Jadi Bandar Sabu, Anggota DPRD Langkat Ditangkap BNN

Kompas.com - 21/08/2018, 19:31 WIB
BNN melakukan penangkapan 11 sindikat jaringan narkoba kelas internasional, bandarnya adalah anggota DPRD Kabupaten Langkat, Selasa (21/8/2018).KOMPAS.com/Mei Leandha BNN melakukan penangkapan 11 sindikat jaringan narkoba kelas internasional, bandarnya adalah anggota DPRD Kabupaten Langkat, Selasa (21/8/2018).

MEDAN, KOMPAS.com – Tertangkap tangan memiliki tiga karung goni yang berisi sabu seberat 105 kilogram dan 30.000 pil ekstasi, calon legislatif dari Partai Nasional Demokrat, Ibrahim Hasan alias Hongkong (45) ditangkap Badan Narkotika Nasional ( BNN).

Ibrahim ditangkap bersama 10 tersangka lain yang diduga menjadi rekan kerja jaringan internasional sindikat narkobanya.

Barang bukti dan 10 tersangka diamankan dari tiga lokasi berbeda yaitu di perairan Aceh Timur, Pangkalan Susu, dan Pangkalan Brandan pada 19 dan 20 Agustus 2018.

"Ibrahim terancam dijatuhi hukuman mati. Ini kejahatan serius, hukumannya harus berat. Itupun mereka tidak takut, yang mereka takutkan kalau barangnya tidak laku," kata Deputi Pemberantasan BNN, Irjen Arman Depari, Selasa (21/8/2018).


Baca juga: Cerita Pekerja Relokasi Makam untuk Jalan Tol, dari Menemukan Gigi Emas hingga Kain Kafan Utuh

Arman menjelaskan, Ibrahim yang saat ini masih aktif sebagai anggota DPRD Langkat sudah berstatus tersangka.

Dia merekrut kurir dan menyewa speed boat untuk mengangkut narkoba dari Pulau Pinang, Malaysia.

"Di lokasi tertentu, pengantar dari Malaysia akan bertemu dengan penjemput barang yang menyamar sebagai nelayan," ucap Arman.

Sabu dan ekstasi, lanjut dia, dibawa ke darat dan disimpan di sebuah gudang penyimpanan.

Rencananya, barang akan disebarkan ke beberapa wilayah seperti Aceh, Sumut, dan yang terbanyak ke Jakarta. Pengiriman kali ini adalah yang kedua kalinya.

Baca juga: Dedi Mulyadi Ajak ASN Tiru Gaya Jokowi

“Dari kapasitasnya, dia bandar besar. Mengaku baru dua kali, nanti akan kita lakukan penyelidikan. Yang pertama, barang buktinya sekitar 55 kilogram," ungkap Arman.

Pengungkapan kasus ini, sambung dia, membuktikan bahwa peredaran narkoba bisa dilakukan siapa saja tanpa memandang status. Siapapun bisa terlibat.

"Sangat disayangkan kalau anggota DPRD yang harusnya mengayomi malah menjadi bandar dan pengedar," tegasnya.

Kronologi Penangkapan

Halaman:
Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Pindad Bongkar Rahasia TNI AD Juarai Lomba Tembak Internasional 12 Kali Berturut-turut

Pindad Bongkar Rahasia TNI AD Juarai Lomba Tembak Internasional 12 Kali Berturut-turut

Regional
Kesaksian Satu Keluarga asal Australia Saat Mobil Terguling ke Underpass Kentungan yang Ambles

Kesaksian Satu Keluarga asal Australia Saat Mobil Terguling ke Underpass Kentungan yang Ambles

Regional
Peduli Literasi Anak, 4 Pemuda Jalan Kaki Wonogiri-Jakarta untuk Temui Jokowi

Peduli Literasi Anak, 4 Pemuda Jalan Kaki Wonogiri-Jakarta untuk Temui Jokowi

Regional
Sultan Bubohu Bongo Gorontalo Yosep Tahir Maruf Mangkat

Sultan Bubohu Bongo Gorontalo Yosep Tahir Maruf Mangkat

Regional
Fakta di Balik Ni Luh Djelantik Laporkan Lisa Marlina, Sebut Pelecehan Seks di Bali Biasa hingga Minta Maaf

Fakta di Balik Ni Luh Djelantik Laporkan Lisa Marlina, Sebut Pelecehan Seks di Bali Biasa hingga Minta Maaf

Regional
Rabu Pagi, Gunung Merapi Keluarkan Awan Panas Guguran

Rabu Pagi, Gunung Merapi Keluarkan Awan Panas Guguran

Regional
25 Tahun Tinggal di Gubuk Reyot, Mak Aroh Dapat Hibah Lahan dari Babinsa

25 Tahun Tinggal di Gubuk Reyot, Mak Aroh Dapat Hibah Lahan dari Babinsa

Regional
Tipu 30 Orang, Dua Anggota BIN Gadungan Ditangkap

Tipu 30 Orang, Dua Anggota BIN Gadungan Ditangkap

Regional
Pekerja Migran asal Karimun Dibunuh di Malaysia, Bupati Koordinasi dengan KBRI

Pekerja Migran asal Karimun Dibunuh di Malaysia, Bupati Koordinasi dengan KBRI

Regional
Kontak Senjata, TNI Sebut Ada Kelompok Separatis Terluka di Nduga

Kontak Senjata, TNI Sebut Ada Kelompok Separatis Terluka di Nduga

Regional
Fakta KPK Geledah Rumah Gubernur Kepri Nonaktif, Bongkar Paksa Pintu hingga Diduga Terima Gratifikasi Senilai Rp 6,1 Miliar

Fakta KPK Geledah Rumah Gubernur Kepri Nonaktif, Bongkar Paksa Pintu hingga Diduga Terima Gratifikasi Senilai Rp 6,1 Miliar

Regional
Pekerjakan WN Filipina, 8 Kapal Ikan Indonesia Ditangkap KKP

Pekerjakan WN Filipina, 8 Kapal Ikan Indonesia Ditangkap KKP

Regional
Penyebab Kebakaran Rumah yang Tewaskan 4 Bocah Masih Simpang Siur

Penyebab Kebakaran Rumah yang Tewaskan 4 Bocah Masih Simpang Siur

Regional
6 Fakta Proyek 'Underpass' Kentungan Yogyakarta Ambles, WNA Australia Jadi Korban hingga Proyek Dihentikan Sementara

6 Fakta Proyek "Underpass" Kentungan Yogyakarta Ambles, WNA Australia Jadi Korban hingga Proyek Dihentikan Sementara

Regional
Duduk Perkara Dokter Gigi Romi Gagal Jadi PNS karena Penyandang Disabilitas

Duduk Perkara Dokter Gigi Romi Gagal Jadi PNS karena Penyandang Disabilitas

Regional
Close Ads X