Kompas.com - 01/10/2018, 07:51 WIB
Warga Kota Makassar berbondong-bodong membawa bantuan di RS Wahidin Sudirohusodo, Makassar, Minggu (30/9/2018) malam. KOMPAS.com/Hendra CiptoWarga Kota Makassar berbondong-bodong membawa bantuan di RS Wahidin Sudirohusodo, Makassar, Minggu (30/9/2018) malam.

MAKASSAR, KOMPAS.com – Sebanyak 36 korban gempa bumi dan tsunami di Palu, Sulawesi Tengah dirawat di RS Wahidin Sudirohusodo, Makassar, Sulawesi Selatan.

Warga Makassar yang mengetahui hal itu, berbondong-bondong membawa bantuan pakaian dan makanan ke rumah sakit tersebut.  

Kedatangan warga diawali dengan pesan berantai yang berisi, RS Wahidin Sudirohusodo saat ini penuh dengan korban gempa bumi dan tsunami di Palu yang membutuhkan bantuan.

“Tabe/Punten/Permisi.... IGD RS Wahidin Full pasien korban gempa Palu... masih ditunggu lagi 2 pesawat... mereka tidak ada baju ganti... mohon kepada teman-teman yang ada baju dewasa dan anak-anak yang masih layak dipakai bisa langsung ke IGD RS Wahidin Sudirohusodo, Makassar. #Mohon Dishare”

Baca juga: BERITA FOTO: Begini Kerusakan akibat Gempa dan Tsunami di Palu dan Donggala Terlihat dari Ketinggian

Pesan berantai tersebut, membuat warga Kota Makassar berbondong-bondong membawa bantuan. Saat ini, bantuan tersebut menumpuk di RS Wahidin Sudirohusodo, Makassar.

Akibatnya, penanganan pasien di RS Wahidin Sudirohusodo terganggu dengan banyaknya orang yang datang membawa bantuan makanan dan pakaian.

Melihat itu, seorang dosen Universitas Hasanuddin Makassar melayangkan pesan whatsaap kepada Kapolri Jendral Tito Karnavian.

Setelah itu, aparat kepolisian dari Polda Sulsel, Polrestabes Makassar, dan anggota TNI dari Kodam VII Hasanuddin datang mengamankan situasi di RS Wahidin Sudirohusodo, Makassar.

“Assalamu Alaikum. Teman teman, saya Dosen Unhas di Makassar meminta perhatian Polri atau tentara untuk atur orang/bantuan yang datang ke rumah sakit Wahidin yang dievakuasi dari Palu. Sekarang sudah kacau, karena banya yang datang bawa bantuan tapi tidak terkoordinasi. Sehingga mengganggu perawatan pasien yang diterbangkan dari Palu. Mohon Bantuannya pak dan terima kasih.”

Baca juga: Kami Pernah Rasakan Dahsyatnya Tsunami, Saatnya Saling Bantu

Kepala Polrestabes Makassar, Kombes Polisi Irwan Anwar mengatakan, bantuan berdatangan setelah adanya pesan berantai dan meluas di media sosial.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Regional
Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Regional
Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Regional
Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Regional
Ingin Warga'Survive' di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Ingin Warga"Survive" di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Regional
6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

Regional
Masalah Sampah Terbengkalai Bertahun-tahun, Walkot Bobby Tegaskan Bersih dalam 2 Hari

Masalah Sampah Terbengkalai Bertahun-tahun, Walkot Bobby Tegaskan Bersih dalam 2 Hari

Regional
Dorong Perusahaan Bayar THR Pekerja, Walkot Semarang: 'Cash Ojo Nyicil'

Dorong Perusahaan Bayar THR Pekerja, Walkot Semarang: "Cash Ojo Nyicil"

Regional
Dapat Bantuan 'Bedah Rumah' dari Korem 074/WRT Surakarta, Agus Tak Kuasa Bendung Haru

Dapat Bantuan "Bedah Rumah" dari Korem 074/WRT Surakarta, Agus Tak Kuasa Bendung Haru

Regional
Copot Kadis Kesehatan, Wali Kota Bobby Targetkan Medan Terbebas dari Covid-19

Copot Kadis Kesehatan, Wali Kota Bobby Targetkan Medan Terbebas dari Covid-19

Regional
Optimis Pada Energi Terbarukan, Ridwan Kamil Ajak Anak Muda Tangkap Peluang

Optimis Pada Energi Terbarukan, Ridwan Kamil Ajak Anak Muda Tangkap Peluang

Regional
MDTA Direnovasi Dompet Dhuafa, Murid dan Kepala Yayasan Menangis Haru

MDTA Direnovasi Dompet Dhuafa, Murid dan Kepala Yayasan Menangis Haru

Regional
Dompet Dhuafa Bagikan 2.000 Paket Zakat Fitrah di Pati

Dompet Dhuafa Bagikan 2.000 Paket Zakat Fitrah di Pati

Regional
Cegah Penularan Covid-19, Pemprov Jabar Perpanjang Kerja Sama Penyediaan Hotel untuk Nakes

Cegah Penularan Covid-19, Pemprov Jabar Perpanjang Kerja Sama Penyediaan Hotel untuk Nakes

Regional
Meski Dihantam Pandemi, Maidi-Inda Raya Tetap Jalankan Program Kerjanya

Meski Dihantam Pandemi, Maidi-Inda Raya Tetap Jalankan Program Kerjanya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X