5 Fakta Terbaru Gempa Lombok, Gempa Susulan Bikin Warga Panik hingga PLN Merugi Rp 70 Miliar

Kompas.com - 12/09/2018, 11:05 WIB
Sejumlah warga korban gempa menunaikan shalat Ashar saat menunggu Presiden Joko Widodo tiba untuk memberikan bantuan, di Desa Pemenang Barat, Kecamatan Pemenang, Tanjung, Lombok Utara, NTB, Minggu (2/9/2018). Sebanyak 5.293 korban gempa dari Lombok Utara, Lombok Timur, Lombok Tengah dan Mataram menerima bantuan berupa tabungan sebesar Rp 50 juta untuk perbaikan rumah yang rusak berat dan Rp 25 juta untuk rumah yang rusak ringan. ANTARA FOTO/AHMAD SUBAIDISejumlah warga korban gempa menunaikan shalat Ashar saat menunggu Presiden Joko Widodo tiba untuk memberikan bantuan, di Desa Pemenang Barat, Kecamatan Pemenang, Tanjung, Lombok Utara, NTB, Minggu (2/9/2018). Sebanyak 5.293 korban gempa dari Lombok Utara, Lombok Timur, Lombok Tengah dan Mataram menerima bantuan berupa tabungan sebesar Rp 50 juta untuk perbaikan rumah yang rusak berat dan Rp 25 juta untuk rumah yang rusak ringan.

KOMPAS.com - Fakta-fakta terbaru gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat, diwarnai dengan terjadinya gempa berkekuatan 5,3 Skala Richter, Selasa (11/9/2018).

Selain itu, hasil survei tm Satgas ITB mengungkapkan, kondisi sumur-sumur di Lombok sebagian besar mengalami pemasiran.

Ini 5 fakta terbaru tentang bencana gempa di Lombok, NTB:

 

1. Gempa 5,3 SR membuat panik warga

Ilustrasi gempa bumiShutterstock Ilustrasi gempa bumi

Gempa bumi magnitudo 5,3 mengguncang Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), Selasa (11/9/2018) pukul 03.22 WIB.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Gempa yang terjadi Selasa pagi mengagetkan warga. Warga yang sebagian masih tertidur, terbangun oleh guncangan gempa bumi dan lari berhamburan ke luar rumah.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat, pusat gempa berada pada lokasi 8.41 LS,116.52 BT atau 12 km Barat Laut, Lombok Timur, NTB, dengan kedalaman 10 kilometer.

Getaran gempa bumi dirasakan di Lombok Utara, Lombok Timur, Mataram, Lombok Barat, dan Lombok Tengah.

Baca selengkapnya: Gempa Magnitudo 5,3 Guncang Lombok, Warga Terbangun dan Lari Berhamburan

 

2. Sumur di Lombok mengalami pemasiran

ITB mengirimkan bantuan berupa alat Instalasi Pengolahan Air (IPA) Mobile untuk korban bencana gempa bumi di Lombok, Nusa Tenggara Barat.Dok. ITB ITB mengirimkan bantuan berupa alat Instalasi Pengolahan Air (IPA) Mobile untuk korban bencana gempa bumi di Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Satuan tugas Institut Teknologi Bandung (ITB) Peduli Lombok berencana membuat sumur bor baru untuk pasokan air masyarakat Lombok di Nusa Tenggara Barat ( NTB), khususnya bagi korban bencana gempa bumi yang mengalami krisis air bersih.

Hal tersebut dilakukan lantaran berdasarkan hasil survei tim satgas ITB, pasca gempa bumi yang menguncang Lombok beberapa waktu lalu menyebabkan sumur di Lombok Utara mengalami pemasiran yang kemungkinan besar diatas 95 persen.

Kondisi pasir yang naik ke permukaan tersebut menyebabkan submersible pump tersendat atau macet akibat abrasi pasir sehingga perlu pengeboran lagi untuk mendapatkan air.

Baca juga: 4 Fakta Terbaru Gempa Lombok, 117 Hotel Tutup hingga Pemda "Ngamen" ke Pusat

 

3. PLN merugi Rp 70 miliar pasca-gempa

General Manager PLN Wilayah NTB Rudi PurnomolokaKompas.com/Mutia Fauzia General Manager PLN Wilayah NTB Rudi Purnomoloka

PT PLN (Persero) menjelaskan, kerugian yang ditanggung pasca-gempa mencapai Rp 70 miliar. Kerugian tersebut mencakup kerusakan infrastruktur, terutama jaringan sambungan rumah tangga.

General Manager PLN Wilayah NTB Rudi Purnomoloka menjelaskan, dari total 60.000 total jumlah rumah pelanggan PLN di Lombok, hampir 90 persennya hancur atau tidak ditempati lantaran warga masih mengalami trauma dan memilih untuk tinggal di luar rumah.

Baca selengkapnya: Akibat Gempa Lombok, PLN Rugi Rp 70 Miliar

 

4. Perbaikan rumah rusak tidak ditangani kontraktor

Tenda darurat untuk pelayanan kesehatan di Lombok. Tenda darurat untuk pelayanan kesehatan di Lombok.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, mengatakan, pembangunan rumah korban gempa dilakukan secara gotong royong dan tidak dilakukan oleh kontraktor.

"Masyarakat tidak menjadi penonton saja, tapi gotong royong sehingga bisa menyelesaikan lebih cepat daripada kontraktor," katanya, Senin (10/9/2018), dilansir dari Antara.

Basuki menambahkan, rehabilitasi dan rekkonstruksi rumah akan selesai dalam waktu enam bulan, sesuai dengan Inpres Nomor 5 Tahun 2018.

Baca juga: Mendikbud Ajak Siswa dan Guru Korban Gempa Lombok Kembali Sekolah

 

5. Rumah tahan gempa siap dibangun

Pembangunan mushola Polsek Pemenang di Kecamatan Pemenang, Lombok Utara. Pembangunan mushola ini menggunakan teknologi Risha.Kementerian PUPR Pembangunan mushola Polsek Pemenang di Kecamatan Pemenang, Lombok Utara. Pembangunan mushola ini menggunakan teknologi Risha.

Pulau Lombok, NTB, merupakan wilayah rawan gempa. Untuk itu, idealnya rumah warga harus didesain tahan gempa dan tidak membahayakan warga.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menyatakan, pembangunan rumah dengan teknologi risha atau rumah instan sederhana sehat yang tahan gempa.

"Penerapan teknologi risha di 19 lokasi sudah selesai," kata Basuki dilansir dari Antara.

Basuki menambahkan, untuk mempercepat proses pembangunan, 400 insinyur muda telah dikerahkan untuk mendampingi warga.

 

Sumber: KOMPAS.com (Agie Permadi/Karnia Septia/Mutia Fauzia), Antara

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Regional
Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Regional
Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Regional
Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Regional
Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Regional
Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Regional
Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Regional
Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Regional
Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Regional
Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Regional
Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Regional
Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Regional
ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

Regional
Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Regional
Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.