Menteri Susi Dapat Ijazah SMA, Begini Ceritanya Saat Mengikuti Ujian

Kompas.com - 18/07/2018, 17:47 WIB
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti memberikan mata kuliah umum saat peluncuran kapal berbahan bambu laminasi, Baito Deling 001 buatan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya di Kenjeran, Surabaya, Senin (2/7). Kapal bambu laminasi yang diklaim sebagai inovasi pertama di dunia tersebut diharapkan bisa memberikan alternatif kapal bagi nelayan dan juga meningkatkan harga jual kapal.ANTARA FOTO/Zabur Karuru Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti memberikan mata kuliah umum saat peluncuran kapal berbahan bambu laminasi, Baito Deling 001 buatan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya di Kenjeran, Surabaya, Senin (2/7). Kapal bambu laminasi yang diklaim sebagai inovasi pertama di dunia tersebut diharapkan bisa memberikan alternatif kapal bagi nelayan dan juga meningkatkan harga jual kapal.

CIAMIS, KOMPAS.com - Menteri Kelautan dan Perikanan RI Susi Pudjiastuti akhirnya lulus sekolah paket C atau setara pendidikan SMA. Ia sudah menerima ijazah kesetaraan paket C pada Mei lalu.

Susi mendapat ijazah paket C setelah mengikuti ujian susulan pada tahun 2018. Ia tidak bisa mengikuti ujian tahun sebelumnya karena bentrok dengan kegiatan di kementerian.

Perempuan yang meraih gelar doktor honoris causa dari Universitas Dipenogoro (Undip) Semarang tahun 2016 silam itu awalnya terdaftar di salah satu kelompok belajar Paket C di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis.

Namun, saat akan mengikuti ujian sekitar tahun 2016, Susi tak bisa hadir meski namanya sudah tertera di daftar peserta ujian paket C. Baru tahun ini, Susi berhasil mengikuti Ujian Nasional Berstandar Komputerisasi (UNBK) di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.


"Ibu Susi memperoleh nilai tertinggi dari keseluruhan peserta berjumlah 550 siswa paket C di Pangandaran. Nilainya 429,0 dan paling tinggi," jelas Ketua Pelaksana UNBK setara Paket C Yayasan Bina Padu Mandiri Pangandaran, Didi Ruswendi, Rabu (18/7/2018).

Dijelaskan Didi, Menteri Susi mengikuti ujian selama tiga hari pada tanggal 11 sampai dengan 13 Mei tahun 2018 lalu. Ujian dilaksanakan di SMA Negeri 1 Pangandaran.

"Saat ujian, Ibu menteri mengikuti tujuh mata pelajaran ujian selama tiga hari tersebut. Ibu Susi paling tinggi pada mata pelajaran PKN mendapatkan 82,0, sedangkan terendah justru pelajaran ekonomi mendapatkan nilai 42,4," tambah dia.

Baca juga: Anies Berharap Menteri Susi Jadi Teladan Buat yang Putus Sekolah agar Mengambil Paket C

Berbaur

Meski menjabat sebagai Menteri Perikanan dan Kelautan di negara ini, Susi tetap bersikap biasa seperti peserta ujian lainnya. Ia selalu datang sebelum pelaksanaan ujian dimulai.

Dia hanya ditemani oleh salah seorang perempuan ajudannya saat akan masuk ruang kelas ujian.

"Ibu menteri saat itu sangat serius sekali dan semangat mengikuti ujian. Bahkan, selalu tepat waktu dan tidak manja mentang-mentang seorang menteri. Sebelum waktu ujian mulai, dia mengobrol dan bercengkrama dengan peserta ujian lainnya tanpa ada sekat beliau sebagai menteri di negara ini," katanya.

Saat ujian, Menteri Susi pun selalu menitipkan ponsel kepada ajudannya. Padahal, Didi mengaku kala itu ia tak berani melarang Menteri Susi untuk tak membawa ponsel saat ujian.

