Kompas.com - 11/09/2018, 13:13 WIB
Limbah medis yang ditemukan di kawasan konservasi  mangrove di Dusun Sukamulya, RT 002 RW 002, Desa Pusakajaya Utara, Kecamatan Cilebar, Kabupaten Karawang diangkut ke penampungan sementara RS Budi Asih, Senin (11/9/2018). KOMPAS.com/Farida FarhanLimbah medis yang ditemukan di kawasan konservasi mangrove di Dusun Sukamulya, RT 002 RW 002, Desa Pusakajaya Utara, Kecamatan Cilebar, Kabupaten Karawang diangkut ke penampungan sementara RS Budi Asih, Senin (11/9/2018).

KARAWANG, KOMPAS.com - Polres Karawang terus memburu pelaku pembuangan limbah medis di kawasan konservasi mangrove di Dusun Sukamulya, RT 002 RW 002, Desa Pusakajaya Utara, Kecamatan Cilebar, Kabupaten Karawang.

Kapolres Karawang AKBP Slamet Waloya mengatakan, saat ini kasus dugaan pembuangan limbah medis ke media lingkungan dinaikkan dari penyelidikan menjadi penyidikan.

"Kami akan terus melakukan penyidikan dan pengembangan, termasuk pemanggilan saksi dan perlengkapan alat bukti yang mengarah kepada tersangka," ujar Slamet saat konferensi pers di tempat kejaian perkara (TKP), Selasa (11/9/2018).

Hingga saat ini, kata dia, pihaknya sudah memanggil enam orang saksi, mulai dari warga sekitar tempat kejadian perkara (TKP), keterangan awal ahli, pihak RS Budi Asih, dan PT Mahardika Handal Sentosa (MHS) sebagai transporter.

"Pihak ketiga (transporter) sudah kami panggil tapi tidak datang. Kami tetap proaktif melakukan pemanggilan," tambahnya.

Baca juga: Soal Limbah Medis di Kawasan Mangrove, Ini Tanggapan DLHK

Slamet menyebut, jika terbukti membuang limbah B3 tersebut secara sengaja, pelaku dijerat Pasal 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, dengan ancaman paling lama tiga tahun dan denda Rp 3 miliar.

Diketahui, tumpukan limbah B3 tersebut ditemukan oleh warga yang tengah beraktivitas pada 9 September 2018 sekitar pukul 05.00 WIB. Jumlahnya sekitar 476 kilogram yang dan dikemas dalam plastik kuning, yang di antaranya berisi sarung tangan bekas, kantung darah, alat suntik bekas, dan kapas bekas. Di beberapa kantung plastik juga terdapat nota atas nama RS Budi Asih.

Baca juga: Polisi Periksa 5 Saksi Kasus Pembuangan Limbah Medis di Hutan Mangrove

Saat ini, barang bukti limbah medis tersebut dibawa ke penampungan sementara RS Budi Asih. Sebab, limbah medis bersifat infeksius. Limbah diangkut menggunakan kendaraan yang memiliki izin dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK)

"Sementara sampel limbah dibawa ke laboratorium untuk diuji," tandas Slamet.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Regional
Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Regional
Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Regional
Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Regional
Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Regional
Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Regional
Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Regional
Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Regional
Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Regional
Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Regional
Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Regional
Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Regional
Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Regional
Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Regional
Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X