MUI Kepri Akhirnya Setujui Penyuntikan Vaksin MR

Kompas.com - 23/08/2018, 20:09 WIB
Gubernur Kepri Nurdin Basirun melakukan vaksin campak MR perdana di salah satu SD Negeri di Kabupaten Karimun, Rabu (1/8/2018). Dok. Humas Pemprov Kepri Gubernur Kepri Nurdin Basirun melakukan vaksin campak MR perdana di salah satu SD Negeri di Kabupaten Karimun, Rabu (1/8/2018).

BATAM, KOMPAS.com - Majelis Ulama Indonesia Provinsi Kepulauan Riau ( MUI Kepri) yang sebelumnya melarang masyarakat muslim untuk menggunakan vaksin campak Meales dan Rubella atau vaksin MR.

Hari ini, Kamis (23/8/2018) berdasarkan hasil pertemuan antara MUI dan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) se-Indonesia di Kantor Kemenkes RI, Jalan Rasuna Said, Jakarta, memperbolehkan vaksin MR disuntikkan di Kepri.

Sekretaris Umum MUI Kepri Edi Safrani yang ikut hadir dalam pertamuan itu mengatakan setelah mendengarkan pemaparan perwakilan dari Kemenkes dan beberapa pertimbangan, akhirnya MUI Kepri memperbolehkan dilangsungkannya penyuntikan vaksin tersebut.

"Mendengarkan pemaparan dan sejumlah bukti, kami MUI Kepri sepakat penyuntikan Vaksin ini dilanjutkan, sebab kondisinya memang sudah sangat darurat, baik di Indonesia maupun di Kepri sendiri," katanya.

Baca juga: Bio Farma Sebut 5 Hal yang Perlu Diketahui tentang Vaksin MR

Di Kabupaten Karimun, contohnya tidak sedikit generasi kita yang terkena disana, bahkan ada yang hingga menyebabkan kematian. Begitu juga di Tanjungpinang, tidak sedikit temuan dari wabah campak Meales dan Rubella ini.

"Dari dasar itulah kami menyetujuinya," tegas Edi.

Selain itu, hal ini juga berdasarkan beberapa kajian dari keberadaan vaksin MR ini, yang hampir rata-rata tidak ada yang halal.

Dari tiga negara yang memproduksi vaksin MR ini, seperti Jepang, China dan India, hanya keluaran dari Serum Institute of India (SII) yang layak dan direkomindasikan dari WHO untuk dipergunakan.

Di Jepang vaksin MR tidak dijual dan hanya dikonsumsi untuk masyarakat Jepang sendiri. Di China memang boleh untuk negara lain, hanya saja tidak direkomindasikan WHO untuk dipergunakan. 

"Dan hanya produksi SII lah yang direkomindasikan oleh WHO. Bahkan tidak saja Indonesia, ada 134 negara lainnya yang menggunakan vaksin MR tersebut untuk generasinya," kata Edi menambahkan.

Baca juga: Menganggap Penuhi Unsur Kedaruratan, MUI Bolehkan Penggunaan Vaksin MR

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X