Saat Jokowi Bagikan 5.000 Sertifikat Tanah di Kota Kelahiran BJ Habibie - Kompas.com

Saat Jokowi Bagikan 5.000 Sertifikat Tanah di Kota Kelahiran BJ Habibie

Kompas.com - 04/07/2018, 09:15 WIB
Presiden RI Joko Widodo kembali bermain tebak-tebakan nama ikan disela acara penyerahan sertifikat Prona di Lapangan Andi Makassau, Kota Parepare, Sulawesi Selatan, Senin (2/7/2018). Tribun-timur.com/Mulyadi Presiden RI Joko Widodo kembali bermain tebak-tebakan nama ikan disela acara penyerahan sertifikat Prona di Lapangan Andi Makassau, Kota Parepare, Sulawesi Selatan, Senin (2/7/2018).

PAREPARE, KOMPAS.com - Presiden RI Joko Widodo membagikan sertifikat tanah gratis kepada warga di Lapangan Andi Makkasau Kota Parepare, Sulawesi Selatan, Senin (2/7/2018). Parepare merupakan kampung halaman Presiden ke-3 RI, BJ Habibie.

"Saya senang sekali hari ini bisa hadir di Kota Parepare, kota kelahiran Pak Habibie, betul. Sudah terima sertifikatnya, coba angkat tinggi-tinggi, jangan diturunkan dulu saya mau hitung," tutur Presiden Jokowi di hadapan warga.

Presiden mengatakan, dari yang tertulis, ada 5.000 sertifikat yang dibagikan.

Di depan warga, Jokowi menuturkan, di seluruh Indonesia ada 126 juta bidang tanah yang harus disertifikasi. Pada tahun 2015, lanjut dia, baru 26 juta bidang tanah yang bersertifikat. Artinya, masih ada 80 juta bidang lahan yang belum disertifikasi.

"Dulunya, setiap tahun kurang lebih 500.000-600.000 sertifikat yang keluar di seluruh Indonesia. Artinya, kalau dihitung, kita harus tunggu 160 tahun semua bidang tanah tersertifikasi. Mau nunggu 160 tahun?," ungkapnya.

Oleh karena itu, lanjut Jokowi, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional diperintahkan untuk mengurus sertifikat yang harus naik setiap tahunnya.

Menurut dia, pada tahun 2017, ada lima juta sertifikat yang dikeluarkan. Jokowi berharap, pada tahun 2018, ada 7 juta sertifikat yang bisa dikeluarkan, dan 9 juta sertifikat pada 2019.

"Caranya gimana? Itu urusan Pak Menteri dan seluruh kantor BPN," katanya sambil melirik Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil yang juga hadir dalam acara ini.

Presiden juga mengucapkan terima kasih pada kantor BPN karena target yang diberikan terlampaui. Dia menyatakan pentingnya pencapaian target program sertifikat itu pada tahun 2018.

"Kalau sudah jadi sertifikat ini, kita tenang, karena hak hukum menjadi jelas. Di sini ada nama pemegang hak, luas yang dikuasai berapa, di sini ada. Jadi jelas sekali, kalau ada sengketa, itu pemegang hak ini sudah tenang. Karena kalau setiap saya ke daerah, kampung, selalu yang masuk ke telinga saya, sengketa lahan," ungkap dia.

Presiden lalu meminta warga menjaga dengan baik sertifikat itu.

"Kalau sudah pegang sertifikat, tolong diberi plastik, kemudian setelah itu diplastikin lalu difotokopi agar kalau aslinya hilang, bisa diurus ke BPN. Kedua, biar tidak rusak kalau genting bocor," katanya berkelakar sambil disambut tawa warga.

Presiden juga mengingatkan warga untuk memperhitungkan kesanggupan membayarkan angsurannya jika menggunakan sertifikat itu sebagai agunan di bank.

"Kalau sudah pegang sertifikat, pasti pengin disekolahkan. Dipakai agunan ke bank? Enggak apa-apa dipakai. Tapi tolong, sebelum dipakai untuk jaminan ke bank, dihitung dulu. Bisa mencicil nggak? Jangan asal dimasukkan ke bank, dapat uang, tidak bisa mencicil," katanya.

Dia juga mengingatkan warga untuk menggunakan uang pinjaman dari bank dengan sebaik mungkin.

"Hati-hati apalagi, tanahnya gede, dapat Rp 300 juta senang, pulang. Rp 150 juta beli mobil, biar gagah muter-muter kampung. Enam bulan saja enggak bisa membayar angsuran uang pinjaman, sertifikatnya hilang, mobilnya ditarik diler," ucapnya.

