerja sedang kami periksa sekarang terkait peristiwa amblesnya Jalan Raya Gubeng," kata Luki, Selasa (18/12/2019).

Selain tiga pekerja, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa surat-surat pekerjaan proyek.

"Proyek dikerjakan PT Nusa Konstruksi Enjiniring. Pimpinan perusahaan berinisial D nanti juga dijadwalkan diperiksa," kata dia.

Baca Juga: Kapolda Jatim: 3 Pekerja Proyek Diperiksa Terkait Amblesnya Jalan Raya Gubeng Surabaya

3. Insinyur di Surabaya bentuk tim investigasi independen

 Ilustrasi amblesnya Jalan Gubeng Surabaya menurut ahli geologi. Ilustrasi amblesnya Jalan Gubeng Surabaya menurut ahli geologi.

Pengurus Wilayah Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Provinsi Jawa Timur mendorong pembentukan tim investigasi independen untuk menyelidiki amblesnya badan Jalan Raya Gubeng, Surabaya, pada Selasa (18/12/2018).

Sekretaris Pengurus Wilayah PII Jawa Timur, Andira Reo Putra mengatakan, berbagai proyek di sekitar lokasi perlu dilakukan audit forensik yang sangat berpeluang menjadi pemicu terjadinya bencana tersebut.

"Termasuk, terhadap pekerjaan pembangunan basement RS Siloam yang tidak menggunakan sheet pile, sehingga berpeluang menimbulkan dorongan tanah horizontal/sliding area pada jalan di sekitarnya," kata Andira, Rabu (19/12/2018).

Selain itu, Andira menegaskan, Pengurus Wilayah PII Jatim akan melakukan investigasi. 

"Kami akan melakukan investigasi atau audit forensik secara lebih mendalam untuk memastikan penyebab bencana jalan ambles tersebut," ujar dia.

Baca Juga: Persatuan Insinyur Jawa Timur Akan Investigasi Penyebab Amblesnya Jalan Gubeng

4. Tidak terkait sesar Waru, ini penjelasan BNPB 

Sutopo Purwo Nugroho berhasil raih Penghargaan sebagai The Most Inspirational Aparatur Sipil Negara (ASN) 2018 di ajang Anugrah ASN 2018 di Jakarta pada Selasa (11/12/2018).Sutopo Purwo Nugroho Sutopo Purwo Nugroho berhasil raih Penghargaan sebagai The Most Inspirational Aparatur Sipil Negara (ASN) 2018 di ajang Anugrah ASN 2018 di Jakarta pada Selasa (11/12/2018).

"Jadi adanya pekerjaan pembangunan basement RS yang tidak menggunakan dinding penahan tanah atau retaining wall namanya, yang langsung berhadapan dengan jalan, sehingga berpeluang menimbulkan dorongan tanah secara horizontal, atau sliding pada area jalan sekitarnya," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, saat konferensi pers di Graha BNPB, Jakarta Timur, Rabu (19/12/2018).

Menurut Sutopo, faktor lain yang mendorong terjadinya peristiwa tersebut, yaitu beban dari kendaraan yang lalu lalang di jalan tersebut serta musim hujan.

Sutopo menambahkan, amblesan Jalan Gubeng dengan kedalaman 30 meter dan lebar 8 meter tersebut tidak terkait dengan sesar Surabaya atau Waru. Penjelasan ini membantah isu yang beredar di masyarakat.

Baca Juga: BNPB: Amblesnya Jalan Gubeng karena Kesalahan Konstruksi Basement RS

5. Pendapat ahli dari Institut Teknologi Sepuluh November

Sebagian badan jalan di Gubeng, Surabaya, mendadak ambles pada Selasa (18/12/2018) malamistimewa Sebagian badan jalan di Gubeng, Surabaya, mendadak ambles pada Selasa (18/12/2018) malam

Menurut salah satu pakar Teknik Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember ( ITS) Surabaya, Prof Ir Indrasurya B Mochtar MSc PhD, ada hal aneh dan unik dari peristiwa amblesnya lapisan tanah di Jalan Raya Gubeng, Surabaya, pada Selasa (17/12/2018) malam.

Prof Indrasurya sudah melihat dari dekat lokasi amblesnya Jalan Raya Gubeng pada Rabu (18/12/2018) siang, dan menyebut tidak sepenuhnya peristiwa itu disebut longsor.

Alasannya, volume tanah yang berpindah tempat ke proyek galian basement tidak seluruhnya.

"Kemungkinan ada sebagian tanah yang ambles masuk ke dalam perut bumi," kata Kepala Laboratorium Mekanika Tanah ITS itu.

Indrasurya mengatakan, kejadian tersebut menimbulkan pertanyaan, karena hanya satu sisi penggalian yang mengalami ambles, yakni sisi jalan raya.

"Sedangkan sisi lainnya masih kokoh berdiri. Di situ berdiri berbagai bangunan yang besar dan tidak terjadi sesuatupun," terang dia.

