Polisi Amankan 5 Pencuri Baterai Lampu Jalan Raya yang Resahkan Warga

Kompas.com - 12/11/2018, 20:01 WIB
Kelima tersangka pencurian baterai lampu jalan raya di beberapa perempatan yang ada di Lamongan, saat dihadirkan dalam rilis di Mapolres Lamongan, Senin (12/11/2018). KOMPAS.com / HamzahKelima tersangka pencurian baterai lampu jalan raya di beberapa perempatan yang ada di Lamongan, saat dihadirkan dalam rilis di Mapolres Lamongan, Senin (12/11/2018).

LAMONGAN, KOMPAS.com – Satreskrim Polres Lamongan mengamankan lima pelaku pencurian 20 unit baterai lampu jalan raya (traffic light), yang terpasang di beberapa perempatan jalan raya di Lamongan.

Kelima pelaku yakni MNS (26), AS (19), H (19), R (20), serta IA (27), yang semuanya tercatat sebagai warga Kabupaten Sumenep, Madura.

Mereka berhasil diamankan pihak kepolisian pada Jumat (9/11/2018) lalu, selepas menjalankan aksinya di dua lokasi berbeda pada Rabu (7/11/2018).

Baca juga: Waspada Pencuri Sepeda Motor Modus Pelanggan Panti Pijat

“Alhamdulillah, kami berhasil mengamankan para tersangka pada Jumat kemarin. Ini merupakan pengembangan dari laporan masyarakat pada Rabu sebelumnya, jika ada traffic light yang tidak menyala pada malam hari. Tentu ini meresahkan warga,” ujar Kasatreskrim Polres Lamongan, AKP Wahyu Norman Hidayat, dalam rilis di Mapolres Lamongan, Senin (12/11/2018).

Dalam aksinya, para pelaku membawa kabur 10 unit baterai lampu jalan raya yang terletak di perempatan pegadaian Kota Lamongan, serta 10 unit baterai lampu jalan raya yang ada di perempatan Family.

“Sebenarnya ada tiga TKP (Tempat Kejadian Perkara). Selain di perempatan Pegadaian dan Family, mereka juga sempat coba mencuri barang yang sama di perempatan Pagerwojo, Jalan Pahlawan. Namun, saat di perempatan Pagerwojo, barang belum sempat diambil lantaran keburu ketahuan warga,” ujar dia.

Atas perbuatan yang dilakukan oleh para tersangka, kerugian diperkirakan mencapai Rp 40 jutaan bila mengacu dari harga normal baterai tersebut di pasaran.

Namun, salah seorang tersangka mengatakan, bila mereka menjualnya kepada penadah, 20 unit baterai hanya dihargai tidak lebih dari Rp 8 juta.

“Hasilnya sudah kami bagi rata berlima. Sementara buat mencukupi kebutuhan sehari-hari,” ucap MNS, dihadapan polisi dan awak media.

Baca juga: Pencuri di Timika Ini Sembunyikan Barang Toko Dalam Stagen Ibu Hamil

Selain kelima tersangka, polisi juga masih mengembangkan kasus ini dengan melacak keberadaan pihak penadah barang curian.

Kelima tersangka dijerat dengan Pasal 363 KUHP tentang Pencurian, dengan ancaman hukuman lima tahun penjara.

Polisi juga berhasil mengamankan sejumlah barang bukti, mulai dari satu unit mobil Toyota Avanza dengan nomor polisi A 1040 AN warna hitam yang digunakan beraksi, dua unit ponsel, serta beberapa peralatan pendukung yang digunakan para tersangka dalam menjalankan aksinya seperti obeng, tang, kunci pas, gunting, maupun kunci roda.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

MK Tampung 7 Gugatan Paslon di Pilkada Serentak Sumbar 2020

MK Tampung 7 Gugatan Paslon di Pilkada Serentak Sumbar 2020

Regional
Pura-pura Cari Kos, Pemuda Asal Kuningan Ini Malah Curi Laptop

Pura-pura Cari Kos, Pemuda Asal Kuningan Ini Malah Curi Laptop

Regional
Relawan PMI Gunungkidul Hampir Setiap Hari Makamkan Korban Covid-19

Relawan PMI Gunungkidul Hampir Setiap Hari Makamkan Korban Covid-19

Regional
Misteri Mayat Anak Perempuan di Subang, Ada Lelaki yang Letakkan Karung Sehari Sebelum Penemuan

Misteri Mayat Anak Perempuan di Subang, Ada Lelaki yang Letakkan Karung Sehari Sebelum Penemuan

Regional
Ahli Waris Korban Sriwijaya Air SJ 182 Terima Santunan Rp 50 Juta

Ahli Waris Korban Sriwijaya Air SJ 182 Terima Santunan Rp 50 Juta

Regional
Pengakuan Pelaku Usai Bunuh Wanita Teman Kencan di Hotel: Saya Takut Dipenjara

Pengakuan Pelaku Usai Bunuh Wanita Teman Kencan di Hotel: Saya Takut Dipenjara

Regional
Bupati Pati Buka Masker Saat Sesi Foto Kondangan, Ganjar: Mau Foto, Mau Enggak, Tidak Boleh

Bupati Pati Buka Masker Saat Sesi Foto Kondangan, Ganjar: Mau Foto, Mau Enggak, Tidak Boleh

Regional
Kristen Gray Bakal Diperiksa soal Twit Ajak Warga Asing ke Bali Saat Pandemi Covid-19

Kristen Gray Bakal Diperiksa soal Twit Ajak Warga Asing ke Bali Saat Pandemi Covid-19

Regional
Kristen Gray Gunakan Visa Kunjungan untuk Masuk Bali Awal 2020, Alamatnya Kini Terdeteksi

Kristen Gray Gunakan Visa Kunjungan untuk Masuk Bali Awal 2020, Alamatnya Kini Terdeteksi

Regional
Kebun dan Tambang Ilegal 17 Juta Hektar, Dedi Mulyadi: Negara Rugi Dua Kali

Kebun dan Tambang Ilegal 17 Juta Hektar, Dedi Mulyadi: Negara Rugi Dua Kali

Regional
Gunung Merapi Luncurkan Awan Panas Sejauh 1.800 Meter ke Arah Kali Krasak dan Boyong

Gunung Merapi Luncurkan Awan Panas Sejauh 1.800 Meter ke Arah Kali Krasak dan Boyong

Regional
Puting Beliung Terjang Rote Ndao, 17 Rumah Warga Rusak

Puting Beliung Terjang Rote Ndao, 17 Rumah Warga Rusak

Regional
Gubernur Bengkulu Diperiksa KPK Terkait Kasus Suap Edhy Prabowo, Ini Komentar Pengacaranya

Gubernur Bengkulu Diperiksa KPK Terkait Kasus Suap Edhy Prabowo, Ini Komentar Pengacaranya

Regional
48 Lansia di Banyumas Positif Covid-19 Usai Jalani Tes Cepat Antigen

48 Lansia di Banyumas Positif Covid-19 Usai Jalani Tes Cepat Antigen

Regional
Komisi IV Ungkap Kebun dan Tambang Ilegal di Indonesia 17 Juta Hektar

Komisi IV Ungkap Kebun dan Tambang Ilegal di Indonesia 17 Juta Hektar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X