WNA China yang Diamankan di Kupang Barat Mengaku Paspor Ditahan Polisi Australia - Kompas.com

WNA China yang Diamankan di Kupang Barat Mengaku Paspor Ditahan Polisi Australia

Kompas.com - 14/06/2018, 23:34 WIB
Polisi perairan berangkat dalam operasi pencarian pesawat AirAsia QZ8501, di Pelabuhan Pangkal Pinang, Bangka Belitung, Senin (29/12/2014). Senin (29/12/2014). Pesawat AirAsia QZ8501 yang mengangkut 155 penumpang serta 7 awak, hilang kontak pada Minggu pagi, saat penerbangan dari Surabaya menuju Singapura.AP PHOTO / TATAN SYUFLANA Polisi perairan berangkat dalam operasi pencarian pesawat AirAsia QZ8501, di Pelabuhan Pangkal Pinang, Bangka Belitung, Senin (29/12/2014). Senin (29/12/2014). Pesawat AirAsia QZ8501 yang mengangkut 155 penumpang serta 7 awak, hilang kontak pada Minggu pagi, saat penerbangan dari Surabaya menuju Singapura.

KUPANG, KOMPAS.com - Tujuh warga negara asing ( WNA) asal China yang diamankan Aparat Kepolisian Perairan Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) mengaku paspor mereka ditahan oleh pihak berwenang Australia.

Tujuh warga China yang diamankan tersebut yakni Wu zheng Yin, Fang Min, Chen Chunlin, Fu Zedong, Liangyi Hu, Yin Guoguang dan Zheng Min.

Para warga negara China ini sebelumnya diamankan polisi saat terdampar di wilayah perairan Kupang, NTT, Kamis (14/6/2018).

"Saat diinterogasi, mereka mengaku paspor dan dokumen mereka ditahan polisi, oleh polisi perairan Australia," kata Kasat Ronda Patroli Armada Polisi Perairan NTT AKBP Satrya Perdana Tarung Binti, kepada wartawan, Kamis siang.

Baca juga: 7 WNA Asal China Diamankan Polisi di Perairan Kupang Barat

Dia mengatakan, para warga China tersebut berniat menuju Australia. Namun, mereka sempat dihadang polisi perairan Australia dan akhirnya dipulangkan kembali ke Indonesia.

Menurut Satriya, warga China tersebut memasuki wilayah perairan Australia, ketika berlayar dari Makassar dengan dibantu oleh tiga Anak Buah Kapal (ABK) berkewarganegaraan Indonesia.

Awalnya, kata Satriya, ketika ditanya terkait paspor mereka, para WNA itu sempat menuduh yang menyita sejumlah dokumen mereka adalah polisi Indonesia.

Pihaknya kemudian coba menunjukkan foto dan seragam polisi perairan Australia. Mereka lalu mengakui bahwa polisi Australia lah yang menyita dokumen mereka.

Baca juga: 7 WNA China yang Diamankan di Perairan Kupang Barat Hendak ke Australia

Para warga negara China itu meminta sejumlah dokumen lain yang disita oleh polisi perairan Australia bisa dikembalikan. 

"Tadi, mereka juga meminta agar dibuatkan green passport. Tapi kita kan tak menerbitkan green passport,” ucap Satriya.

Hingga saat ini, kata Satriya, pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah warga negara China itu untuk mencari tahu motif mereka.


Kompas TV Petugas Ditpol Air Sumut Gagalkan Penyeludupan Bawang Merah

Komentar

Terkini Lainnya

Paslon 'Hati' Benar-benar Absen Debat Kedua Pilkada Probolinggo

Paslon "Hati" Benar-benar Absen Debat Kedua Pilkada Probolinggo

Regional
Pendiri Dinas Rahasia dan Mantan PM Korsel Meninggal di Usia 92 Tahun

Pendiri Dinas Rahasia dan Mantan PM Korsel Meninggal di Usia 92 Tahun

Internasional
Usai Mencuri, Maling Ini Jalan Berpapasan dengan Korban

Usai Mencuri, Maling Ini Jalan Berpapasan dengan Korban

Megapolitan
Langkah Penyelamatan Diri Saat Kapal Tenggelam

Langkah Penyelamatan Diri Saat Kapal Tenggelam

Nasional
Survei LSI Pilkada Kalimantan Timur: Elektabilitas Rusmadi-Safaruddin 24,5 Persen, Isran-Hadi 22,3 Persen

Survei LSI Pilkada Kalimantan Timur: Elektabilitas Rusmadi-Safaruddin 24,5 Persen, Isran-Hadi 22,3 Persen

Regional
Jelang Masa Tenang, KPU Ingatkan Seluruh Alat Peraga Harus Diturunkan

Jelang Masa Tenang, KPU Ingatkan Seluruh Alat Peraga Harus Diturunkan

Nasional
Ketua Forum RT/RW: Pasangan Hasanah, Figur yang Diperlukan Masyarakat Jabar

Ketua Forum RT/RW: Pasangan Hasanah, Figur yang Diperlukan Masyarakat Jabar

Regional
Pemprov DKI Buka Kemungkinan Laporkan Hilangnya Penutup Gorong-gorong 'Underpass' Mampang ke Polisi

Pemprov DKI Buka Kemungkinan Laporkan Hilangnya Penutup Gorong-gorong "Underpass" Mampang ke Polisi

Megapolitan
SBY hingga Ical Bakal Hadiri Kampanye Akbar Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi di Bogor

SBY hingga Ical Bakal Hadiri Kampanye Akbar Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi di Bogor

Regional
Forum Silaturahmi Masyarakat Magelang Doa Bersama untuk Dukung Ganjar-Yasin

Forum Silaturahmi Masyarakat Magelang Doa Bersama untuk Dukung Ganjar-Yasin

Regional
Mengapa Nama Pemain Islandia di Piala Dunia Banyak yang Berakhiran 'Son'?

Mengapa Nama Pemain Islandia di Piala Dunia Banyak yang Berakhiran "Son"?

Internasional
Kisah Kedekatan Polisi dengan Warga di Perbatasan RI, Brigpol Kresna Sudah Dianggap Keluarga

Kisah Kedekatan Polisi dengan Warga di Perbatasan RI, Brigpol Kresna Sudah Dianggap Keluarga

Regional
DPS dan DPSLN Pemilu 2019 Ditetapkan 186.379.878 Pemilih

DPS dan DPSLN Pemilu 2019 Ditetapkan 186.379.878 Pemilih

Nasional
KPU Tetap Sosialisasi PKPU Larangan Eks Koruptor 'Nyaleg' meski Belum Diundangkan

KPU Tetap Sosialisasi PKPU Larangan Eks Koruptor "Nyaleg" meski Belum Diundangkan

Nasional
Pangkas Pajak UMKM, Jokowi Dinilai Berpihak pada Rakyat Kecil

Pangkas Pajak UMKM, Jokowi Dinilai Berpihak pada Rakyat Kecil

Nasional

Close Ads X