Pelantikan Benny Bachtiar Jadi Sekda Kota Bandung Dinilai Mendesak

Kompas.com - 05/11/2018, 13:34 WIB
Wali Kota Bandung Oded M Danial tengah menjelaskan pemberian nama Donggalah kepada bayi harimau Benggala yang lahir 22 Agustus 2018 lalu. Nama itu diberikannya sebagai pengingat peristiwa gempa di Sulawesi Tengah khususnya Kabupaten Donggala yang telah memakan korban jiwa hingga ribuan orang. KOMPAS.com/AGIEPERMADIWali Kota Bandung Oded M Danial tengah menjelaskan pemberian nama Donggalah kepada bayi harimau Benggala yang lahir 22 Agustus 2018 lalu. Nama itu diberikannya sebagai pengingat peristiwa gempa di Sulawesi Tengah khususnya Kabupaten Donggala yang telah memakan korban jiwa hingga ribuan orang.

BANDUNG, KOMPAS.com - Pemerintah Kota Bandung belakangan ini menghadapi dua peristiwa penting yang cukup mencoreng citra baik ibu kota Provinsi Jawa Barat ini.

Pertama, opini wajar tanpa pengecualian (WTP) dari BPK dalam Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) 2017 yang gagal diraih. Kedua, ditolaknya APBD Perubahan 2018 oleh Pemprov Jabar karena keterlambatan pengajuan.

Menurut Ketua Lembaga Pengkajian Masalah Kebijakan (L'Pemka) Bandung Tubagus Kun, kedua peristiwa ini menjadi alarm tanda bahaya bagi Pemkot Bandung.

“Bayangkan, dari 28 pemda di Jabar, hanya tiga yang gagal raih WTP, yaitu Kota Bandung, Kabupaten Bandung Barat dan Kabupaten Subang. Kan, sedih Kota Bandung masuk dalam minoritas yang laporan keuangannya masih ada masalah," ujar Tibagus saat dihubungi melalui ponselnya, Senin (4/11/2018).

Tubagus menambahkan, ditolaknya APBD Perubahan Kota Bandung 2018 oleh Pemprov Jawa Barat juga dinilai memalukan untuk sebuah pemerintahan yang selama ini menjadi panutan daerah-daerah lain di Indonesia.

“Begitupun soal keterlambatan pengajuan APBD Perubahan. Ini saya rasa agak memalukan, seperti remeh temeh sekaliber Pemkot Bandung terlambat mengajukan anggaran. Bukan karena hal-hal prinsip, melainkan karena lalai menepati waktu. Dampaknya amat buruk, karena di sisa tahun Pemkot Bandung terpaksa hanya bisa gunakan anggaran murni. Berapa banyak program yang terhambat? Berapa kerugian yang diderita pemkot dan rekanan,” sambungnya.

Baca juga: Kemendagri Vs Wali Kota Bandung Dalam Drama Jabatan Sekda Kota Bandung

Dengan dua kejadian tersebut, Tubagus menilai posisi sekda definitif yang saat ini masih kosong sangat diperlukan untuk memperbaiki kondisi tersebut.

Tubagus menilai, Bachtiar yang menjadi pilihan wali kota Bandung sebelumnya, Ridwan Kamil, dan disetujui oleh Kementerian Dalam Negeri untuk menempati posisi sebagai sekda Kota Bandung sudah tepat.

Untuk itu, Tubagus menyarankan agar Wali Kota Bandung yang baru, Oded M Danial, bisa berbesar hati menerima Benny Bachtiar sebagai sekda Kota Bandung.

"Karena Kemendagri sudah memutuskan seperti itu, dan Pak Wali Kota bisa mengevaluasinya jika memang kinerjanya tak sesuai harapan. Namun saya yakin, seseorang yang sudah diseleksi Kemenpan RB, dipilih melalui mekanisme open bidding yang fair, akan mampu mengikuti keinginan wali kota dalam pemerintahan," kata Tubagus.

Tubagus menilai wajar jika Oded tidak setuju jika Benny Bachtiar menjadi Sekda Kota Bandung. Sebab, pemerintah Kota Bandung lebih mengenal nama Ema Sumarna yang sudah malang melintang menangani beberapa SKPD meski beberapa kali pula gagal meraih WTP.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Warga Surabaya Ingin Risma Buat Taman Berisi Pohon Tabebuya

Warga Surabaya Ingin Risma Buat Taman Berisi Pohon Tabebuya

Regional
Lima Gempa Bumi Guncang Sumbar dalam Kurun Seminggu

Lima Gempa Bumi Guncang Sumbar dalam Kurun Seminggu

Regional
Kulon Progo Bakal Terapkan Denda hingga Penjara bagi Perokok di Kawasan Tanpa Rokok

Kulon Progo Bakal Terapkan Denda hingga Penjara bagi Perokok di Kawasan Tanpa Rokok

Regional
Turis Belanda Tewas Bunuh Diri, Tinggalkan Surat Wasiat Minta Maaf

Turis Belanda Tewas Bunuh Diri, Tinggalkan Surat Wasiat Minta Maaf

Regional
Izin Operasional Bandara Notohadinegoro Jember Mati Sejak Maret 2018

Izin Operasional Bandara Notohadinegoro Jember Mati Sejak Maret 2018

Regional
Kronologi Bentrok Antar Mahasiswa Universitas HKBP Nommensen

Kronologi Bentrok Antar Mahasiswa Universitas HKBP Nommensen

Regional
Setelah 48 Jam, Akses Jalan yang Tertutup Longsor di Agam Bisa Terbuka

Setelah 48 Jam, Akses Jalan yang Tertutup Longsor di Agam Bisa Terbuka

Regional
Nenek Hilang 7 Hari di Hutan, Tim SAR Gabungan Hentikan Pencarian

Nenek Hilang 7 Hari di Hutan, Tim SAR Gabungan Hentikan Pencarian

Regional
Investor Serbu Jateng, Nilai Investasi Masuk Capai Rp 211,19 Triliun

Investor Serbu Jateng, Nilai Investasi Masuk Capai Rp 211,19 Triliun

Regional
Gubernur Olly Lobi Pemerintah Pusat agar KTT G20 Tahun 2023 Digelar di Sulawesi Utara

Gubernur Olly Lobi Pemerintah Pusat agar KTT G20 Tahun 2023 Digelar di Sulawesi Utara

Regional
Bupati Asmat: Pemekaran Provinsi Papua Selatan Sesuai Aspirasi Masyarakat

Bupati Asmat: Pemekaran Provinsi Papua Selatan Sesuai Aspirasi Masyarakat

Regional
Ditangkap di Malaysia, Anak Suporter Indonesia Kerap Tangisi Ayahnya

Ditangkap di Malaysia, Anak Suporter Indonesia Kerap Tangisi Ayahnya

Regional
Seorang Pelajar Tembaki Warga yang Sedang Berhenti di Lampu Merah, 1 Orang Terluka

Seorang Pelajar Tembaki Warga yang Sedang Berhenti di Lampu Merah, 1 Orang Terluka

Regional
Penusukan Guru SMK di Kulonprogo, Pelaku Diduga Idap Gangguan Jiwa

Penusukan Guru SMK di Kulonprogo, Pelaku Diduga Idap Gangguan Jiwa

Regional
Guru Agama Ditangkap karena Diduga Raba Alat Vital Muridnya

Guru Agama Ditangkap karena Diduga Raba Alat Vital Muridnya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X