Khofifah Siap Gratiskan Biaya Pendidikan SMA/SMK di Jawa Timur - Kompas.com

Khofifah Siap Gratiskan Biaya Pendidikan SMA/SMK di Jawa Timur

Kompas.com - 12/08/2018, 17:59 WIB
Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur terpilih Khofifah Indar Parawansa dan Emil Dardak menyambangi Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Kamis (12/7/2018).DYLAN APRIALDO RACHMAN/KOMPAS.com Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur terpilih Khofifah Indar Parawansa dan Emil Dardak menyambangi Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Kamis (12/7/2018).

SIDOARJO, KOMPAS.com - Gubernur Jawa Timur periode 2019-2024 Khofifah Indar Parawansa akan merealisasikan program nawacita yang pernah dibahas pada saat kampanye Pilgub Jatim.

Khofifah berjanji akan menggratiskan biaya pendidikan SMA/SMK sederajat di 38 kabupaten/kota di Jawa Timur.

Menurutnya, rencana menggratiskan biaya pendidikan SMA/SMK ini sudah dibahas dengan Gubernur Soekarwo dan Dinas Pendidikan Pemprov Jawa Timur.

"Saya sudah bertemu dengan Pakde Karwo untuk membahas anggaran pendidikan. Insya Allah tahun depan terlaksana," ujar Khofifah di Sidoarjo, Minggu (12/8/2018).

"Anggaran tahun 2019 cukup untuk memberikan pendidikan gratis SMA/SMK, baik sekolah negeri ataupun swasta," tutur Khofifah.

Baca juga: Demokrat Jatim Yakin Khofifah-Emil Punya Sikap Sama di Pilpres 2019

Dengan adanya program tersebut, menurut Khofifah, para orangtua tidak perlu lagi mengkhawatirkan biaya untuk membayar iuran sumbangan pembinaan pendidikan (SPP).

Sebab, Khofifah tidak ingin anak-anak di Jawa Timur putus sekolah karena orangtua kebingungan biaya.

"Anak-anak harus sekolah, mereka harus belajar dengan baik," katanya.

Bahkan, ketua umum PB Muslimat NU ini juga berjanji akan memberikan tambahan intensif bagi guru tidak tetap maupun pegawai tidak tetap.

Baca juga: Khofifah-Emil Prioritaskan Pengembangan Madura dan Selatan Jatim

Khofifah menyiapkan intensif bagi GTT dan PTT yang jumlahnya sekitar 21.000 di Jawa Timur. Sementara baru ada 8.000 yang menerima intensif dari Pemprov Jatim.

"Insya Allah tahun depan semua GTT dan PTT akan mendapatkannya (intensif dari pemprov), sehingga ada pemerataan," tutur Khofifah.

Kompas TV Penetapan dilakukan setelah keluarnya surat edaran dari Mahkamah Konstitusi dan KPU RI.


Komentar

Terkini Lainnya

Revisi Perda Larangan Becak Dinilai Perlu Didorong Dibanding Gugat ke MA

Revisi Perda Larangan Becak Dinilai Perlu Didorong Dibanding Gugat ke MA

Megapolitan
Polri Pertanyakan Tersebarnya Video Kepala Korps Brimob sebagai Kapolda Metro Jaya

Polri Pertanyakan Tersebarnya Video Kepala Korps Brimob sebagai Kapolda Metro Jaya

Megapolitan
Sanksi untuk Pejabat Pemkot Bekasi Diberikan Setelah Sidang Majelis Kode Etik

Sanksi untuk Pejabat Pemkot Bekasi Diberikan Setelah Sidang Majelis Kode Etik

Megapolitan
Golput Bentuk Kekecewaan Publik, Parpol Didesak Berubah

Golput Bentuk Kekecewaan Publik, Parpol Didesak Berubah

Nasional
Anak Malas Belajar? Coba 5 Tips Ini untuk Membuat Rajin

Anak Malas Belajar? Coba 5 Tips Ini untuk Membuat Rajin

Edukasi
Sambut Obor Asian Games, Ada Gelaran Budaya di Taman Fatahillah

Sambut Obor Asian Games, Ada Gelaran Budaya di Taman Fatahillah

Megapolitan
Putin akan Hadiri Pernikahan Menteri Luar Negeri Austria

Putin akan Hadiri Pernikahan Menteri Luar Negeri Austria

Internasional
Biografi Tokoh Dunia: Enzo Ferrari, Pendiri Mobil Mewah Ferrari

Biografi Tokoh Dunia: Enzo Ferrari, Pendiri Mobil Mewah Ferrari

Internasional
Lantik Rektor, Binus Ajak Mahasiswa Memiliki Daya Saing

Lantik Rektor, Binus Ajak Mahasiswa Memiliki Daya Saing

Edukasi
Pembangunan Jalur Dwi Ganda dari Stasiun Manggarai Selesai Tahun 2020

Pembangunan Jalur Dwi Ganda dari Stasiun Manggarai Selesai Tahun 2020

Megapolitan
Diperiksa 9,5 Jam, Idrus Marham Ingin Urusan soal PLTU Riau-1 Tuntas

Diperiksa 9,5 Jam, Idrus Marham Ingin Urusan soal PLTU Riau-1 Tuntas

Nasional
Ibu Korban Pembunuhan di Jalan Ciherang Minta Pelaku Dihukum Seberat-beratnya

Ibu Korban Pembunuhan di Jalan Ciherang Minta Pelaku Dihukum Seberat-beratnya

Megapolitan
Ditinggal Pemiliknya, Seekor Angsa Jantan 'Diadopsi' Kampus di China

Ditinggal Pemiliknya, Seekor Angsa Jantan "Diadopsi" Kampus di China

Internasional
Ombudsman Minta Pj Wali Kota Bekasi Beri Sanksi ke Inspektorat, Kepala BKKPD, dan Kabag Humas  Bekasi

Ombudsman Minta Pj Wali Kota Bekasi Beri Sanksi ke Inspektorat, Kepala BKKPD, dan Kabag Humas Bekasi

Megapolitan
Ramai-ramai Wartawan Maju sebagai Caleg Partai Nasdem

Ramai-ramai Wartawan Maju sebagai Caleg Partai Nasdem

Nasional
Close Ads X