Cuaca Buruk, 1 Perahu Pancung Nelayan Bintang Hilang Kontak - Kompas.com

Cuaca Buruk, 1 Perahu Pancung Nelayan Bintang Hilang Kontak

Kompas.com - 14/07/2018, 13:14 WIB
Tim SAR Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BNPP) Kelas I A Tanjungpinang tengah melakukan pencarian satu Perahu Pancung Nelayan Bintan yang hilang kontak di Perairan KIjang, Bintan, KepriKOMPAS.COM/ DOK BNPP KELAS A TANJUNGPINANG Tim SAR Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BNPP) Kelas I A Tanjungpinang tengah melakukan pencarian satu Perahu Pancung Nelayan Bintan yang hilang kontak di Perairan KIjang, Bintan, Kepri

BINTAN, KOMPAS.com - Satu unit perahu pancung nelayan Bintan yang ditumpangi dua orang masing-masing atas nama Haidan Asma (28) dan Deri (28), dikabarkan hilang kontak di perairan Kijang, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau (Kepri), Sabtu (14/7/2018) pagi tadi.

Kepala Seksi Operasional Kantor Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BNPP) Kelas I A Tanjungpinang, Eko Suprianto mengatakan, informasi hilangnya jaringan komunikasi kapal nelayan itu pertama kali diketahui ketua HNSI Bintan yang kemudian melaporkan hal ini ke Bhabinkamtibmas Desa Kelong, Brigadir M Kurniawan.

"Mendapatkan info tersebut, tim SAR langsung menuju ke lokasi awalnya hilang komunikasi tersebut, yakni pada tw 0713 16.00 G," kata Eko, Sabtu (14/7/2018).

Saat ini, lanjut Eko, tim SAR Rescue Boat 209 menurunkan 12 personel yang nantinya akan bergerak dan melakukan pencarian di empat titik lokasi, di antaranya 1 20.178 N - 104 46.435 E, 1 17.694 N - 104 50.903 E, 1 25.544 N - 104 50.110 E dan titik 1 22.651 N - 104 54.144 E.

Selain itu, Tim SAR juga telah berkoordinasi dengan SAR Malaysia untuk membantu dalam pencarian tersebut, karena posisi perkiraan pencarian memasuki wilayah Malaysia.

"Kami juga melaksanakan koordinasi dengan pihak MRCC Johor Malaysia dan meminta bantuan kepada kapal-kapal nelayan sekitar untuk membantu mencari perahu pancung Nelayan yang hilang tersebut," jelas Eko.

Baca juga: Perahu Nelayan Tabrakan dengan Kapal Pinisi, Satu Orang Tewas

Untuk pencairn saat ini, Eko mengaku sedikit mengalami gangguan cuaca. Pasalnya tinggi gelombang di perairan Bintan yang berbatasan dengan Malaysia mencapai 2 hingga 3 meter.

"Kami juga berharap kepada nelayan Bintan untuk berhati-hati, karena selain angin kencang, tinggi gelombang juga mencapai 3 meteran," ujarnya.

Baca juga: 2 Perahu Nelayan Malaysia Diamankan Saat Mencari Ikan di Perairan Indonesia

Kompas TV Seorang juru mudi perahu getek di Palembang tewas tenggelam usai perahu yang dikemudikannya ditabrak oleh sebuah kapal ponton.


Komentar
Close Ads X