Mengenal Robin, Si Penyelamat di Tengah Banjir… - Kompas.com

Mengenal Robin, Si Penyelamat di Tengah Banjir…

Kompas.com - 13/10/2018, 12:08 WIB
Masyarakat menaiki robin di Desa Cingkam, Kecamatan Gunung Meuriah, Aceh Singkil, Sabtu (13/10/2018)Foto BPBD Aceh Singkil Masyarakat menaiki robin di Desa Cingkam, Kecamatan Gunung Meuriah, Aceh Singkil, Sabtu (13/10/2018)

ACEH SINGKIL, KOMPAS.com – Ini bukan cerita Robin Hood, legenda dalam cerita rakyat Inggris. Si penyelamat dan melawan pejabat korup era lampau. Namun ini cerita tentang Robin—sebutan masyarakat Aceh Singkil, Aceh, untuk perahu nelayan ukuran kecil.

Nama robin itu mengacu pada nama mesin perahu kecil tersebut yaitu Robin Subaru, pabrikan asal Jepang.

Di tengah banjir yang merendam lintas jalan utama menghubungkan Kecamatan Gunung Meuriah dengan Kecamatan Singkohor, Kabupaten Aceh Singkil, maka robin lah menjadi penghubung.

Sepanjang lima kilometer jalan utama tepatnya di Desa Cingkam terendam setinggi satu meter. Akibatnya, kendaraan tak bisa melintas.

“Maka, yang mau menyeberang harus naik robin. Satu orangnya bayar Rp 10.000, kalau pakai sepeda motor jadi Rp 50.000,” sebut Jirin Capah, salah seorang warga di Desa Cingkam.

Baca juga: 6 Kecamatan di Aceh Singkil Terendam Banjir

Dia menyebutkan, masyarakat dua kecamatan itu tak punya pilihan selain menaiki robin. Itu pula yang menjadi penyelamat untuk masyarakat setempat.

Jirin menyebut, meluapnya Sungai Cinendang di kawasan itu saban musim penghujan menjadi penyebab banjir. Seharusnya, kata Jirin, pemerintah mencari solusi jangka panjang mengatasi banjir.

“Sehingga tidak terus menerus kami merasakan banjir,” terangnya.

Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Singkil menyebutkan banjir yang terjadi sejak kemarin merendam enam kecamatan.

Menjelang tadi malam, banjir bahkan meluas dan merendam tujuh kecamatan diantaranya, Kecamatan Suro, Singkohor, Kota Baharu, Simpang Kanan, Gunung Meriah, Singkil Utara dan Kecamatan Danau Paris, Aceh Singkil.

Baca juga: Usai Ancaman Kabut Asap, Kini Palembang Dihantui Banjir

Dampak Banjir

BPBD Aceh Singkil mencatat khusus untuk Kecamatan Danau Paris, Aceh Singkil, juga terjadi longsor yang mengakibatkan satu rumah tertimbun longsor di Desa Situbuh-tubuh. Sedangkan kecamatan lainnya hanya terendam banjir.

“Belum ada pengungsian, karena mayoritas penduduk memiliki rumah panggung,” sebut petugas informasi BPBD Aceh Singkil, Rosi Kusuma Wardani.

Tim gabungan sambung Rosi dari BPBD, Dinas Sosial, Kodim Aceh Singkil, Polres Aceh Singkil dan sejumlah camat sejak kemarin dilaporkan siaga di lokasi banjir.

Baca juga: 5 BERITA POPULER NUSANTARA: Gempa Guncang Sumenep, Pesta Seks di Surabaya, hingga Banjir di Medan

Hal senada disebutkan Camat Gunung Meriah, Aceh Singkil, Johan Pahmi Sanip, menyebutkan lima desa di kecamatan itu terparah direndam banjir.

Dia merincikan sebanyak 177 kepala keluarga terendam banjir di Desa Rimo, Desa Penjahitan 42 kepala keluarga, Desa Sianjo-anjo 81 kepala keluarga, Desa Cingkam 84 kepala keluarga, dan Desa Tanah Merah sebanyak 30 kepala keluarga.

