Pembunuhan Sofyan, Sopir Taksi "Online" Palembang, Pelaku Habis Bensin hingga Ikat Pinggang Dikenali Anak

Kompas.com - 15/11/2018, 06:32 WIB
Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Zulkarnain Adinegara menemui keluarga Sofyan (43) sopir taksi online yang tewas dibunuh perampok ketika berada di rumah sakit Bhayangkara Palembang, Rabu (14/11/2018). KOMPAS.com / Aji YK Putra Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Zulkarnain Adinegara menemui keluarga Sofyan (43) sopir taksi online yang tewas dibunuh perampok ketika berada di rumah sakit Bhayangkara Palembang, Rabu (14/11/2018).

Sementara kondisi jenazah yang tinggal tulang sejak tewas pada 15 hari lalu sempat menjadi pertanyaan.

Namun, dari keterangan dokter forensik yang disampaikan Kapolda Sumsel menyatakan hal itu bisa saja terjadi karena kondisi korban dibuang di alam terbuka.

“Bisa saja dimakan binatang buas, jadi tidak melalui proses pembusukan menurut tim dokter begitu. Tapi, untuk memastikan kita menunggu hasil tes DNA,” ujarnya.

 

Sempat habis bensin di tengah jalan

 Aksi perampokan terhadap Sofyan yang dilakukan Ridwan serta tiga rekannya yang lain sempat mengalami kendala. Mobil jenis Daihatsu Sigra dengan plat nomor BG 1274 UN warna hitam milik korban mendadak mati mesin ketika melintas di kawasan Betung, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan.

Kondisi itu membuat salah satu pelaku terpaksa menjual ponsel miliknya seharga Rp 200.000 kepada warga sekitar.

Setelah mendapatkan uang, empat pelaku yang membawa jenazah Sofyan ini langsung membeli bensin dan melanjutkan perjalanan menuju Kabupaten Musi Rawas yang diketahui sebagai kampung halaman para tersangka.

Di tengah jalan perkebunan karet itulah, jenazah Sofyan pun dibuang para pelaku hingga akhirnya ditemukan tinggal tulang.

Baca juga: Proses Panjang Pencarian Sopir Taksi Online Sofyan, hingga Ditemukan Tinggal Tulang

Usai jenazah dibuang, para pelaku berpencar untuk menjual mobil milik Sofyan. Ridwan pun akhirnya pulang usai mendapatkan bagian dari hasil penjualan tersebut.

Kapolda Sumsel Irjen Zulkarnain Adinegara mengatakan, para pelaku diimbau untuk menyerahkan diri sebelum timah panas mendarat di tubuh para tersangka.

Ucapan itu bukan isapan jempol, faktanya dua kasus perampokan sopir taksi online setidaknya empat tersangka telah tewas saat ditangkap petugas.

“Saya imbau keluarga tersangka jangan melindungi, menyerahkan diri lebih baik atau liang kubur menunggu,” tegas Kapolda Sumsel.

Kompas TV Pemerintah meminta operator taksi online mematuhi aturan tarif yang berlaku, pemeriksaan kepatuhan akan dilakukan dengan mengambil sampel taksi online yang beroperasi. Kementerian Perhubungan menetapkan tarif dengan batas bawah sebesar Rp 3.500 serta Rp 6.500 untuk batas atas. Di Pulau Jawa dan Sumatera regulasi ini sedang dalam tahap uji publik di sejumlah kota besar, regulasi diterbitkan menanggapi keluhan pengemudi angkutan online terkait tarif dan "suspend".

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Fobia Jarum Suntik, Kepala Puskesmas Bone Teriak-teriak Saat Vaksinasi Covid-19, Videonya Viral

Fobia Jarum Suntik, Kepala Puskesmas Bone Teriak-teriak Saat Vaksinasi Covid-19, Videonya Viral

Regional
Tak Terima Diberitakan Negatif, Seorang Kontraktor Aniaya Wartawan hingga Babak Belur

Tak Terima Diberitakan Negatif, Seorang Kontraktor Aniaya Wartawan hingga Babak Belur

Regional
Saat Kepala Puskesmas Bone Fobia Jarum Suntik, Berteriak Histeris Saat Divaksin Covid-19, Sampai Harus Dipegangi

Saat Kepala Puskesmas Bone Fobia Jarum Suntik, Berteriak Histeris Saat Divaksin Covid-19, Sampai Harus Dipegangi

Regional
Setelah Wabup Pangandaran, Kini Giliran Bupati Positif Covid-19

Setelah Wabup Pangandaran, Kini Giliran Bupati Positif Covid-19

Regional
Kepala Puskesmas Bone Berteriak Histeris Saat Divaksin Covid-19, Ternyata Fobia Jarum Suntik

Kepala Puskesmas Bone Berteriak Histeris Saat Divaksin Covid-19, Ternyata Fobia Jarum Suntik

Regional
Menantu Dilaporkan Mertua ke Polisi, Tak Nafkahi dan Tinggalkan Istri yang Hamil Tua hingga Melahirkan

Menantu Dilaporkan Mertua ke Polisi, Tak Nafkahi dan Tinggalkan Istri yang Hamil Tua hingga Melahirkan

Regional
Tak Boleh Jemput Ibunya, Seorang Anak Dianiaya Ayah dengan Sapu, Ini Ceritanya

Tak Boleh Jemput Ibunya, Seorang Anak Dianiaya Ayah dengan Sapu, Ini Ceritanya

Regional
Aniaya Wartawan karena Menulis tentang Gedung Puskesmas, Kontraktor Ditahan Polisi

Aniaya Wartawan karena Menulis tentang Gedung Puskesmas, Kontraktor Ditahan Polisi

Regional
Cerita 2 ABG Kembalikan Minuman Hasil Jarahan dari Truk yang Terguling di Tawangmangu: Bukan Hak Saya

Cerita 2 ABG Kembalikan Minuman Hasil Jarahan dari Truk yang Terguling di Tawangmangu: Bukan Hak Saya

Regional
Seorang Dokter Tewas Setelah Sehari Disuntik Vaksin Covid-19, Ini Dugaan Penyebabnya

Seorang Dokter Tewas Setelah Sehari Disuntik Vaksin Covid-19, Ini Dugaan Penyebabnya

Regional
Ini Kata Ahli Forensik soal Dokter Palembang Ditemukan Tewas Sehari Usai Divaksin Covid-19

Ini Kata Ahli Forensik soal Dokter Palembang Ditemukan Tewas Sehari Usai Divaksin Covid-19

Regional
Video Viral Wanita Berambut Pirang Marahi Anggota TNI Saat Razia Masker

Video Viral Wanita Berambut Pirang Marahi Anggota TNI Saat Razia Masker

Regional
Dikira Berkenalan dengan Artis Korea, 8 Perempuan Kena Peras Pria Ini

Dikira Berkenalan dengan Artis Korea, 8 Perempuan Kena Peras Pria Ini

Regional
Fakta Unila Batal Terjunkan 4.317 Mahasiswa KKN, Didesak Warganet hingga Konsultasi ke Kemdikbud

Fakta Unila Batal Terjunkan 4.317 Mahasiswa KKN, Didesak Warganet hingga Konsultasi ke Kemdikbud

Regional
Cerita di Balik Bayi 4 Bulan Dicekoki Miras, Paman Mengaku Iseng agar Ponakannya Tak Menangis

Cerita di Balik Bayi 4 Bulan Dicekoki Miras, Paman Mengaku Iseng agar Ponakannya Tak Menangis

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X