Kompas.com - 13/12/2018, 16:53 WIB

KOMPAS.com - Ribuan bangunan permanen dan semi permanen milik warga di sepanjang jalur kereta api Cibatu-Garut dibongkar. PT KAI mengaku telah memberikan biaya bongkar yang sepantasnya dan manusiawi.

Setelah bersih dari bangunan, PT KAI akan segera menghidupkan kembali jalur kereta Cibatu-Garut yang telah "tertidur" sejak 1983.

Banyak pihak meyakini proyek tersebut akan membawa dampak positif bagi warga sekitar, khususnya PT KAI.

Namun faktanya, sejumlah warga kebingungan mencari rumah baru usai tempat tinggalnya dibongkar. Sebagian warga juga mengeluhkan proyek tersebut mengancam jalan kampung warga.

Berikut ini sejumlah fakta yang terungkap:

1. Pembongkaran mengedepankan dialog dengan warga

Sejumlah petugas saat memperbaiki rel kereta yang jebol karena diterjang banjir di Dusun Botokan, Desa Tambakrejo, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan, Jumat (1/7/2016)Kontributor Pasuruan, Andi Hartik Sejumlah petugas saat memperbaiki rel kereta yang jebol karena diterjang banjir di Dusun Botokan, Desa Tambakrejo, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan, Jumat (1/7/2016)

Sebanyak 1.077 bangunan permanen dan semi permanen jalur kereta Cibatu-Garut dibongkar.

PT KAI memberikan biaya pembongkaran Rp 250.000 per meter untuk bangunan permanen, dan Rp 200.000 untuk bangunan semi permanen.

“Nilai (uang bongkar) untuk reaktivasi ini sebesar Rp 15 miliar. Nilai bongkar tiap bangunan berbeda tergantung luas dan jenis bangunan,” kata Direktur PT KAI, Edi Sukmoro.

Edi menjelaskan, reaktivasi mengutamakan dialog ke masyarakat terdampak. Meski warga sudah menempati tanah milik PT KAI, pihaknya tetap berterima kasih. Sebab warga sudah menjaga jalur yang mati.

Setelah reaktivasi jalur selesai, ia berencana ada program pemberdayaan UMKM. Apalagi reaktivasi jalur ini akan membawa dampak positif bagi warga Garut.

Baca Juga: PKB: Reaktivasi 4 Jalur Kereta, Terobosan Baru bagi Jawa Barat

2. Alasan PT KAI menggunakan jalur lama

Ilustrasi kereta apiKOMPAS / AGUS SUSANTO Ilustrasi kereta api
PT KAI merencanakan tahun depan jalur kereta Cibatu-Garut selesai tahun depan. Untuk itu, pembongkaran bangunan di atas jalur kereta tersebut harus segera diselesaikan.

Menurut PT KAI, tidak mungkin untuk membuat jalur baru. Satu-satunya jalan adalah reaktivasi jalur lama. Seperti diketahui, jalur tersebut dioperasikan terakhir kali tahun 1983 dan nantinya akan terkoneksi ke Jakarta

“Kita tetap menggunakan jalur lama, karena kalau jalur baru harus ada pembebasan lahan,” kata Joni Martinus, Manajer Humas PT KAI Daerah Operasional 2 Bandung

Halaman Selanjutnya
Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

36 Desa Wisata Disiapkan untuk Dukung Danau Toba sebagai Destinasi Wisata Super Prioritas

36 Desa Wisata Disiapkan untuk Dukung Danau Toba sebagai Destinasi Wisata Super Prioritas

Regional
Walkot Bobby Salurkan Bantuan Senilai Rp 600.000 kepada Penarik Ojol dan Bentor

Walkot Bobby Salurkan Bantuan Senilai Rp 600.000 kepada Penarik Ojol dan Bentor

Regional
Atalia Praratya: Selain Ibu, Tumbuh Anak Harus Didukung oleh Ayah

Atalia Praratya: Selain Ibu, Tumbuh Anak Harus Didukung oleh Ayah

Regional
Kompetisi JRRC Diharapkan Dorong Perkembangan Wisata Baru di Garut

Kompetisi JRRC Diharapkan Dorong Perkembangan Wisata Baru di Garut

Regional
Kenalkan Tugas dan Fungsi Kepala Daerah, Walkot Bobby Ajak Puluhan Siswa Berkeliling Balai Kota

Kenalkan Tugas dan Fungsi Kepala Daerah, Walkot Bobby Ajak Puluhan Siswa Berkeliling Balai Kota

Regional
Ridwan Kamil Sebut Dirinya Punya Gaya Kepemimpinan yang Berbeda dengan Anies Baswedan

Ridwan Kamil Sebut Dirinya Punya Gaya Kepemimpinan yang Berbeda dengan Anies Baswedan

Regional
Jabar Quick Response Sukses Gelar Kompetisi Mitigasi Bencana JRRC 2022

Jabar Quick Response Sukses Gelar Kompetisi Mitigasi Bencana JRRC 2022

Regional
Atasi Dampak Kenaikan Harga BBM, Pemkot Medan Gelontorkan Subsidi untuk 900 Unit Angkot

Atasi Dampak Kenaikan Harga BBM, Pemkot Medan Gelontorkan Subsidi untuk 900 Unit Angkot

Regional
Banyak Investasi Masuk ke Jateng, Ganjar: Tingkat Layanan Kita Sangat Serius

Banyak Investasi Masuk ke Jateng, Ganjar: Tingkat Layanan Kita Sangat Serius

Regional
Tekan Inflasi di Wonogiri, Bupati Jekek Sebut Akan Buka Banyak Lapangan Pekerjaan

Tekan Inflasi di Wonogiri, Bupati Jekek Sebut Akan Buka Banyak Lapangan Pekerjaan

Regional
Pemprov Jabar Siap Tawarkan 17 Proyek Energi Terbarukan pada Gelaran WJIS 2022

Pemprov Jabar Siap Tawarkan 17 Proyek Energi Terbarukan pada Gelaran WJIS 2022

Regional
Terapkan Materi Pemahaman Wawasan Kebangsaan, Disdik Jabar Dapat Apresiasi dari Lemhannas

Terapkan Materi Pemahaman Wawasan Kebangsaan, Disdik Jabar Dapat Apresiasi dari Lemhannas

Regional
Kenduri Riau 2022 sebagai Daya Kejut Pemulihan Parekraf di Bumi Lancang Kuning

Kenduri Riau 2022 sebagai Daya Kejut Pemulihan Parekraf di Bumi Lancang Kuning

Regional
Capaian Gubernur Arizal Selama 3 Tahun Memimpin Lampung, Nilai Ekspor Tumbuh sampai Angka Kemiskinan Turun

Capaian Gubernur Arizal Selama 3 Tahun Memimpin Lampung, Nilai Ekspor Tumbuh sampai Angka Kemiskinan Turun

Regional
Pelajaran dari Tragedi Kanjuruhan

Pelajaran dari Tragedi Kanjuruhan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.