Ribuan Perempuan Berseragam "Kompeni" Menari Angguk di Alun-alun Wates

Kompas.com - 16/10/2018, 06:16 WIB
Ribuan penari Tari Angguk menanti waktu untuk beraksi di Alun-alun Kota Wates, Kulon Progo. Aksi mereka demi memeriahkan peringatan HUT ke-67 Kulon Progo, Senin (15/10/2018). KOMPAS.com/DANI JRibuan penari Tari Angguk menanti waktu untuk beraksi di Alun-alun Kota Wates, Kulon Progo. Aksi mereka demi memeriahkan peringatan HUT ke-67 Kulon Progo, Senin (15/10/2018).

KULON PROGO, KOMPAS.com - Ribuan penari Tari Angguk melenggak-lenggok di Alun-alun Kota Wates, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Mereka memukau warga Kulon Progo yang memadati lapangan itu sepanjang sore.

Sewu Angguk, begitu dinamai, merupakan salah satu agenda dalam Menoreh Art Festival 2018 yang berlangsung 7-27 Oktober 2018. Festival merupakan ajang pertunjukan seni dan budaya asli Kulon Progo untuk memeriahkan Hari Jadinya yang ke-67.

Tari Angguk dipentaskan karena tari ini kebanggaan masyarakat Kulon Progo. Pemerintah berniat tidak berhenti menggelorakan tari ini demi semakin mengakar di masyarakat. Tari ini pula yang menjadi puncak perayaan HUT Kulon Progo pada 15 Oktober 2018 ini.

“Kita ingin angguk bisa semakin dicintai masyarakat dan bagaimana masyarakat bisa melakukannya. Angguk ini juga sudah menjadi salah satu anugerah pesona Indonesia yang harus terus dipromosikan,”  kata Joko Mursito, Sekretaris Dinas Kebudayaan, Senin (15/10/2018).

Baca juga: Gandrungnya Masyarakat Kulon Progo pada Goyang Senam Angguk

Para penari dikumpulkan dari berbagai sanggar tari dan pelajar-pelajar sekolah menengah atas dan pertama seluruh Kulon Progo. Bagi para pemilik sanggar tidak sulit mengumpulkan penari sebanyak itu di Kulon Progo.

Tari Angguk produk budaya paling popular di kabupaten ini. Tercatat lebih dari 40 kelompok tari atau sanggar muncul di 12 kecamatan. “Girimulyo saja sampai 8 sanggar. Kokap 4. Satu sanggar bisa 30 orang baik penari dan pemusik. Tidak sulit mengumpulkan mereka,” kata Istinah, pelatih Angguk di Girimulyo.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pemerintah menjadikan Tari Angguk sebagai unggulan. Bahkan, pemerintah memberi perhatian besar pada tari ini melalui sekolah-sekolah.

“Tari ini mudah diikuti. Bahkan sekarang menjadi ekstrakulikuler di  semua sekolah semua tingkatan, SD, SMP, dan SMA,” kata Ari Hargiatmi, pemiik Sanggar Singlon di Kecamatan Pengasih.

Baca juga: Kulon Progo Kembangkan Suvenir Khas Penari Angguk

Melatih mereka yang berasal dari latar belakang berbeda, rupanya tidak rumit. Para penari itu terbiasa dan cukup jam terbang terjun ke berbagai pertunjukan Angguk. Dalam dua pekan, mereka berlatih 5 kali berdasar masing-masing kelompoknya, kemudian berlatih 3 kali dalam gabungan seluruh kelompok.

Alhasil, para penari itu mampu beraksi massal sepanjang 15 menit di bawah tatap mata ribuan warga yang juga baru saja selesai mengikuti upacara Hari Jadi di alun-alun.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Regional
Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Regional
Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Regional
Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Regional
Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Regional
Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Regional
ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

Regional
Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Regional
Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Regional
Pemkot Jabar Sambut Baik Vaksinasi Covid-19 Massal yang Diselenggarakan PT MUJ

Pemkot Jabar Sambut Baik Vaksinasi Covid-19 Massal yang Diselenggarakan PT MUJ

Regional
Bobby Berhasil Percepat Pemulihan Ekonomi Medan, Akademisi USU Berikan Pujian

Bobby Berhasil Percepat Pemulihan Ekonomi Medan, Akademisi USU Berikan Pujian

Regional
Komisi III DPRD Kalsel Setuju Kewenangan Pajak Pertambangan Dikendalikan Pemda

Komisi III DPRD Kalsel Setuju Kewenangan Pajak Pertambangan Dikendalikan Pemda

Regional
Lewat 'Wonderful Rongkong', Luwu Utara Perkenalkan Potensi Pariwisata kepada Investor

Lewat "Wonderful Rongkong", Luwu Utara Perkenalkan Potensi Pariwisata kepada Investor

Regional
Bupati Jekek Optimistis Pembangunan 14.142 RTLH Wonogiri Selesai pada 2024

Bupati Jekek Optimistis Pembangunan 14.142 RTLH Wonogiri Selesai pada 2024

Regional
 Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.