700 KK di Kediri Alami Krisis Air Bersih akibat Kebakaran Hutan

Kompas.com - 17/09/2018, 11:36 WIB
Petugas memantau kebakaran hutan di kawasan hutan lindung Kepung, Kediri, Jawa Timur, Senin (10/9/2018). Dok.BPBD KABUPATEN KEDIRIPetugas memantau kebakaran hutan di kawasan hutan lindung Kepung, Kediri, Jawa Timur, Senin (10/9/2018).

KEDIRI, KOMPAS.com - Sebanyak 700 kepala keluarga di sekitar lereng Gunung Kelud di Kabupaten Kediri, Jawa Timur, mengalami krisis air bersih menyusul rusaknya saluran air akibat kebakaran hutan di wilayah itu pada Sabtu (15/9/2018).

Ratusan warga yang terdampak itu berada di Desa Sepawon, Kecamatan Plosoklaten. Penyebabnya, hutan di Bukit Ringin Putih, terutama di kawasan sekitar Dam Kurnia, mengalami kebakaran.

Kebakaran hutan itu menyebabkan saluran air yang terbuat dari pipa plastik rusak. Padahal pipa itu selama ini berfungsi mengalirkan air dari dam ke penampungan air milik warga.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Kediri, Randi Agata, mengatakan, untuk menutup kebutuhan air bersih bagi warga, pihaknya mendistribusikan air.

"Hari Minggu kemarin sudah ada 9 tanki untuk dropping air bersih," ujar Randi, Senin (17/9/2018).

Baca juga: Luas Kebakaran Hutan di Gunung Sindoro Capai 245 Hektar

Pendistribusian air bersih, lanjut dia, akan terus dilakukan sampai perbaikan pipa selesai dilakukan.

Sebab saat ini, dia menmabahkan, perbaikan pipa saluran air itu juga sedang berproses dengan menggantinya dengan pipa baru.

Terkait penyebab kebakaran, petugas menduga akibat perilaku para pencari hewan landak. Sebab untuk mendapat hasil buruannya, para pencari landak itu menggunakan asap yang dimasukkan ke lubang tempat persembunyian landak.

Baca juga: 4 Helikopter Water Bombing Lakukan Pemadaman Kebakaran Hutan di Riau

Penggunaan api di sekitar kawasan hutan yang kering cukup berbahaya, apalagi ditambah banyaknya material yang mudah terbakar.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Seorang Operator 'Backhoe' Hilang Saat Gunung Semeru Meletus

Seorang Operator "Backhoe" Hilang Saat Gunung Semeru Meletus

Regional
4 Daerah di Jatim Jadi Zona Merah, Satgas Sebut Dampak Libur Panjang

4 Daerah di Jatim Jadi Zona Merah, Satgas Sebut Dampak Libur Panjang

Regional
Gubernur Riau Positif Corona, 75 Persen ASN Bekerja dari Rumah

Gubernur Riau Positif Corona, 75 Persen ASN Bekerja dari Rumah

Regional
Pemkot Yogyakarta Kumpulkan Direktur RS Rujukan Covid-19, Minta Kapasitas Ruang Isolasi Ditambah

Pemkot Yogyakarta Kumpulkan Direktur RS Rujukan Covid-19, Minta Kapasitas Ruang Isolasi Ditambah

Regional
Atap Gedung SDN di Jember Ambruk, 20 Tahun Tak Pernah Direnovasi, Usul Pebaikan Tak Ditanggapi

Atap Gedung SDN di Jember Ambruk, 20 Tahun Tak Pernah Direnovasi, Usul Pebaikan Tak Ditanggapi

Regional
Bupati Jember Sanksi Tiga Camat yang Tak Netral

Bupati Jember Sanksi Tiga Camat yang Tak Netral

Regional
Wisatawan Diimbau Tidak Datang ke Kota Bandung yang Zona Merah

Wisatawan Diimbau Tidak Datang ke Kota Bandung yang Zona Merah

Regional
Harimau Sumatera Melintasi Kebun Sawit Perusahaan untuk Menandai Wilayah

Harimau Sumatera Melintasi Kebun Sawit Perusahaan untuk Menandai Wilayah

Regional
'Semua Rumah Sakit di Surabaya Penuh Saat Dokter Sardjono Akan Dirujuk'

"Semua Rumah Sakit di Surabaya Penuh Saat Dokter Sardjono Akan Dirujuk"

Regional
Nico, Siswa SD yang Sekolah Sambil Jualan Es Kucir, Terima Donasi Pembaca Kompas.com

Nico, Siswa SD yang Sekolah Sambil Jualan Es Kucir, Terima Donasi Pembaca Kompas.com

Regional
Harga Gabah Anjlok Selama Pandemi, Petani di Polman Sampai Jual Emas untuk Modal Bertani

Harga Gabah Anjlok Selama Pandemi, Petani di Polman Sampai Jual Emas untuk Modal Bertani

Regional
Diiming-imingi Ponsel, 19 Anak Laki-laki Dicabuli Perangkat Desa, Pelaku Disembunyikan Penjaga Kebun

Diiming-imingi Ponsel, 19 Anak Laki-laki Dicabuli Perangkat Desa, Pelaku Disembunyikan Penjaga Kebun

Regional
Dokter Sardjono Meninggal karena Covid-19, Berpulang Setelah Sehari Masuk Rumah Sakit

Dokter Sardjono Meninggal karena Covid-19, Berpulang Setelah Sehari Masuk Rumah Sakit

Regional
Tak Diberi Pulsa Rp 100.000, Pemuda Ini Sebar Foto Bugil Pacar di Medsos

Tak Diberi Pulsa Rp 100.000, Pemuda Ini Sebar Foto Bugil Pacar di Medsos

Regional
Video Aliran Sungai di Banyumas Dipenuhi Busa Viral, DLH Turun Tangan

Video Aliran Sungai di Banyumas Dipenuhi Busa Viral, DLH Turun Tangan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X