“Kalau ditotal jumlah jiwanya, sekitar 1000 orang terdampak banjir,” kata Johan.

Dia mengaku hingga kini belum ada pengungsian. Masyarakat sambungnya hanya memasang jembatan darurat dari jalan ke rumah, karena pekarangan terendam banjir. Sebagian besar masyarakat memiliki rumah panggung.

Sebelumnya diberitakan enam kecamatan terendam akibat hujan deras di Kabupaten Aceh Singkil. Ribuan rumah dan fasilitas pemerintah terendam.


Terkini Lainnya

Penyebab Banjir Sulsel, Pintu Air di Dua Bendungan Dibuka

Penyebab Banjir Sulsel, Pintu Air di Dua Bendungan Dibuka

Regional
Lantik Bupati dan Wabup Garut, Ini Janji Ridwan Kamil

Lantik Bupati dan Wabup Garut, Ini Janji Ridwan Kamil

Regional
Takut Longsor, Warga Cisolok Sukabumi Ada yang Mengungsi ke Banten

Takut Longsor, Warga Cisolok Sukabumi Ada yang Mengungsi ke Banten

Regional
Mahasiswa UNG Korban Kekerasan Alami Gangguan Pendengaran Hingga Trauma

Mahasiswa UNG Korban Kekerasan Alami Gangguan Pendengaran Hingga Trauma

Regional
Terpeleset Saat Bermain, Bocah SD Ditemukan Tewas di Dasar Embung

Terpeleset Saat Bermain, Bocah SD Ditemukan Tewas di Dasar Embung

Regional
Fakta Rencana Penutupan TN Komodo oleh Gubernur NTT, Tawarkan Revitalisasi hingga Tanggapan Wapres Jusuf Kalla

Fakta Rencana Penutupan TN Komodo oleh Gubernur NTT, Tawarkan Revitalisasi hingga Tanggapan Wapres Jusuf Kalla

Regional
Sumur Semburkan Lumpur dan Gas, 10 Kepala Keluarga Mengungsi

Sumur Semburkan Lumpur dan Gas, 10 Kepala Keluarga Mengungsi

Regional
Sidang Kasus Penguasaan Lahan, Hercules Cecar Pertanyaan ke Bos PT Nila Alam

Sidang Kasus Penguasaan Lahan, Hercules Cecar Pertanyaan ke Bos PT Nila Alam

Megapolitan
Ridwan Kamil: Dalam Waktu Dekat, Kredit Infrastruktur Daerah Diluncurkan

Ridwan Kamil: Dalam Waktu Dekat, Kredit Infrastruktur Daerah Diluncurkan

Regional
Penagihan Door-to-Door Efektif Kumpulkan Pajak

Penagihan Door-to-Door Efektif Kumpulkan Pajak

Megapolitan
Polri: Hasil Analisis Rekaman CCTV Bom di Rumah Pimpinan KPK Masih Kabur

Polri: Hasil Analisis Rekaman CCTV Bom di Rumah Pimpinan KPK Masih Kabur

Nasional
Biografi Tokoh Dunia: Fabian Gottlieb, Penjelajah Pertama Rusia ke Kutub Selatan

Biografi Tokoh Dunia: Fabian Gottlieb, Penjelajah Pertama Rusia ke Kutub Selatan

Internasional
Pasca-bencana Banjir, PLN Segera Pulihkan Sistem Kelistrikan di Sulsel

Pasca-bencana Banjir, PLN Segera Pulihkan Sistem Kelistrikan di Sulsel

Regional
Karangan Bunga untuk BTP Berdatangan di Mako Brimob Depok

Karangan Bunga untuk BTP Berdatangan di Mako Brimob Depok

Megapolitan
Ada Rumah dan Bangunan Rusak Jelang Amblesnya Jalan Raya Gubeng

Ada Rumah dan Bangunan Rusak Jelang Amblesnya Jalan Raya Gubeng

Regional

Close Ads X