Gajah Bertahan di Permukiman, Anak-anak Diliburkan Sekolah dan Mengaji

Kompas.com - 05/11/2018, 16:08 WIB
Foto dokumentasi Tgk Samsuar warga Geumpang, tiga ekor gajah liar turun ke pemukiman warga Desa Leupu, Kecamatan Geumpang, Kabupaten Pidie, Senin  (04/11/2018) KOMPAS.COM/RAJA UMARFoto dokumentasi Tgk Samsuar warga Geumpang, tiga ekor gajah liar turun ke pemukiman warga Desa Leupu, Kecamatan Geumpang, Kabupaten Pidie, Senin (04/11/2018)

 


BANDA ACEH, KOMPAS.com- Tiga ekor gajah liar yang mengancam keselamatan dan merusak berbagai jenis tanaman di ladang milik warga Desa Leupu, Kecamatan Geumpang, Kabupaten Pidie, hingga hari ini masih berada di pemukiman penduduk.

Sehingga, anak-anak di pedalaman Kabupaten Pidie mulai hari ini terpaksa tidak diizinkan sementara untuk pergi ke sekolah dan mengaji.

Gajah sampai sekarang masih berada di kampung, masyarakat mulai trauma, bahkan anak-anak sudah kami larang untuk pergi sekolah dan mengaji sementara karena takut amukan gajah,” kata Kepala Desa Leupu, Kecamatan Gumpang, Kabupaten Pidie Muhammad Isa (38) saat dihubungi Kompas.com, Senin (05/11/2018).

Baca juga: Kawanan Gajah Liar Serang Penduduk di Pedalaman Pidie, 4 Anak Pingsan

Selain harus merelakan kehilangan berbagai jenis tanaman di ladang sebagai sumber penghasilan warga yang umumnya petani, kini mereka juga mulai trauma untuk melakukan akvitas di luar rumah.

Sebab, 3 ekor gajah liar masih berkeliaran di permukiman mereka.

“Kalau tanaman di ladang sudah habis semua, sebagai sumber penghasilan utama kami, sekarang warga pun sudah mulai trauma tidak berani melakukan apa-apa,” katanya.

Warga hanya dapat berharap segera ada penanganan dari dinas terkait untuk menggiring gajah dari permukiman yang telah merusak tanaman dan mengancam keselamatan mereka.

“Harapan kami segera ada penanganan segera, warga sudah trauma dan gajah sudah mulai mengancam keselamatan," katanya.

Sementara itu, sejumlah petugas dari BKSDA Resor Pidie dan CRU Mila sudah tiba di Desa Leupu, Kecamatan Gumpang sejak pagi tadi. Namun, hari ini mereka hanya melihat lokasi keberadaan gajah dan kerusakan tanaman.

“Tadi sudah sampai tim dari BKSDA, tapi mereka hanya melihat lokasi gajah dan kerusakan tanaman, belum ada kepastian kapan akan dilakukan penggiringan gajah,” ujarnya.

Kompas TV PLN mengerahkan 300 orang tim gabungan dari berbagai daerah untuk memulihkan listrik Kota Palu.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Peduli Warga Terdampak Pandemi di Salatiga, Partai Golkar Gelar Baksos dan Pengobatan Gratis

Peduli Warga Terdampak Pandemi di Salatiga, Partai Golkar Gelar Baksos dan Pengobatan Gratis

Regional
Turunkan Angka Kemiskinan di Jateng, Ganjar Targetkan Pembangunan 100.000 RSLH

Turunkan Angka Kemiskinan di Jateng, Ganjar Targetkan Pembangunan 100.000 RSLH

Regional
8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

Regional
Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Regional
Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Regional
Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.