Sementara itu, Menteri Sofyan Djalil melaporkan bahwa pembagian sertifikat yang dipusatkan di Kota Pare-Pare itu berjumlah 3.000 penerima. Akan tetapi, katanya, ada sekitar 5.000 sertifikat yang dibagikan pada hari itu.

Di tempat itu, hadir masing-masing perwakilan 200-800 penerima dari 11 kabupaten kota se-Sulsel.

"Senang terima sertifikat? senang dong. Masih ada tanah belum bersertifikat, tentu masih. Tapi Alhamdulillah, masyarakat Sulsel kaya-kaya nanti akan kita sertifikatkan sebagaimana perintah Presiden," paparnya.

Dia menyebutkan, di Sulsel ada 6,8 juta bidang tanah, namun baru 2,1 juta yang tersertifikasi dan saat ini masih ada 4,7 juta bidang lagi yang belum disertifikatkan.

"Makanya, kami akan sertifikatkan secepat mungkin, sesuai target, 2025 seluruh tanah bisa didaftarkan," katanya.


Terkini Lainnya

Media Dilarang Pasang Logo Dewan Pers

Media Dilarang Pasang Logo Dewan Pers

Nasional
Coba Kabur dari Polisi, Seorang Buronan Babak Belur Ditendang Kuda

Coba Kabur dari Polisi, Seorang Buronan Babak Belur Ditendang Kuda

Internasional
Bawaslu Selidiki Spanduk Paslon 02 Bernada Provokatif di Kemayoran

Bawaslu Selidiki Spanduk Paslon 02 Bernada Provokatif di Kemayoran

Megapolitan
Bawaslu Bengkulu Panggil 2 Bupati Usai Deklarasi Dukung Jokowi-Ma'aruf

Bawaslu Bengkulu Panggil 2 Bupati Usai Deklarasi Dukung Jokowi-Ma'aruf

Regional
Fadli Zon: Masak Menko Polhukam Koreksi Presiden, Bagaimana Ceritanya?

Fadli Zon: Masak Menko Polhukam Koreksi Presiden, Bagaimana Ceritanya?

Nasional
Eni Anggap Uang Kotjo untuk Munaslub Golkar dari Sumber yang Halal

Eni Anggap Uang Kotjo untuk Munaslub Golkar dari Sumber yang Halal

Nasional
5 Fakta Kecelakaan Kapal Motor di Sungai Kapuas, 4 Masih Hilang hingga Arus Deras Jadi Kendala

5 Fakta Kecelakaan Kapal Motor di Sungai Kapuas, 4 Masih Hilang hingga Arus Deras Jadi Kendala

Regional
Petani Buang Buah Naga Merah ke Sungai karena Harganya Murah

Petani Buang Buah Naga Merah ke Sungai karena Harganya Murah

Regional
Otoritas Meksiko Selidiki Dugaan Kelalaian dalam Insiden Ledakan Pipa Minyak Ilegal

Otoritas Meksiko Selidiki Dugaan Kelalaian dalam Insiden Ledakan Pipa Minyak Ilegal

Internasional
Pendaki Wanita Berjuluk 'Bikini Hiker' Tewas Membeku di Taiwan

Pendaki Wanita Berjuluk "Bikini Hiker" Tewas Membeku di Taiwan

Internasional
Fadli Zon Sarankan KPU Cari Moderator Debat dari Kalangan Akademisi

Fadli Zon Sarankan KPU Cari Moderator Debat dari Kalangan Akademisi

Nasional
Keluarga Berharap Baasyir Dibebaskan Sesuai Keputusan Awal Jokowi

Keluarga Berharap Baasyir Dibebaskan Sesuai Keputusan Awal Jokowi

Nasional
Tunangan Selesaikan Masalah Utang, Pernikahan Putri Mako Bisa Digelar

Tunangan Selesaikan Masalah Utang, Pernikahan Putri Mako Bisa Digelar

Internasional
Temui Presiden Jokowi, Empat Bupati di Maluku Utara Minta Bangun Bandara dan Pelabuhan

Temui Presiden Jokowi, Empat Bupati di Maluku Utara Minta Bangun Bandara dan Pelabuhan

Nasional
Pengelola Pasar Baru Bekasi Pastikan Tempatnya Layak untuk Berjualan

Pengelola Pasar Baru Bekasi Pastikan Tempatnya Layak untuk Berjualan

Megapolitan

Close Ads X