Mayat Perempuan Hangus di Hutan Blora, Korban Pembunuhan Akibat Cinta Segitiga?

Kompas.com - 01/08/2018, 21:41 WIB
Kapolres Blora, AKBP Saptono, beri arahan saat apel pagi, Selasa (24/10/17). KOMPAS.com/Puthut Dwi PutrantoKapolres Blora, AKBP Saptono, beri arahan saat apel pagi, Selasa (24/10/17).

BLORA, KOMPAS.com - Kapolres Blora AKBP Saptono menyampaikan, masyarakat dihimbau berlaku bijak dalam menyikapi informasi yang beredar luas di media sosial terkait penemuan sesosok mayat tanpa identitas di kawasan hutan wilayah Desa Sendang Wates, Kecamatan Kunduran, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Rabu (1/8/2018) pagi.

Pihak kepolisian saat ini masih mendalami benar atau tidaknya kabar yang beredar luas di media sosial yang menyebutkan bahwa korban adalah AM (23), seorang pemandu karaoke di wilayah Purwodadi, Grobogan, Jateng. Dalam informasi yang tersebar di medsos itu korban dibunuh karena motif cinta segitiga.

"Masyarakat jangan gegabah mempercayai informasi di medsos. Kami masih mendalami benar atau tidaknya informasi di medsos itu. Bisa kita jadikan bahan rujukan. Tapi yang jelas kami masih mendalami kasus ini. Dugaannya memang korban pembunuhan," kata Saptono kepada Kompas.com, Rabu (1/8/2018) malam.

Baca juga: Mayat Perempuan Hangus Terbakar di Hutan Blora Hebohkan Warga

Untuk diketahui, masyarakat dihebohkan dengan penemuan sesosok mayat tanpa identitas di kawasan hutan wilayah Desa Sendang Wates, Kecamatan Kunduran, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Rabu (1/8/2018) pagi.

Jasad perempuan itu ditemukan dalam kondisi yang mengenaskan. Sekujur tubuhnya hangus terbakar hingga sulit dikenali.

Kepala Desa Sendang Wates, Suparjo, mengatakan, ia kali pertama memeroleh informasi dari warga di desanya sekitar pukul 06.30 WIB.

Bersama beberapa warga, ia kemudian berupaya mendatangi lokasi kejadian. Suparjo terkejut melihat mayat perempuan itu sudah dalam kondisi hangus terbakar.

"Saya datang ke lokasi sudah banyak warga. Saya bilang ke warga, jangan dipegang dulu, ini urusan polisi. Posisinya telungkup dan berjenis kelamin perempuan," kata Suparjo.

Baca juga: Kasus Mayat Perempuan dalam Karung, Bos Properti Marah Korban Gagal Gugurkan Kandungan

Kapolsek Kunduran AKP Untung Hariyadi, menyampaikan, pihak Satuan Reskrim Polres Blora masih mendalami kasus penemuan mayat perempuan tersebut. Tim Inafis Polres Blora langsung diterjunkan untuk menggelar olah TKP di lokasi kejadian. 

Hasil pemeriksaan kepolisian, korban diperkirakan berusia 20 tahun dengan ukuran tinggi badan sekitar163 sentimeter.

Kepolisian berharap masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga dengan ciri-ciri tersebut bisa langsung melapor.

"Identitas korban belum diketahui. Jasad hangus susah dikenali. Mayat dibawa ke RSUD Blora untuk diautopsi. Prediksinya bukan orang sini, karena kebetulan selama kita lakukan olah TKP, tidak ada warga Kecamatan Kunduran yang mengakui kehilangan anggota keluarganya," terangnya.  



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pasca-teror di Sigi, Warga Desa Belum Berani Kembali ke Rumah

Pasca-teror di Sigi, Warga Desa Belum Berani Kembali ke Rumah

Regional
Korban Keracunan Makanan Pesta Pernikahan Bertambah Jadi 212 Orang, 1 Balita Tewas

Korban Keracunan Makanan Pesta Pernikahan Bertambah Jadi 212 Orang, 1 Balita Tewas

Regional
Gubernur Sulsel Minta Bupati dan Wali Kota Atur Jalur Vaksin Covid-19

Gubernur Sulsel Minta Bupati dan Wali Kota Atur Jalur Vaksin Covid-19

Regional
Korban Tewas Tabrakan Beruntun di Sumedang Jadi 2 Orang, Ini Kronologinya

Korban Tewas Tabrakan Beruntun di Sumedang Jadi 2 Orang, Ini Kronologinya

Regional
Bertambah 128 Kasus Covid-19 dalam 4 Hari di Boyolali, Didominasi OTG

Bertambah 128 Kasus Covid-19 dalam 4 Hari di Boyolali, Didominasi OTG

Regional
BPBD Sleman Siapkan 4 Barak Pengungsian Gunung Merapi

BPBD Sleman Siapkan 4 Barak Pengungsian Gunung Merapi

Regional
Baliho Risma dan Machfud Arifin Bermunculan, Putra Risma: Jangan Asal Pasang Tanpa Izin

Baliho Risma dan Machfud Arifin Bermunculan, Putra Risma: Jangan Asal Pasang Tanpa Izin

Regional
Kado Natal, 6 Kampung di Distrik Mimika Barat Resmi Memiliki Listrik

Kado Natal, 6 Kampung di Distrik Mimika Barat Resmi Memiliki Listrik

Regional
Risma Tulis Surat untuk Warga, Ajak Tak Golput di Pilkada Surabaya

Risma Tulis Surat untuk Warga, Ajak Tak Golput di Pilkada Surabaya

Regional
Warga yang Tertular Klaster BPR Nganjuk Bertambah, Total 9 Orang

Warga yang Tertular Klaster BPR Nganjuk Bertambah, Total 9 Orang

Regional
Speedboat Rombongan KPU Raja Ampat Terbakar, 7 Penumpang Selamat

Speedboat Rombongan KPU Raja Ampat Terbakar, 7 Penumpang Selamat

Regional
'Massa Langsung ke Rumah Mahfud MD, Saya Tidak Bisa Melarang, Takut Dituduh Pendukung Mahfud MD'

"Massa Langsung ke Rumah Mahfud MD, Saya Tidak Bisa Melarang, Takut Dituduh Pendukung Mahfud MD"

Regional
Ganjar Minta Pemerintah Pusat Sajikan Data Covid-19 Secara 'Real Time'

Ganjar Minta Pemerintah Pusat Sajikan Data Covid-19 Secara "Real Time"

Regional
Mayat di Ladang Singkong Korban Pembunuhan, Pelakunya Sakit Hati Diejek Miskin

Mayat di Ladang Singkong Korban Pembunuhan, Pelakunya Sakit Hati Diejek Miskin

Regional
Keponakan Mahfud MD: Massa Ancam Bakar Rumah Jika Rizieq Shihab Dipenjara

Keponakan Mahfud MD: Massa Ancam Bakar Rumah Jika Rizieq Shihab Dipenjara

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X