"Kami tak berani melarang padahal. Tapi beliau justru menitipkan Hp-nya ke ajudan setiap kali masuk ruang ujian. Pernah saat akan masuk ruang ujian, rambut beliau masih basah kuyup dan mengaku habis berenang di laut pagi hari sekali," tandasnya.

Baca juga: Cerita Anies yang Berusaha Bujuk Susi untuk Daftar Kejar Paket C

Menteri Susi baru mendapatkan ijazah kesetaraan SMA tahun ini karena dulu ia keluar saat duduk di kelas 2 SMA.

Akhirnya setelah mengikuti ujian paket C, Menteri Susi menjadi lulusan terbaik ujian kesetaraan SMA di Kabupaten Pangandaran.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Jadi Korban Kekerasan Kelompok SMB, Kades Minta Polisi Tangkap Pelaku

Jadi Korban Kekerasan Kelompok SMB, Kades Minta Polisi Tangkap Pelaku

Regional
Risma Alokasikan APBD Sebanyak 32 Persen untuk Pendidikan, Ini Alasannya

Risma Alokasikan APBD Sebanyak 32 Persen untuk Pendidikan, Ini Alasannya

Regional
Walhi Sebut Kalsel Tak layak Jadi Ibu Kota Baru, Ini Alasannya

Walhi Sebut Kalsel Tak layak Jadi Ibu Kota Baru, Ini Alasannya

Regional
Tertangkap Curi Sapi, Seorang Pria Babak Belur Dihajar Warga

Tertangkap Curi Sapi, Seorang Pria Babak Belur Dihajar Warga

Regional
Istri Korban Mutilasi Gelisah Pelaku Lain Belum Ditangkap

Istri Korban Mutilasi Gelisah Pelaku Lain Belum Ditangkap

Regional
Ini Alasan Ayah Aniaya Anaknya yang Derita Gizi Buruk hingga Patah Tulang

Ini Alasan Ayah Aniaya Anaknya yang Derita Gizi Buruk hingga Patah Tulang

Regional
DKPP Jatuhkan Sanksi kepada Ketua dan Anggota KPU Cianjur

DKPP Jatuhkan Sanksi kepada Ketua dan Anggota KPU Cianjur

Regional
Jerat Kawat Sling Masih Melekat di Kaki Depan, Harimau Palas Akan Dioperasi

Jerat Kawat Sling Masih Melekat di Kaki Depan, Harimau Palas Akan Dioperasi

Regional
Aturan Tes Narkoba Sebelum Menikah, Ini Kata Para Calon Pengantin hingga Alasan Kemenag Jatim

Aturan Tes Narkoba Sebelum Menikah, Ini Kata Para Calon Pengantin hingga Alasan Kemenag Jatim

Regional
Pesawat Garuda Bermasalah, Ribuan Calon Jemaah Haji di Asrama Sudiang Makassar Terlantar

Pesawat Garuda Bermasalah, Ribuan Calon Jemaah Haji di Asrama Sudiang Makassar Terlantar

Regional
4 Kota Ini Segera Punya Pembangkit Listrik Tenaga Sampah

4 Kota Ini Segera Punya Pembangkit Listrik Tenaga Sampah

Regional
Berikut 7 Poin Fatwa MPU Aceh tentang Hukum Permainan PUBG

Berikut 7 Poin Fatwa MPU Aceh tentang Hukum Permainan PUBG

Regional
Risma Belum Tentukan Bentuk Pengelolaan Aset YKP Bernilai Rp 10 Triliun

Risma Belum Tentukan Bentuk Pengelolaan Aset YKP Bernilai Rp 10 Triliun

Regional
Puluhan Polisi Gendut Digembleng Program Diet di SPN Mojokerto

Puluhan Polisi Gendut Digembleng Program Diet di SPN Mojokerto

Regional
Viral Bangunan Sekolah Miris di Minahasa Selatan, Ini Penjelasan Wabup

Viral Bangunan Sekolah Miris di Minahasa Selatan, Ini Penjelasan Wabup

Regional
Close Ads X