Modus Baru Jambret di Palembang, Kenakan Jaket Ojek "Online"

Kompas.com - 21/06/2018, 20:08 WIB
Polresta Palembang melakukan olah TKP dimana kroban rina menjadi korban jambret oleh dua pelaku yang menggunakan jaket serta helm ojek online. KOMPAS.com/ Aji YK PutraPolresta Palembang melakukan olah TKP dimana kroban rina menjadi korban jambret oleh dua pelaku yang menggunakan jaket serta helm ojek online.

PALEMBANG, KOMPAS.com - Pelaku jambret di Kota Palembang, Sumatera Selatan, kembali beraksi seusai Lebaran.

Modus kali ini, para tersangka mengenakan jaket serta helm ojek online agar tidak dicurigai warga.

Adalah Rina, warga Bangka Belitung yang menjadi korban. Uang belasan juta serta perhiasan miliknya yang berada di dalam tas, raib dibawa kabur pelaku.

Kasus ini pun kini tengah ditangani Polresta Palembang, Kamis (21/6/2018).

Baca juga: Prabowo: Banyak yang Membenci Saya

Rina menjelaskan, kejadian berlangsung di Jalan Tembok Baru, Kelurahan 9/10 Ulu, Kecamatan Jakabaring, Palembang.

Awalnya ia bersama Nelly yang merupakan keluarganya hendak mengambil uang di mesin anjungan tunai mandiri (ATM).

Baru sampai di depan ATM, dua pelaku yang mengendarai motor memepet korban dan menarik tas Rina.

“Kami belum sempat masuk ambil uang di ATM, pelaku datang langsung menarik tas saya. Yang bawa motor pakai helm dan jaket ojek online, yang di belakang pakai baju biasa saja,” kata Rina saat melapor.

Baca juga: Wisatawan Asal Perancis Diperkosa Pemandu Wisata di Labuan Bajo

Rina sempat berteriak meminta tolong setelah tasnya berpindah tangan ke pelaku. Bahkan, dia pun sempat mengejar kedua pelaku tersebut.

“Mereka ngebut sekali, banyak yang lihat tapi tidak ada yang berani mengejar. Saya ke Palembang Lebaran sama orangtua, rencananya ambil uang untuk pulang ke Bangka,” tuturnya.

Seusai menerima laporan, polisi langsung mendatangi lokasi dan melakukan olah TKP. 

Kepala SPKT Polresta Palembang Ipda Dofan menjelaskan, saat ini pihaknya sedang menyelidiki kasus tersebut untuk menangkap para pelaku.

“Anggota Satreskrim masih menyelidiki kasus ini,” jelas Dofan.

Kompas TV Belasan kasus perampokan terjadi dalam tiga bulan terakhir di sejumlah titik di jalan umum kota Madiun.

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Deteksi Gejala Awal Terinfeksi Corona, RSUD di Semarang Sediakan Link Online

Deteksi Gejala Awal Terinfeksi Corona, RSUD di Semarang Sediakan Link Online

Regional
Warga Salatiga Dikabarkan Positif Corona, Wali Kota Masih Tunggu Hasil dari Kemenkes

Warga Salatiga Dikabarkan Positif Corona, Wali Kota Masih Tunggu Hasil dari Kemenkes

Regional
Rumah Sakit Rujukan Penuh, Bantul Siap Bangun RS Darurat

Rumah Sakit Rujukan Penuh, Bantul Siap Bangun RS Darurat

Regional
Wabah Corona, 90 PPK di Kabupaten Bima Dirumahkan, Pelantikan PPS Ditunda

Wabah Corona, 90 PPK di Kabupaten Bima Dirumahkan, Pelantikan PPS Ditunda

Regional
Bupati Bogor Batasi Warga yang Datang ke Puncak

Bupati Bogor Batasi Warga yang Datang ke Puncak

Regional
Dalam Lima Hari Tercatat 70 Ribu Orang Lebih Mudik ke DIY

Dalam Lima Hari Tercatat 70 Ribu Orang Lebih Mudik ke DIY

Regional
Pemkab Kulon Progo DIY Siapkan Rp 21 M Hadapi Covid-19

Pemkab Kulon Progo DIY Siapkan Rp 21 M Hadapi Covid-19

Regional
Pasien Positif Corona di Sumsel Bertambah Jadi 3 Orang

Pasien Positif Corona di Sumsel Bertambah Jadi 3 Orang

Regional
Gubernur Surati Kemenhub Minta Akses ke Bali Lewat Pelabuhan Dibatasi

Gubernur Surati Kemenhub Minta Akses ke Bali Lewat Pelabuhan Dibatasi

Regional
Dampak Corona, Jumlah Perjalanan Kereta Api yang Dibatalkan dari Semarang Bertambah

Dampak Corona, Jumlah Perjalanan Kereta Api yang Dibatalkan dari Semarang Bertambah

Regional
Ayah Tiri Tega Aniaya Anaknya Berusia 3 Tahun hingga Tewas, Ini Fakta Lengkapnya

Ayah Tiri Tega Aniaya Anaknya Berusia 3 Tahun hingga Tewas, Ini Fakta Lengkapnya

Regional
KKB Pimpinan Joni Botak Pelaku Penembakan 3 Karyawan Freeport di Mimika

KKB Pimpinan Joni Botak Pelaku Penembakan 3 Karyawan Freeport di Mimika

Regional
Selasa, Pemkot Surabaya Gelar Rapid Test Serentak di 63 Puskesmas

Selasa, Pemkot Surabaya Gelar Rapid Test Serentak di 63 Puskesmas

Regional
Cara Warga Biasa Lawan Corona, Saling Menguatkan hingga Bagi-bagi Vitamin C untuk Satpam dan ART

Cara Warga Biasa Lawan Corona, Saling Menguatkan hingga Bagi-bagi Vitamin C untuk Satpam dan ART

Regional
Ratusan Rumah ODP Covid-19 di Kutai Kertanegara Ditempel Stiker

Ratusan Rumah ODP Covid-19 di Kutai Kertanegara Ditempel Stiker

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X