Baca Juga: Fakta Aneh Amblesnya Jalan Raya Gubeng Menurut Pakar Teknik Sipil ITS

6. Pemkot Surabaya sudah peringatkan kontraktor

Foto aerial kondisi tanah ambles di Jalan Raya Gubeng, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (19/12/2018). Jalan raya tersebut ambles sedalam sekitar 20 meter dengan lebar 30 meter pada Selasa (18/12/2018) malam diduga karena proyek pembangunan gedung di sekitar lokasi. ANTARA FOTO/Didik Suhartono/wsj.Didik Suhartono Foto aerial kondisi tanah ambles di Jalan Raya Gubeng, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (19/12/2018). Jalan raya tersebut ambles sedalam sekitar 20 meter dengan lebar 30 meter pada Selasa (18/12/2018) malam diduga karena proyek pembangunan gedung di sekitar lokasi. ANTARA FOTO/Didik Suhartono/wsj.

Wakil Wali Kota Surabaya Wisnu Sakti Buana mengatakan, pihak Pemkot Surabaya sudah mengingatkan pihak pengembang proyek basement di RS Siloam.

"Dua hari lalu sudah kami ingatkan (pengembang RS Siloam), mereka harusnya bikin fondasi, tapi mereka tidak membuat. Tidak sesuai izin (yang dikeluarkan Pemkot Surabaya)," kata Wisnu Sakti Buana, ketika diwawancarai secara langsung melalui sambungan telepon oleh reporter Kompas TV, Selasa (18/12/2018).

Menurut Wisnu Sakti Buana, Jalan Gubeng ambles lokasinya berada di sekitar RS Siloam.

Kedalaman Jalan Gubeng yang ambles kurang lebih 20 meter hingga 30 meter, sedangkan panjangnya sekitar 100 meter.

Baca Juga: Wakil Wali Kota Ungkap Penyebab Amblesnya Jalan Gubeng di Surabaya

Sumber: KOMPAS.com (Achmad Faizal, Devina Halim, Ghinan Salman)

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Harus Bayar Rp 800.000 Untuk Lauk 2 Ekor Ayam, Pembeli: Ayam Apa Ini?

Harus Bayar Rp 800.000 Untuk Lauk 2 Ekor Ayam, Pembeli: Ayam Apa Ini?

Regional
Warga Dikejutkan Penampakan Surili, Hewan Maskot PON Jabar 2016, Berkeliaran di Permukiman

Warga Dikejutkan Penampakan Surili, Hewan Maskot PON Jabar 2016, Berkeliaran di Permukiman

Regional
Gempa Magnitudo 6,3 Guncang Jayapura Papua, Akibat Aktivitas Sesar Lokal

Gempa Magnitudo 6,3 Guncang Jayapura Papua, Akibat Aktivitas Sesar Lokal

Regional
Ini Alasan 4 Keluarga Jokowi Berniat Maju Pilkada 2020

Ini Alasan 4 Keluarga Jokowi Berniat Maju Pilkada 2020

Regional
4 'Kerajaan' yang Pernah Gegerkan Warga, Keraton Agung Sejagat hingga Kerajaan Ubur-Ubur

4 'Kerajaan' yang Pernah Gegerkan Warga, Keraton Agung Sejagat hingga Kerajaan Ubur-Ubur

Regional
[POPULER NUSANTARA] Munculnya Kesultanan Selaco | Viral Tagihan 2 Ekor Ayam Rp 800.000

[POPULER NUSANTARA] Munculnya Kesultanan Selaco | Viral Tagihan 2 Ekor Ayam Rp 800.000

Regional
Ini Identitas 8 Korban Tewas Kecelakaan Bus Pariwisata di Subang

Ini Identitas 8 Korban Tewas Kecelakaan Bus Pariwisata di Subang

Regional
Wakil Gubernur Jabar: Sunda Empire dan Kesultanan Selaco Sah-sah Saja

Wakil Gubernur Jabar: Sunda Empire dan Kesultanan Selaco Sah-sah Saja

Regional
Kronologi Kecelakaan Bus Pariwisata di Subang yang Tewaskan 8 Orang

Kronologi Kecelakaan Bus Pariwisata di Subang yang Tewaskan 8 Orang

Regional
Ladang Ganja Ditemukan di Gunung Guntur Garut

Ladang Ganja Ditemukan di Gunung Guntur Garut

Regional
Bus yang Terguling dan Tewaskan 8 Orang Angkut Wisatawan dari Tangkuban Parahu

Bus yang Terguling dan Tewaskan 8 Orang Angkut Wisatawan dari Tangkuban Parahu

Regional
Satu Kantor Desa di Tasikmalaya Diduga Dibakar Orang Tak Dikenal

Satu Kantor Desa di Tasikmalaya Diduga Dibakar Orang Tak Dikenal

Regional
Korban Tewas Kecelakaan Bus di Subang Bertambah Jadi 8 Orang

Korban Tewas Kecelakaan Bus di Subang Bertambah Jadi 8 Orang

Regional
Sultan Putra Kusumah VIII: Kesultanan Selaco Cagar Budaya dan Diakui UNESCO

Sultan Putra Kusumah VIII: Kesultanan Selaco Cagar Budaya dan Diakui UNESCO

Regional
Dibekap, Jasad Dibuang ke Jurang, Anak Hakim Medan Ingin Pelaku Dihukum Seumur Hidup

Dibekap, Jasad Dibuang ke Jurang, Anak Hakim Medan Ingin Pelaku Dihukum Seumur Hidup

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X