PKB: Reaktivasi 4 Jalur Kereta, Terobosan Baru bagi Jawa Barat

Kompas.com - 14/09/2018, 23:23 WIB
Ilustrasi rel kereta api. THINKSTOCKPHOTOSIlustrasi rel kereta api.

KOMPAS.com - Ketua Fraksi PKB DPRD Jawa Barat H Oleh Soleh yang juga anggota Komisi IV yg membidangi infrastruktur menyambut baik reaktivasi empat jalur kereta api di Jawa Barat.

Rencana itu sudah disampaikan PT Kereta Api Indonesia (KAI) kepada Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Ada empat jalur kereta yang akan diaktifkan kembali, yakni jalur Banjar-Cijulang-Pangandaran-Parigi, Garut-Cikajang, Cikudapateuh Bandung-Banjaran-Ciwidey, dan Rancaekek-Tanjungsari.

Gubernur Ridwan Kamil menyatakan siap membantu PT KAI mewujudkan program tersebut.

Terkait rencana itu, Oleh menyebut sebagai bentuk terobosan baru bagi Jawa Barat. Dia yakin reaktivasi 4 jalur kereta api itu bisa mendongkrak perekonomian di berbagai wilayah di Jawa Barat.

"Ini (reaktivasi 4 jalur kereta) merupakan terobosan baru bagi Jawa Barat. Pastinya ke depan, perekonomian semakin menggeliat tumbuh dari berbagai wilayah. Kemudahan transportasi adalah bagian dari prasyarat utama dalam menggerakkan roda ekonomi," kata Oleh melalui keterangan tertulis kepada Kompas.com, Jumat (14/9/2018).

Baca juga: 4 Jalur KA Jabar Akan Diaktifkan Kembali, Ridwan Kamil Siap Bantu

Oleh pun mengajak kepada masyarakat Jawa Barat untuk mendukung rencana tersebut dan mengawalnya hingga benar-benar terwujud.

"Jika sudah jadi, mari kita pelihara dan rawat bersama karena ini adalah sarana transportasi yang penting bagi masyarakat," tandas Oleh.

Sebelumnya, Ridwan Kamil menjelaskan, reaktivasi empat jalur kereta api memudahkan masyarakat di wilayah yang dilintasi kereta untuk bepergian, baik untuk piknik, mengenyam pendidikan dan lainnya.

Misalnya, jalur Jakarta-Bandung-Pangandaran akan memudahkan warga yang akan berlibur ke Pangandaran.

"Yang dalam kesepakatan sementara ada empat jalur, Jakarta-Bandung-Pangandaran jadi nanti piknik ke Pangandaran cukup naik kereta tidak usah delapan jam muter-muter," katanya.

Lalu reaktivasi Bandung-Ciwidey. Ini nantinya akan ada rekayasa sosial karena jalurnya sudah banyak dihuni oleh mereka-mereka.

"Kemudian ada jalur ke Garut dan ada aktivasi ke Tanjungsari Sumedang lewat Jatinangor sehingga nanti mahasiswa bisa bolak-balik Bandung ke Sumedang," kata pria yang akrab disapa Emil ini.

Terkait anggarannya, Emil mengatakan akan melobi ke pemerintah pusat. Sebab, kata dia, dana reaktivasi tidak akan sepenuhnya ditanggung PT KAI.

Baca juga: Reaktivasi Kereta Api Jalur Selatan Bandung Butuh Rp 3,6 Triliun



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Detik-detik Jazz Tabrak Truk Parkir hingga Membuat 1 Penumpang Tewas

Detik-detik Jazz Tabrak Truk Parkir hingga Membuat 1 Penumpang Tewas

Regional
Sulut Kembali Catatkan Rekor Penambahan Kasus Covid-19, Diduga akibat Libur Akhir Tahun

Sulut Kembali Catatkan Rekor Penambahan Kasus Covid-19, Diduga akibat Libur Akhir Tahun

Regional
Saat Bermain, Anak-anak Temukan Bagian Tubuh Diduga Korban Sriwijaya Air SJ 182

Saat Bermain, Anak-anak Temukan Bagian Tubuh Diduga Korban Sriwijaya Air SJ 182

Regional
Mesum di Kamar Hotel dengan Wanita Lain, Oknum PNS Digerebek Istri, Begini Ceritanya

Mesum di Kamar Hotel dengan Wanita Lain, Oknum PNS Digerebek Istri, Begini Ceritanya

Regional
Tipu Warga soal Jual Beli Tanah, Oknum Kades di Demak Ditahan

Tipu Warga soal Jual Beli Tanah, Oknum Kades di Demak Ditahan

Regional
Wakil Ketua DPRD Jadi Tersangka Kasus Perusakan Hutan

Wakil Ketua DPRD Jadi Tersangka Kasus Perusakan Hutan

Regional
Kapal Nelayan Karam Ditabrak Kapal Tanker, 12 ABK Hilang, Hanya 2 Selamat

Kapal Nelayan Karam Ditabrak Kapal Tanker, 12 ABK Hilang, Hanya 2 Selamat

Regional
Karyawan BRI Alihkan Dana KUR untuk Beli Motor Bekas, Negara Rugi Rp 1 M

Karyawan BRI Alihkan Dana KUR untuk Beli Motor Bekas, Negara Rugi Rp 1 M

Regional
Haji Permata Tewas Tertembak, Massa KKSS Datangi Bea Cukai Kepri

Haji Permata Tewas Tertembak, Massa KKSS Datangi Bea Cukai Kepri

Regional
Hari Ini Kasus Covid-19 di Bali Meroket, Tertinggi sejak Pandemi, Ini Penyebabnya

Hari Ini Kasus Covid-19 di Bali Meroket, Tertinggi sejak Pandemi, Ini Penyebabnya

Regional
Permukiman di Medan Ini Banjir Selama 1,5 Bulan, Begini Penjelasan Dinas PU

Permukiman di Medan Ini Banjir Selama 1,5 Bulan, Begini Penjelasan Dinas PU

Regional
Keraton Yogyakarta Bantah Adanya Pencopotan Jabatan GBPH Prabukusumo

Keraton Yogyakarta Bantah Adanya Pencopotan Jabatan GBPH Prabukusumo

Regional
Sedang Antre Diperbaiki, Satu Kapal Tongkang Batu Bara Kembali Terdampar di Tegal

Sedang Antre Diperbaiki, Satu Kapal Tongkang Batu Bara Kembali Terdampar di Tegal

Regional
Cabuli 13 Anak, Seorang Penjaga Masjid Diancam Hukuman Kebiri

Cabuli 13 Anak, Seorang Penjaga Masjid Diancam Hukuman Kebiri

Regional
Penyebar Kabar Hoaks Meninggalnya Mayor Sugeng Setelah Divaksin Ternyata Napi Kasus Pembunuhan, Pelaku Ditangkap

Penyebar Kabar Hoaks Meninggalnya Mayor Sugeng Setelah Divaksin Ternyata Napi Kasus Pembunuhan, Pelaku Ditangkap

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X