Tipu Warga, Seorang Caleg dari PKB Ditahan Polisi

Kompas.com - 10/08/2018, 17:10 WIB
Caleg berinisial SM (47) ini tengah meringkuk di dalam sel tahanan Mapolres Takalar, Sulawesi Selatan, bersama istrinya lantaran terbelit kasus penipuan jual beli tanah, Jumat (10/8/2018). KOMPAS.com/ ABDUL HAQCaleg berinisial SM (47) ini tengah meringkuk di dalam sel tahanan Mapolres Takalar, Sulawesi Selatan, bersama istrinya lantaran terbelit kasus penipuan jual beli tanah, Jumat (10/8/2018).

TAKALAR, KOMPAS.com - Seorang calon legislatif (caleg) DPRD Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, ditangkap oleh aparat kepolisian lantaran tidak koperatif dalam penyelidikan kasus penipuan jual beli tanah.

Caleg dari PKB ini ditangkap bersama istrinya. Mereka langsung dijebloskan ke dalam penjara, Jumat (10/8/2018).

SM (47) dan istrinya, EP (40) ditangkap oleh aparat kepolisian bersenjata lengkap di kediamannya di Kelurahan Bontolanra, Kecamatan Galesong Utara, Kabupaten Takalar.

Sebelumnya, SM dan EP telah beberapa kali dipanggil melalui surat tertulis, namun tidak pernah diindahkan. Bahkan keduanya sempat kabur saat menjalani pemeriksaan di Mapolres Takalar.

"Kami terpaksa lakukan upaya paksa sebab keduanya tidak koperatif dalam penyelidikan terkait kasus penipuan Pasal 378 KUHP," kata AKP Noorman Haryanto, kasat Reskrim Polres Takalar.

Baca juga: Lima Caleg di Kota Madiun Berstatus Mantan Narapidana

Informasi yang dihimpun Kompas.com, caleg bernomor urut 2 ini ditangkap bersama istrinya setelah dilaporkan oleh warga terkait kasus jual beli tanah.

SM menjual tanah kepada korban, namun faktanya sertifikat tanah tersebut sementara dalam jaminan bank.

Saat digelandang ke Mapolres Takalar, keduanya langsung dimasikkan ke sel tahanan untuk menunggu proses selanjutnya.

"Kami amankan sebab berkas kasusnya telah lengkap dan besok akan kami limpahkan ke Kejaksaan," kata Noorman Haryanto.

Baca juga: Pilih Maju Jadi Caleg, Wakil Wali Kota Madiun Mengundurkan Diri

Sementara itu, Ketua KPU Kabupaten Takalar Darwis yang dikonfirmasi Kompas.com soal status caleg tersangka mengaku masih menunggu hasil putusan pengadilan.

"Iya, kami sudah mendengar informasinya namun kami masih menunggu hasil putusan pengadilan, dan jika hasil putusan pengadilan telah keluar, maka kami akan segera melakukan tindakan," kata Darwis, Jumat (10/8/2018).



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Khofifah: Ada Sopir Ambulans Antar Jenazah Covid-19 dari Jatim ke Jakarta...

Khofifah: Ada Sopir Ambulans Antar Jenazah Covid-19 dari Jatim ke Jakarta...

Regional
Ambon Kembali Jadi Zona Merah Covid-19, Pemkot: Masyarakat Kurang Disiplin

Ambon Kembali Jadi Zona Merah Covid-19, Pemkot: Masyarakat Kurang Disiplin

Regional
Pernikahan Putri Edy Rahmayadi Akan Digelar dengan Konsep Berbeda

Pernikahan Putri Edy Rahmayadi Akan Digelar dengan Konsep Berbeda

Regional
Ketua DPRD Magetan Angkat Indriana, Siswi SMK yang Tinggal di Kandang Ayam Jadi Anak Asuh

Ketua DPRD Magetan Angkat Indriana, Siswi SMK yang Tinggal di Kandang Ayam Jadi Anak Asuh

Regional
Penumpang Pesawat Positif Corona dari Surabaya Sempat Ada di 15 Lokasi di Pontianak

Penumpang Pesawat Positif Corona dari Surabaya Sempat Ada di 15 Lokasi di Pontianak

Regional
Dimarahi Emak-emak Pedagang Kaki Lima, Mahyeldi: Itu Risiko Jadi Wali Kota

Dimarahi Emak-emak Pedagang Kaki Lima, Mahyeldi: Itu Risiko Jadi Wali Kota

Regional
DIY Tambah 28 Pasien Sembuh Covid-19, Terbanyak dari Kabupaten Bantul

DIY Tambah 28 Pasien Sembuh Covid-19, Terbanyak dari Kabupaten Bantul

Regional
Meski Kesulitan Bayar UKT, Dokter Residen di RSUP Kandou Manado Tetap Layani Pasien

Meski Kesulitan Bayar UKT, Dokter Residen di RSUP Kandou Manado Tetap Layani Pasien

Regional
Tagihan Listrik Rp 19 Juta, YLKI: PLN Jangan Limpahkan Kesalahan Pencatatan pada Konsumen

Tagihan Listrik Rp 19 Juta, YLKI: PLN Jangan Limpahkan Kesalahan Pencatatan pada Konsumen

Regional
KLHK: Perusahaan Pembakar Lahan di Jambi Harus Bayar Rp 590 Miliar

KLHK: Perusahaan Pembakar Lahan di Jambi Harus Bayar Rp 590 Miliar

Regional
Gubernur NTT Berharap Tak Ada Lagi Cleaning Service yang Bersihkan Sampah ASN...

Gubernur NTT Berharap Tak Ada Lagi Cleaning Service yang Bersihkan Sampah ASN...

Regional
Ada 26 Kasus Covid-19 di Tegal, Ini Perintah Ganjar kepada Wali Kota Dedy

Ada 26 Kasus Covid-19 di Tegal, Ini Perintah Ganjar kepada Wali Kota Dedy

Regional
Keluarga Indriana: Masih Bersyukur Ada Warga yang Pinjamkan Kandang Ayam untuk Tinggal

Keluarga Indriana: Masih Bersyukur Ada Warga yang Pinjamkan Kandang Ayam untuk Tinggal

Regional
Ini Video Detik-detik Pelaku Lempar Bom Molotov ke Kantor DPC PDI-P Cianjur

Ini Video Detik-detik Pelaku Lempar Bom Molotov ke Kantor DPC PDI-P Cianjur

Regional
Viral, Video Wali Kota Padang Dimaki Ibu-ibu Pedagang Kaki Lima

Viral, Video Wali Kota Padang Dimaki Ibu-ibu Pedagang Kaki Lima

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X