Kompas.com - 10/09/2018, 17:18 WIB
Limbah medis ditemukan di kawasan mangrove di Dusun Sukamulya, RT 002 RW 002, Desa Pusakajaya Utara, Kecamatan Cilebar, Kabupaten Karawang, Minggu (9/9/2018). KOMPAS.com/Farida FarhanLimbah medis ditemukan di kawasan mangrove di Dusun Sukamulya, RT 002 RW 002, Desa Pusakajaya Utara, Kecamatan Cilebar, Kabupaten Karawang, Minggu (9/9/2018).

KARAWANG, KOMPAS.com-Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Karawang Rosmalia Dewi menyebut, limbah medis yang ditemukan di kawasan mangrove Dusun Sukamulya, RT 002 RW 002, Desa Pusakajaya Utara, Kabupaten Karawang, harus diangkut karena bersifat infeksius.

"Limbah medis ini kan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3). Karena sifatnya infeksius, kami tidak tahu terpapar virus atau bakteri apa bekas orang sakit. Tentu sangat khawatir jika menular terhadap warga," ujar Rosmalia Dewi, usai pembahasan dengan pihak terkait di Kantor DLHK Karawang, Jalan Lingkar Tanjungpura, Karawang Barat, Senin (10/9/2018).

Apalagi, kata dia, masyarakat di sekitar tempat kejadian perkara (TKP) mengeluhkan bau menyengat limbah medis yang dibuang di kawasan mangrove tersebut.

"Kepala desa setempat tadi menyampaikan kepada kita bau limbah medis yang dibuang di kawasang mangrove itu. Tadi kita sudah melakukan pembahasan untuk diangkut," tambahnya.

Baca juga: Polisi Periksa 5 Saksi Kasus Pembuangan Limbah Medis di Hutan Mangrove

Pengangkutan tersebut, kata dia, harus diangkut menggunakan transpotter yang memiliki izin pengangkutan limbah bahan beracun dan berbahaya (B3) dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Rosmalia mengungkapkan, pihak Rumah Sakit Budi Asih sudah bersedia mengangkut dan menampung limbah medis yang terbuang di isolasi rumah sakit.

"Hanya tinggal menunggu arahan dari Polres, karena limbah itu masih dipasang police line dan sebagai bukti," imbuhnya.

Dikonfirmasi mengenai hal tersebut, Manajer Operasional RS Budi Asih Andang Teguh mengungkapkan, pihaknya tengah berkoordinasi dengan DLHK Karawang.

"Kami tengah berkoordinasi dengan pihak lingkungan hidup. Ini sedang dalam perjalanan ke Karawang," ujar Andang.

Baca juga: 4 Fakta di Balik Tumpukan Kantong Plastik Limbah Medis di Karawang

Wakapolres Karawang Kompol Ryky Widya Muharam mengatakan, untuk sementara limbah medis yang dibuang sembarangan tersebut dipindahkan ke tempat yang lebih tinggi.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ganjar Targetkan Genjot Vaksinasi di Jateng Mulai Juli-Desember 2021

Ganjar Targetkan Genjot Vaksinasi di Jateng Mulai Juli-Desember 2021

Regional
Polisi Amankan 3 Pengibar Bendera RMS di Saparua

Polisi Amankan 3 Pengibar Bendera RMS di Saparua

Regional
Wisatawan Membludak, Pantai Selatan Garut Ditutup, Polisi Lakukan Penyekatan

Wisatawan Membludak, Pantai Selatan Garut Ditutup, Polisi Lakukan Penyekatan

Regional
Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Regional
Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Regional
Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Regional
Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Regional
Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Regional
H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

Regional
12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

Regional
Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X