Kompas.com - 17/10/2018, 18:45 WIB
FA (tengah) diamankan polisi karena membuka praktik penggandaan uang mirip Dimas Kanjeng KOMPAS.com/ACHMAD FAIZALFA (tengah) diamankan polisi karena membuka praktik penggandaan uang mirip Dimas Kanjeng

SURABAYA, KOMPAS.com - Seorang pemuda asal Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, diamankan Tim Jatanras Polda Jawa Timur pada awal pekan lalu setelah terbukti melakukan praktik penggandaan uang. Modusnya hampir sama dengan Dimas Kanjeng.

Berdasarkan catatan polisi, FA yang baru berusia 22 tahun ini telah menipu 4 korban, yaitu seorang kepala desa di Pasuruan dengan nilai kerugian Rp 445 juta, dua warga Sidoarjo masing-masing kerugian Rp 15 juta dan Rp 22,5 juta, serta pegawai swasta warga Pasuruan dengan nilai kerugian Rp 28 juta.

Baca juga: Dimas Kanjeng Batal Pamer Keahlian Keluarkan Makanan dari Jubahnya

Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim AKBP Leonard Sinambela mengatakan, modus penipuan hampir mirip seperti yang dilakukan oleh narapidana kasus dugaan penipuan dan penggelapan asal Probolinggo, Dimas Kanjeng.

"Semula pelaku memamerkan bahwa dia mampu menggandakan uang asli yang sudah disiapkan. Korban dibawa ke ruang gelap dan diminta memejamkan mata," kata Leonard, Rabu (17/10/2018).

Baca juga: Dimas Kanjeng Siap Hadapi Vonis, Pengikutnya Pamer Duit

Setelah itu, korban diberi sekardus uang untuk dibawa pulang. Namun, korban diminta pula untuk tidak membuka uang sebelum diinstruksikan oleh pelaku.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Penasaran dengan isu kardus, salah satu keluarga korban lantas membuka dan isinya uang palsu," tuturnya.

Dalam praktiknya, pemuda yang biasa mengobati orang sakit ini juga mewajibkan korbannya membeli bahan pendukung ritual seperti minyak dan daun seharga Rp 13 juta sampai Rp 20 juta.

"Salah satu pengakuan korban kepada polisi, korban merasa seperti dihipnotis agar menuruti semua perintah pelaku," ucap Leonard.

Selain mengamankan uang palsu, polisi juga mengamankan beragam barang bukti alat-alat perdukunan dan harta pelaku yang diduga dibeli dari hasil menipu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Regional
Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Regional
Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Regional
Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Regional
Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Regional
Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Regional
Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Regional
Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Regional
Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Regional
Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Regional
Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Regional
Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Regional
ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

Regional
Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Regional
Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.