Lima Caleg di Kota Madiun Berstatus Mantan Narapidana - Kompas.com

Lima Caleg di Kota Madiun Berstatus Mantan Narapidana

Kompas.com - 08/08/2018, 19:57 WIB
IlustrasiKOMPAS Ilustrasi

MADIUN, KOMPAS.com - Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Madiun mendapati lima calon anggota legeslatif DPRD Kota Madiun berstatus mantan narapidana.

Untuk itu kelimanya diingatkan wajib mengumumkan diri di media cetak atau elektronik sebagai syarat pencalonan anggota legislatif.

"Ada lima orang yang berstatus mantan narapidana maju sebagai calon anggota legislatif di Kota Madiun," ujar Ketua Panwaslu Kota Madiun, Kokok Heru Purwoko kepada Kompas.com, Selasa (7/8/2018) malam.

Kokok mengatakan, kelima caleg yang berstatus mantan narapidana itu terlibat kasus narkoba, perjudian, hingga penipuan.

Baca juga: Heboh, Perut Ular Piton Membesar Dikira Baru Memangsa Manusia

Kelimanya diwajibkan mengumumkan diri terkait kasus hukum yang pernah menjeratnya ke media. 

"Sesuai UU No 7 Tahun 2017 tentang Pemilu, seorang caleg tidak pernah dipidana penjara berdasarkan putusan pengadilan yang telah memeroleh kekuatan hukum tetap karena melakukan tindak pidana yang diancam pidana 5 tahun penjara atau lebih," katanya.

"Kecuali secara terbuka dan jujur mengemukakan kepada publik bahwa yang bersangkutan mantan terpidana," kata Kokok.

Berdasarkan UU itu, lanjut Kokok, peraturan KPU mewajibkan caleg berstatus terpidana mengumumkan statusnya di media.

Bahkan caleg itu tak hanya menunjukkan bukti pemuatan iklan pengumuman di media. Namun juga harus menunjukkan bukti pembayaran iklan pengumumannya di media.

Kokok menambahkan, para caleg terpidana diberikan waktu mengumumkan diri di media setelah dikeluarkannya daftar caleg sementara dari KPU. 


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Terkini Lainnya

Petugas Kebersihan Diduga Telah Masuk Konsulat di Istanbul Sebelum Tim Penyelidik

Petugas Kebersihan Diduga Telah Masuk Konsulat di Istanbul Sebelum Tim Penyelidik

Internasional
2 Tersangka Kasus Peluru Nyasar di Gedung DPR adalah PNS Kemenhub

2 Tersangka Kasus Peluru Nyasar di Gedung DPR adalah PNS Kemenhub

Megapolitan
Tim Kampanye Jokowi-Ma'ruf Bantah Pasang Iklan di Videotron

Tim Kampanye Jokowi-Ma'ruf Bantah Pasang Iklan di Videotron

Nasional
INFOGRAFIK: Implementasi Program Rusunami DP 0 Rupiah

INFOGRAFIK: Implementasi Program Rusunami DP 0 Rupiah

Megapolitan
Meski Krisis Anggaran, Aceh Utara Usulkan Beli Mobil Baru untuk Bupati

Meski Krisis Anggaran, Aceh Utara Usulkan Beli Mobil Baru untuk Bupati

Regional
Kata Bawaslu soal Dugaan Kampanye Videotron Jokowi-Ma’ruf Amin

Kata Bawaslu soal Dugaan Kampanye Videotron Jokowi-Ma’ruf Amin

Nasional
Diperiksa Bawaslu, Siswa SMAN 87 Terbawa Emosi Bela Guru yang Diduga Doktrin Anti-Jokowi

Diperiksa Bawaslu, Siswa SMAN 87 Terbawa Emosi Bela Guru yang Diduga Doktrin Anti-Jokowi

Megapolitan
Jokowi Minta Surplus Neraca Perdagangan Indonesia Dipertahankan

Jokowi Minta Surplus Neraca Perdagangan Indonesia Dipertahankan

Nasional
[HOAKS] Pelamar CPNS Wajib Cetak Kartu Informasi Akun pada 15 Oktober

[HOAKS] Pelamar CPNS Wajib Cetak Kartu Informasi Akun pada 15 Oktober

Nasional
Polisi Tetapkan 2 Tersangka Kasus Peluru Nyasar di Gedung DPR

Polisi Tetapkan 2 Tersangka Kasus Peluru Nyasar di Gedung DPR

Megapolitan
Memasuki Tahun Politik, Buwas Pastikan Pramuka Netral

Memasuki Tahun Politik, Buwas Pastikan Pramuka Netral

Nasional
Sambangi Rumah Ketua DPRD, Taufik Nyatakan Diri sebagai Cawagub DKI dari Gerindra

Sambangi Rumah Ketua DPRD, Taufik Nyatakan Diri sebagai Cawagub DKI dari Gerindra

Megapolitan
Jubir Jokowi-Ma'ruf Minta Polisi Selidiki Video Anak Berseragam Pramuka Teriak '2019 Ganti Presiden'

Jubir Jokowi-Ma'ruf Minta Polisi Selidiki Video Anak Berseragam Pramuka Teriak "2019 Ganti Presiden"

Nasional
2019, Upah Minimum Provinsi Naik 8 Persen

2019, Upah Minimum Provinsi Naik 8 Persen

Nasional
Mayat Pria Tanpa Identitas Ditemukan di Pintu Air Kalimalang

Mayat Pria Tanpa Identitas Ditemukan di Pintu Air Kalimalang

Megapolitan
Close Ads X