Kompas.com - 10/09/2018, 15:23 WIB
Limbah medis ditemukan di kawasan mangrove di Dusun Sukamulya, RT 002 RW 002, Desa Pusakajaya Utara, Kecamatan Cilebar, Kabupaten Karawang, Minggu (9/9/2018). KOMPAS.com/Farida FarhanLimbah medis ditemukan di kawasan mangrove di Dusun Sukamulya, RT 002 RW 002, Desa Pusakajaya Utara, Kecamatan Cilebar, Kabupaten Karawang, Minggu (9/9/2018).

KARAWANG, KOMPAS.com- Polisi memeriksa 5 saksi terkait pembuangan limbah medis di kawasan mangrove Dusun Sukamulya, RT 002 RW 002, Desa Pusakajaya Utara, Kecamatan Cilebar, Kabupaten Karawang.

Polisi masih mendalami penyelidikan, termasuk untuk menemukan pelaku pembuang sampah medis rumah sakit tersebut.

Kelima orang saksi tersebut yakni Nuryaman, Endang Akbar Maulana, Wastim Adris, dan Rohi Permana yang merupakan warga sekitar lokasi ditemukannya limbah medis rumah sakit.

"Kami juga memeriksa Kepala Desa Pusakajaya Utara Mamad Sudjana untuk dimintai keterangan," ujar Wakapolres Karawang Kompol Ryky Widya Muharam, Senin (10/9/2018).

Baca juga: 4 Fakta di Balik Tumpukan Kantong Plastik Limbah Medis di Karawang

Pembuang limbah medis disangkakan Pasal 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Ancaman hukumannya paling lama tiga tahun penjara dan denda Rp 3 miliar. Polisi tengah mendalami kasus tersebut. 

Ryky menambahkan, selain memeriksa lima saksi, pihaknya juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa empat lembar surat keterangan pasien dari Rumah Sakit Budi Asih, Cibarusah, Cikarang, Kabupaten Bekasi, dan kantong plastik sampel limbah medis yang dibuang di tempat kejadian perkara (TKP).

"Barang bukti dibawa ke laboratorium," terangnya.

Baca juga: Puluhan Kantung Limbah Medis Ditemukan di Kawasan Mangrove

 Sebelumnya, warga Dusun Sukamulya, RT 002 RW 002, Desa Pusakajaya Utara, Kecamatan Cilebar, Kabupaten Karawang  menemukan 50 kantong plastik berisi limbah medis di kawasan konservasi mangrove. Warga juga menemukan beberapa nota bertuliskan RS Budi Asih.

Manajer Operasional RS Budi Asih Andang Teguh membenarkan limbah tersebut berasal dari rumah sakitnya. Hanya saja, ia membantah pihaknya telah membuang sampah medis tersebut di TKP.

Pihaknya mengaku telah melakukan MoU dengan PT Mahardika Handal Sentosa di Tanggerang Selatan perihal sampah medis tersebut.

Ditanya perihal keterlibatan pihak rumah sakit dan PT Mahardika Handal Sentosa sebagai transpotter limbah B3, Wakapolres Karawang mengaku tengah menyelidiki lebih lanjut.

"Sedang kami dalami," ujar Ryky.

 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Peringati Hari Kartini, Wali Kota Madiun Minta Perempuan di Pemerintahan Berjiwa Melayani

Peringati Hari Kartini, Wali Kota Madiun Minta Perempuan di Pemerintahan Berjiwa Melayani

Regional
PPKM Diperpanjang, Wali Kota Medan Nyatakan Siap Ikuti Aturan

PPKM Diperpanjang, Wali Kota Medan Nyatakan Siap Ikuti Aturan

Regional
Tinjau Pengolahan Sampah Plastik, Kang Emil Imbau Masyarakat Gunakan “Octopus”

Tinjau Pengolahan Sampah Plastik, Kang Emil Imbau Masyarakat Gunakan “Octopus”

Regional
Selama Larangan Mudik, Wagub Uu Optimis Dapat Tekan Mobilitas Warga Jabar

Selama Larangan Mudik, Wagub Uu Optimis Dapat Tekan Mobilitas Warga Jabar

Regional
Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Regional
Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Regional
Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Regional
Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Regional
Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Regional
Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Regional
Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Regional
Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Regional
Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Regional
Positif Covid-19, Atalia Praratya Banjir Doa dan Dukungan

Positif Covid-19, Atalia Praratya Banjir Doa dan Dukungan

Regional
Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X