Kompas.com - 16/12/2018, 08:23 WIB


MAGELANG, KOMPAS.com - Sepanjang tahun 2018, bencana tanah longsor mendominasi terjadi di wilayah Jawa Tengah. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Tengah mencatat ada sekitar 2.000 kejadian longsor di wilayah ini.

"Kejadian longsor diatas 2.000 lebih, trennya longsor meningkat, sedangkan banjir menurun, tapi untuk korban meninggal dunia bisa diminimalkan," kata Kepala Pelaksana Harian BPBD Jawa Tengah, Sarwa Praman, Sabtu (15/12/2018).

Bencana longsor terkini terjadi di Kecamatan Leksono, Kabupaten Wonosobo, Jumat (14/12/2018). Seorang warga luka ringan dan 3 rumah rusak akibat diterjang material longsor.

Baca juga: Ada Longsor, Perjalanan Kereta Jakarta-Bandung Sempat Tertahan

"Terakhir di Wonosobo, video sudah beredar, masyarakat bisa mengabadikan karena sebelumnya da suara gemuruh mirip pesawat mau take-off. Tapi enggak sadar daya luncur longsor cepat sehingga ada yang terluka," jelas Sarwa.

Masyarakat terus diminta waspada dengan bencana serupa, terlebih hampir sebagian besar wilayah Jawa Tengah berpotensi longsor dan banjir.

Sarwa berujar Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 25 miliar untuk penanganan bencana tahun 2019. Anggaran dalam bentuk Dana Belanja Tidak Terduga (BTT) itu dialokasikan untuk penanganan semua jenis bencana termasuk kebakaran.

Baca juga: 14 Korban Longsor di Toba Samosir Sudah Ditemukan

"Rinciannya, bisa untuk membantu rumah roboh Rp 15 juta, rusak bera Rp 10 juga, korban meninggal dunia Rp 10 juta, dan luka berat Rp 7,5 juta," katanya.

Menurutnya, angka tersebut meningkat dibanding sebelumnya Rp 15 miliar. Namun, dana BTT selalu fluktuatif menyesuaikan tingkat penanganan bencana.

"Tahun lalu Rp 15. miliar, sempat juga sampai Rp 40 miliar. Kalau BTT nggak bisa mengajukan ke DPRD, kalau ngga bisa lagi BNPB harus turun tangan," jelasnya.

Pihaknya meminta semua unsur birokrasi dan masyarakat untuk ikut sigap terhadap upaya penanganan bencana, termasuk bisa mengidentifikasi bantuan apa yang paling mendesak dibutuhkan oleh korban.

"Paling penting itu kebutuhan dasar korban, jangan mie instan terus. Tapi bisa kebutuhan anak dan ibu, juga pakaian layak," tandasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pembangunan Masjid Raya Al-Jabbar Capai 56 Persen, Kang Emil: Pengerjaannya Tidak Mudah

Pembangunan Masjid Raya Al-Jabbar Capai 56 Persen, Kang Emil: Pengerjaannya Tidak Mudah

Regional
Meriahkan Y20, Jabar Adakan Youth Innovation Festival untuk Publik

Meriahkan Y20, Jabar Adakan Youth Innovation Festival untuk Publik

Regional
Ridwan Kamil Sebut KTT Y20 Jadi Platform Anak Muda Bangun Masa Depan

Ridwan Kamil Sebut KTT Y20 Jadi Platform Anak Muda Bangun Masa Depan

Regional
Peluang Ekspor Nonmigas Terbuka Lebar, Pemprov Jabar Fokus Dukung Eksportir Muda

Peluang Ekspor Nonmigas Terbuka Lebar, Pemprov Jabar Fokus Dukung Eksportir Muda

Regional
Pertama di Indonesia, Pemkot Cilegon Gandeng PLN Olah Sampah Kota untuk Gantikan Batu Bara

Pertama di Indonesia, Pemkot Cilegon Gandeng PLN Olah Sampah Kota untuk Gantikan Batu Bara

Regional
Harga Sawit Terus Turun, Gubernur Se-Sumatera Bertemu Carikan Solusi

Harga Sawit Terus Turun, Gubernur Se-Sumatera Bertemu Carikan Solusi

Regional
Antisipasi Dampak Psikososial Pascabencana, Pemprov Papua Siagakan 360 Relawan

Antisipasi Dampak Psikososial Pascabencana, Pemprov Papua Siagakan 360 Relawan

Regional
Pemprov Papua Cek Kondisi Sapi Kurban dari Presiden Jokowi

Pemprov Papua Cek Kondisi Sapi Kurban dari Presiden Jokowi

Regional
Bantu Penyintas APG Gunung Semeru, Dompet Dhuafa Dirikan 50 Huntara

Bantu Penyintas APG Gunung Semeru, Dompet Dhuafa Dirikan 50 Huntara

Regional
Bekerja Sama dengan Komunitas Muslim Selandia Baru, Dompet Dhuafa Hadirkan Pos Gizi di Garut

Bekerja Sama dengan Komunitas Muslim Selandia Baru, Dompet Dhuafa Hadirkan Pos Gizi di Garut

Regional
Gubernur Khofifah Sebut Kompetensi ASN Jadi Kunci Perbaikan Kualitas Birokrasi

Gubernur Khofifah Sebut Kompetensi ASN Jadi Kunci Perbaikan Kualitas Birokrasi

Regional
Pemprov Papua Berharap Pemda Hidupkan PMI yang Konsisten Jalankan Misi Kemanusiaan

Pemprov Papua Berharap Pemda Hidupkan PMI yang Konsisten Jalankan Misi Kemanusiaan

Regional
Pemprov Papua Kerahkan 96 Nakes untuk Cek Kondisi Hewan Kurban Jelang Idul Adha

Pemprov Papua Kerahkan 96 Nakes untuk Cek Kondisi Hewan Kurban Jelang Idul Adha

Regional
Wujudkan Pemerintahan yang Bersih dan Akuntabel, Pemprov Papua Maksimalkan Sistem E-Government

Wujudkan Pemerintahan yang Bersih dan Akuntabel, Pemprov Papua Maksimalkan Sistem E-Government

Regional
Optimalkan Pendidikan Anak, Pemkot Madiun Cegah Pernikahan Dini hingga Perangi Stunting

Optimalkan Pendidikan Anak, Pemkot Madiun Cegah Pernikahan Dini hingga Perangi Stunting

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.