Pemulihan Jalan Raya Gubeng Surabaya yang Ambles Dikebut

Kompas.com - 19/12/2018, 21:38 WIB
Sebagian badan jalan di Gubeng, Surabaya, mendadak ambles pada Selasa (18/12/2018) malam. Dishub SurabayaSebagian badan jalan di Gubeng, Surabaya, mendadak ambles pada Selasa (18/12/2018) malam.

SURABAYA, KOMPAS.com - Selain melakukan penelitian untuk mengetahui penyebab utama amblesnya Jalan Raya Gubeng, hal yang perlu dilakukan adalah memberikan alternatif perbaikan.

Tujuannya adalah agar Jalan Raya Gubeng yang ambles itu bisa kembali dioperasikan dalam waktu cepat. Hal itu disampaikan Tim Ahli Bangunan Gedung Pemkot Surabaya, Muji Hermawan, Rabu (19/12/2018).

Menurut Muji, saat ini yang lebih penting dan harus diutamakan adalah pemulihan jalan yang ambles tersebut. Pihaknya akan menambah tembok penahan baru yeng lebih kokoh untuk melakukan perbaikan.

"Kita akan tambah tembok penahan baru melihat kondisi yang ada," kata Muji.

Baca juga: Rekomendasi PVMBG soal Jalan Gubeng Surabaya yang Ambles

Selain itu, pihaknya juga akan menimbun jalan ambles dengan material yang memang disyaratkan untuk bangunan teknik jalan.

"Itu juga akan segera kita lakukan," ujarnya.

Untuk sementara ini, kata Muji, bangunan di lokasi sekitar amblesnya Jalan Raya Gubeng cukup aman dan tidak ada masalah.

"Kami sampaikan bahwa kerusakan ini bersifat lokal. Hanya karena masalah beban air yang ada di lokasi itu menyebabkan tembok roboh. Yang kita fokuskan sekarang bersifat lokal, kita perbaiki di lokasi yang lokal," jelasnya.

Baca juga: Butuh Berapa Lama Menormalisasi Jalan Raya Gubeng Surabaya yang Ambles?

Dampak yang paling dirasakan, sambung Muji, adalah utilitas kabel telepon, listrik, dan saluran air. Namun, saat ini semua pihak sedang melakukan perbaikan.

"Kita akan perbaiki semua agar nanti perbaikan Jalan Raya Gubeng bisa berjalan dengan baik," imbuhnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

445 Seniman Meriahkan Festival Asmat Pokman

445 Seniman Meriahkan Festival Asmat Pokman

Regional
Dua Warga Karawang Diduga Meninggal karena DBD

Dua Warga Karawang Diduga Meninggal karena DBD

Regional
Kasus Nenek Palsu di Surabaya Berujung Vonis 2 Tahun Penjara

Kasus Nenek Palsu di Surabaya Berujung Vonis 2 Tahun Penjara

Regional
Bawa Paksa Jenazah Bayi, Driver Ojek Online Minta Maaf secara Tertulis ke RSUP M Djamil Padang

Bawa Paksa Jenazah Bayi, Driver Ojek Online Minta Maaf secara Tertulis ke RSUP M Djamil Padang

Regional
Nonton Bareng Video Porno Meresahkan Warga, Ini Tindakan Pemkab Magetan

Nonton Bareng Video Porno Meresahkan Warga, Ini Tindakan Pemkab Magetan

Regional
Warga Jabar, Nantikan Keseruan Jabar Otofest 2019 Akhir Pekan Nanti

Warga Jabar, Nantikan Keseruan Jabar Otofest 2019 Akhir Pekan Nanti

Regional
Di Baubau, Utusan Kerajaan Korea hingga Thailand Dijamu 1.000 Talang Kuliner, Dihibur 700 Penari Kolosal

Di Baubau, Utusan Kerajaan Korea hingga Thailand Dijamu 1.000 Talang Kuliner, Dihibur 700 Penari Kolosal

Regional
Soal Bali Tak Layak Dikunjungi Tahun 2020, Ini Respons Wishnutama

Soal Bali Tak Layak Dikunjungi Tahun 2020, Ini Respons Wishnutama

Regional
Pemkab Agam Tetapkan Status Tanggap Darurat Banjir dan Longsor

Pemkab Agam Tetapkan Status Tanggap Darurat Banjir dan Longsor

Regional
Kisah Samiyati, Guru Honorer di Ende, 11 Bulan Mengajar Tanpa Digaji

Kisah Samiyati, Guru Honorer di Ende, 11 Bulan Mengajar Tanpa Digaji

Regional
Di Bali, Menteri Wishnutama Bicara Pentingnya Wisatawan Berkualitas

Di Bali, Menteri Wishnutama Bicara Pentingnya Wisatawan Berkualitas

Regional
Data Terbaru, Virus Hog Cholera Menyebar ke 16 Kabupaten, 10.298 Babi Mati di Sumut

Data Terbaru, Virus Hog Cholera Menyebar ke 16 Kabupaten, 10.298 Babi Mati di Sumut

Regional
Lagi, Jateng Dinobatkan Sebagai Provinsi Informatif

Lagi, Jateng Dinobatkan Sebagai Provinsi Informatif

Regional
Masih Ingat Balapan Tradisional Kadaplak? Permainan Ekstrem Ini Kembali Dihidupkan Generasi Milenial

Masih Ingat Balapan Tradisional Kadaplak? Permainan Ekstrem Ini Kembali Dihidupkan Generasi Milenial

Regional
Pembangunan Jalan Bua-Rantepoa Telan Biaya Rp 200 Miliar

Pembangunan Jalan Bua-Rantepoa Telan Biaya Rp 200 Miliar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X