PT Pos Luncurkan Aplikasi FastPOS, Layani Pesan Makanan dan Minuman

Kompas.com - 16/09/2018, 18:59 WIB
Karyawan PT Pos Indonesia Solo menunjukkan aplikasi berbasis online FastPOS di Solo, Jawa Tengah, Minggu (16/9/2018). KOMPAS.com/Labib ZamaniKaryawan PT Pos Indonesia Solo menunjukkan aplikasi berbasis online FastPOS di Solo, Jawa Tengah, Minggu (16/9/2018).

SOLO, KOMPAS.com - PT Pos Indonesia meluncurkan aplikasi berbasis online bernama FastPOS di Koridor Ngarsopuro, Solo, Jawa Tengah, Minggu (16/9/2018).

Peluncuran aplikasi ini dihadiri Kepala Regional VI PT Pos Indonesia, Dwi Indarmani.

Menurut Dwi, peluncuran aplikasi FastPOS merupakan jawaban Pos Indonesia terhadap tantangan bisnis digital dari kebutuhan masyarakat untuk dapat menikmati jaminan keamanan, keleluasaan, dan kemudahan pengiriman barang lewat Pos.

"Sekaligus juga memberikan semangat baru bagi para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah khususnya di sektor makanan, minuman dan oleh-oleh khas Jawa Tengah dalam mendapatkan tambahan pembeli," kata dia.

Baca juga: [FAKTA] PT Pos Indonesia Gratiskan Pengiriman Bantuan ke Lombok

Dwi menambahkan, melalui aplikasi ini, pengguna dapat langsung memesan jasa pengiriman, mengetahui tarif pengiriman yang dipesannya serta dapat langsung melakukan pembelian dari produk-produk dan layanan yang ada di dalamnya, seperti makanan, minuman, oleh-oleh khas Jawa Tengah dan lain sebagainya.

Pengguna aplikasi ini juga dapat mengirim barang secara langsung ke tujuan di dalam kota.

Pengiriman barang yang dipesan tersebut dilakukan oleh kurir-kurir Pos Indonesia yang terpercaya, dengan dukungan aplikasi FastPOS secara online.

"Ini adalah salah satu cara kami dalam berkontribusi di dalam gerakam UMKM Jawa Tengah naik kelas serta gerakan digitalisasi layanan Pos Indonesia yang kami canangkan," ungkap Dwi.

Lebih jauh, Dwi mengungkapkan, layanan aplikasi FastPOS ini baru meliputi Semarang, Solo dan sekitarnya.

Layanan aplikasi ini akan segera merambah ke kabupaten lainnya di Jawa Tengah.

"Kami sudah menyusun road map produk untuk FastPOS ini guna memastikan bahwa FastPOS ini tetap 'seru' sebagai sebuah aplikasi layanan pos digital bagi seluruh rakyat Indonesia," imbuhnya.

Kepala Kantor Pos Indonesia cabang Solo Eko Sumaryanto mengungkapkan, pascadiluncurkan, aplikasi ini sudah diunduh sekitar 25 merchant. Pihaknya optimitis pengguna aplikasi ini masih akan terus bertambah mengingat banyak layanan di dalamnya.

"Kalau pengunjung aplikasi ini sudah ada sekitar ribuan," terang Eko.

Kompas TV Komunitas Perkumpulan Literasi Sulawesi Utara bersama PT Pos Indonesia menggelar Ngabuburead di awal ramadan.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Regional
Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Regional
Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Regional
Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.