Fakta di Balik Reaktivasi Jalur KA Cibatu-Garut, Ancam Jalan Kampung hingga Tarif Murah Meriah

Kompas.com - 13/12/2018, 16:53 WIB
Marsinah (60) dan Iyen (48) merupakan dua warga yang terkena dampak reaktivasi jalur kereta Cibatu-Garut-Cikajang. KOMPAS.com/RENI SUSANTIMarsinah (60) dan Iyen (48) merupakan dua warga yang terkena dampak reaktivasi jalur kereta Cibatu-Garut-Cikajang.

Selain itu, di jalur lama, beberapa bangunan masih bisa digunakan. Seperti Stasiun Garut, Wanaraja, dan Stasiun Pasir Jengkol.

Setelah pembongkaran selesai akan dilakukan ground breaking. Kemudian penimbunan tanah dan mendatangkan berbagai material, seperti rel dan bantalan.

“Sistem persinyalannya juga dipantau. Setelah selesai semua, baru bisa dibuka,” kata Joni Martinus.

Baca Juga: Reaktivasi Jalur Kereta Cibatu-Garut, 1.077 Bangunan Dibongkar

3. Warga terancam kehilangan jalan kampung 

Sejumlah warga yang terdampak reaktivasi jalur kereta Cibatu-Garut meminta bantuan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, untuk memberikan jalan masuk ke kampungnya, Cibodas.

“Pak Ridwan Kamil, tolong bantu, kami warga Cibodas punya jalan. Seukuran satu mobil saja. Tolong pak,” ujar salah satu warga, Iyen Nuryeni, kepada Kompas.com, Rabu (12/12/2018).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Iyen menceritakan, sebagian warga menggunakan uang bongkar rumah dari PT KAI untuk membeli rumah di wilayah Cibodas.

Masalahnya, bila PT KAI menggunakan seluruh tanah untuk reaktivasi jalur kereta, warga yang tinggal di Cibodas terancam tak memiliki jalan masuk ke kampung.

“Motor gede gitu ga masuk. Kalau ada motor masuk, kami yang jalan kaki harus berbalik menghadap ke tembok,” kata Iyen.

“Ada tanah PT KAI beberapa meter yang tidak digunakan untuk rel. Kami berharap tanah itu bisa digunakan untuk jalan masuk,” tambahnya.

Iyen dan warga rela untuk pindah dari tanah PT KAI. Mereka hanya meminta diberi jalan akses ke kampung mereka.

Baca Juga: “Pak Ridwan Kamil, Kami Mohon, Bantu Kami Punya Jalan...” 

4. Usai dibongkar, Nenek Marsinah bingung cari rumah

Kereta api Jakarta-Bandung saat melintasi jalur rel kereta api yang ambles dan bahu jalannya bergeser satu meter, di Kampung Cisuren, Desa Mekargalih, Kecamatan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Minggu (12/3/2017). Tribun Jabar/Mega Nugraha Kereta api Jakarta-Bandung saat melintasi jalur rel kereta api yang ambles dan bahu jalannya bergeser satu meter, di Kampung Cisuren, Desa Mekargalih, Kecamatan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Minggu (12/3/2017).

Nenek Marsinah (60) hanya termangu di Stasiun Cibatu, Garut dengan melihat buku rekening BNI miliknya yang berisi uang Rp 10 juta. Uang tersebut merupakan dana bongkar dari PT KAI.

Kini dengan uang Rp 10 juta di tangan, nenek Marsinah tidak tahu harus membeli tanah dan tinggal dimana.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Regional
Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Regional
Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Regional
Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Regional
Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Regional
Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Regional
Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Regional
Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Regional
Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Regional
Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Regional
Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Regional
Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Regional
Dongkrak Perekonomian Kota Madiun, PKL Akan Dapat Pembinaan Khusus

Dongkrak Perekonomian Kota Madiun, PKL Akan Dapat Pembinaan Khusus

Regional
Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Regional
Berkat Proyek Investasi Pabrik Minyak Goreng Sawit, Luwu Utara Raih Juara 2 SSIC 2021

Berkat Proyek Investasi Pabrik Minyak Goreng Sawit, Luwu Utara Raih Juara 2 SSIC 2021

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.