Warga Serahkan Kakatua, Buaya, dan Kura-kura ke BBKSDA

Kompas.com - 14/09/2018, 18:12 WIB
Sepasang burung kakatua jambul kuning yang diserahkan warga ke BBKSDA Jabar di Kalapanunggal, Sukabumi, Jawa Barat, Jumart (14/9/2018). KOMPAS.com/BUDIYANTOSepasang burung kakatua jambul kuning yang diserahkan warga ke BBKSDA Jabar di Kalapanunggal, Sukabumi, Jawa Barat, Jumart (14/9/2018).

SUKABUMI, KOMPAS.com - Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Jawa Barat kembali menerima serahan sukarela sejumlah satwa dilindungi dari warga di Sukabumi.

Warga di Kampung Sukamantri, Jalan Raya Parungkuda-Kalapanunggal-Kabandungan, Desa/Kecamatan Kalapanunggal, Sukabumi, Jawa Barat, menyerahkan sepasang kakatua putih besar jambul kuning (Cacatua galerita), satu ekor buaya muara (Crocodylus porosus) berukuran 1,5 meter, dan empat ekor kura-kura kaki gajah (Manouria emys) berusia sekitar 5-10 tahun.

" Satwa dilindungi ini diserahkan secara sukarela oleh pemiliknya," ungkap Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Balai Besar KSDA Jabar, Sudrajat kepada wartawan disela serah terima satwa di Kalapanunggal, Jumat (14/9/2018).

Baca juga: Seekor Buaya Bernama Dewi Dievakuasi dari Sebuah Vila di Sukabumi


Dia menuturkan, penyerahan satwa dilindungi ini berawal dari komunikasi melalui telepon dari pemilik ke pihak BBKSDA Jabar mempertanyakan status perlindungan buaya.

"Kebetulan saya yang menerima teleponnya, saya jawab buaya termasuk satwa dilindungi. Makanya hari ini kami lakukan evakuasi," sambung Sudrajat yang juga anggota Polisi Hutan (Polhut).

Satwa-satwa dilindungi serahan warga ini, lanjut dia, dititipkan di Pusat Penyelamatan Satwa Cikananga (PPSC) di Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi.

"Rencana ke depannya setelah ditangani di PPSC, satwa-satwa dilindungi ini akan dilepasliarkan sesuai asal satwa tersebut," jelasnya.

Sudrajat menambahkan berbagai jenis satwa dilindungi diatur sesuai Undang-undang Nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.

Pemilik satwa, Iwan Nurjakwan menjelaskan, awalnya memelihara satwa ini bertujuan untuk mengedukasi dan memperkenalkan satwa kepada anak-anak.

"Dengan sedikit satwa yang kita punya, kita bisa edukasi ke anak-anak di sekitar tempat kami," jelas Jakwan sapaan akrab Iwan.

Halaman:
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kebakaran Hanguskan Ratusan Rumah di Ambon, Dua Orang Tewas Terbakar

Kebakaran Hanguskan Ratusan Rumah di Ambon, Dua Orang Tewas Terbakar

Regional
UPDATE Covid-19 di Riau: 7.017 Pasien ODP, Satu PDP Meninggal Dunia

UPDATE Covid-19 di Riau: 7.017 Pasien ODP, Satu PDP Meninggal Dunia

Regional
Di Tengah Wabah Corona, Bandara YIA Mulai Beroperasi Penuh, Ini Faktanya

Di Tengah Wabah Corona, Bandara YIA Mulai Beroperasi Penuh, Ini Faktanya

Regional
'Warga Menolak Pemakaman Bahkan Mengusir Kami, Lantas Akan Dimakamkan di Mana Keluarga Kami'

"Warga Menolak Pemakaman Bahkan Mengusir Kami, Lantas Akan Dimakamkan di Mana Keluarga Kami"

Regional
Antisipasi Corona, Pemkab Magelang Dirikan Posko Terpadu di Perbatasan

Antisipasi Corona, Pemkab Magelang Dirikan Posko Terpadu di Perbatasan

Regional
Viral Video Pria Acungkan Pisau Saat Diamankan Polisi, Sebelumnya Ancam Bunuh Ibu

Viral Video Pria Acungkan Pisau Saat Diamankan Polisi, Sebelumnya Ancam Bunuh Ibu

Regional
Semua Pasien Positif Corona di Kota Malang Sembuh, Pengobatan dan Daya Tahan Tubuh Jadi Kunci

Semua Pasien Positif Corona di Kota Malang Sembuh, Pengobatan dan Daya Tahan Tubuh Jadi Kunci

Regional
Ini Penjelasan Lengkap Polisi Soal Pemulangan TKA China di Ketapang

Ini Penjelasan Lengkap Polisi Soal Pemulangan TKA China di Ketapang

Regional
Dua PDP di Kalbar Meninggal Dunia, 1 Orang Pernah Ikut Tabligh Akbar di Malaysia

Dua PDP di Kalbar Meninggal Dunia, 1 Orang Pernah Ikut Tabligh Akbar di Malaysia

Regional
Berjuang Lawan Covid-19 Sampai Sembuh, Christina: Ini Bukan Virus Biasa, Saya Sudah Mengalami

Berjuang Lawan Covid-19 Sampai Sembuh, Christina: Ini Bukan Virus Biasa, Saya Sudah Mengalami

Regional
Kerusakan Hutan Disinyalir Penyebab Banjir Bandang di Bandung Barat

Kerusakan Hutan Disinyalir Penyebab Banjir Bandang di Bandung Barat

Regional
Warga Tolak Jenazah Pasien PDP Covid-19, Tak Boleh Dimakamkan dan Ambulans Diusir

Warga Tolak Jenazah Pasien PDP Covid-19, Tak Boleh Dimakamkan dan Ambulans Diusir

Regional
Diprotes Warga, TKA Asal China yang Baru Datang ke Ketapang Dipulangkan

Diprotes Warga, TKA Asal China yang Baru Datang ke Ketapang Dipulangkan

Regional
Pernah Kontak dengan Pasien Positif, 98 Warga Lampung Negatif Covid-19

Pernah Kontak dengan Pasien Positif, 98 Warga Lampung Negatif Covid-19

Regional
Ini Gerilya Ketat Bupati Sumenep Pertahankan Peta Hijau Covid-19

Ini Gerilya Ketat Bupati Sumenep Pertahankan Peta Hijau Covid-19

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X