7 WNA China yang Diamankan di Perairan Kupang Barat Hendak ke Australia - Kompas.com

7 WNA China yang Diamankan di Perairan Kupang Barat Hendak ke Australia

Kompas.com - 14/06/2018, 19:24 WIB
Ilustrasi kapal di Pelabuhan Benoa, Bali.Kompas.com/ Eviera Paramita Sandi Ilustrasi kapal di Pelabuhan Benoa, Bali.


KUPANG, KOMPAS.com - Aparat Kepolisian Perairan Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) mengamankan tujuh warga negara asing ( WNA) asal China, yang terdampar di bagian Selatan perairan Desa Tablolong, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang, Kamis (14/6/2018).

Kepala Satuan Ronda Patroli Armada Polisi Perairan NTT AKBP Satrya Perdana Tarung Binti mengatakan, tujuh warga China itu berencana hendak ke Australia.

Menurut Satrya, saat diamankan oleh pihak kepolisian setempat, tiga Anak Buah Kapal (ABK) yang berasal dari Indonesia berhasil melarikan diri dengan menceburkan diri ke laut.

Sementara sejumlah WNA itu dibiarkan di atas kapal, dengan posisi jangkar kapal dilepaskan ke laut.

Baca juga: Dokumen Lengkap, 38 WNA China yang Diamankan di Bogor Dibebaskan

“Berdasarkan pengakuan mereka ada tiga ABK dari Indonesia yang membawa mereka. Namun, saat kami tiba di lokasi, tiga ABK itu sudah tidak berada di atas kapal,” ungkap Satrya, kepada sejumlah wartawan, Kamis siang.

Tujuh warga China itu, lanjut Satrya, berangkat dari negaranya sekitar 10 atau 20 hari yang lalu dan sempat transit di Jakarta.

Saat tiba di Jakarta, ketujuh warga China itu terbang ke Makassar dengan salah satu maskapai penerbangan nasional. Di Makassar, ketujuh warga China itu kembali menyewa sebuah kapal dengan dipandu oleh tiga orang ABK.

“Tujuan mereka adalah ke Australia. Namun, saat memasuki perairan Australia, mereka langsung di tangkap oleh polisi Perairan Australia,” ucap dia.

Baca juga: Jadi Tenaga Kerja Ilegal, Dua WNA China Diamankan Imigrasi Wonosobo

Setelah ditangkap, kapal yang digunakan dari Makassar itu ditahan dan diganti dengan sebuah kapal yang diberikan oleh polisi perairan Australia.

“Menurut pengakuan dari salah seorang WNA China, kapal dari Australia itu sudah diberikan BBM secukupnya. Di samping itu juga diberikan bahan makanan secukupnya,” tambah dia.

Tujuh orang warga China tersebut yakni Wu zheng Yin, Fang Min, Chen Chunlin, Fu Zedong, Liangyi Hu, Yin Guoguang dan Zheng Min.

Hingga saat ini, ketujuh warga China itu masih ditahan di Polisi Perairan Polda NTT untuk pemeriksaan lebih lanjut. 


Terkini Lainnya

Patung Tokoh Perang Kemerdekaan AS Dipasangi Mata Mainan

Patung Tokoh Perang Kemerdekaan AS Dipasangi Mata Mainan

Internasional
Ketua KPU Persilakan Para Calon Kunjungi Lembaga Pendidikan asal...

Ketua KPU Persilakan Para Calon Kunjungi Lembaga Pendidikan asal...

Regional
Ada Pekerjaan 'Skybridge', Jalan Jatibaru Raya Dibuka Terbatas

Ada Pekerjaan "Skybridge", Jalan Jatibaru Raya Dibuka Terbatas

Megapolitan
Pengamat: Kampanye Negatif Boleh, tetapi Kampanye Positif Harus Diutamakan

Pengamat: Kampanye Negatif Boleh, tetapi Kampanye Positif Harus Diutamakan

Nasional
PPSU Temukan Botol Miras dalam Pembongkaran Rumah di Pekojan Jakbar

PPSU Temukan Botol Miras dalam Pembongkaran Rumah di Pekojan Jakbar

Megapolitan
ITB Harap Penelitiannya Berguna untuk Rekonstruksi Palu Pasca-Bencana

ITB Harap Penelitiannya Berguna untuk Rekonstruksi Palu Pasca-Bencana

Edukasi
Gelapkan 51 Sepeda Motor, Dua Ibu Rumah Tangga Ditangkap

Gelapkan 51 Sepeda Motor, Dua Ibu Rumah Tangga Ditangkap

Regional
3 Lokasi Ini Dipertimbangkan Jadi Area Hunian Tetap Bagi Korban Gempa Sulteng

3 Lokasi Ini Dipertimbangkan Jadi Area Hunian Tetap Bagi Korban Gempa Sulteng

Nasional
Kekeringan, 1.000 ASN Kota Bandung Gelar Shalat Minta Hujan di Balai Kota

Kekeringan, 1.000 ASN Kota Bandung Gelar Shalat Minta Hujan di Balai Kota

Regional
Polri: Banyak yang Catut Nama Kapolri Tito Karnavian

Polri: Banyak yang Catut Nama Kapolri Tito Karnavian

Nasional
Sambangi Syafi'i Maarif, Ma'ruf Amin Minta Saran Terkait Pilpres

Sambangi Syafi'i Maarif, Ma'ruf Amin Minta Saran Terkait Pilpres

Nasional
Perpanjangan Ganjil-Genap demi Penuhi Target Kecepatan 21 Km Per Jam

Perpanjangan Ganjil-Genap demi Penuhi Target Kecepatan 21 Km Per Jam

Megapolitan
Tak Ada di RKPD, Taufik Paksa Anggaran Rehab Kantor Lurah dan Camat Masuk APBD

Tak Ada di RKPD, Taufik Paksa Anggaran Rehab Kantor Lurah dan Camat Masuk APBD

Megapolitan
Selasa, Polisi Periksa Sohibul Iman Terkait Laporan Fahri Hamzah

Selasa, Polisi Periksa Sohibul Iman Terkait Laporan Fahri Hamzah

Megapolitan
Surabaya Dilewati Dua Sesar Aktif Berpotensi Gempa, Apa yang Dilakukan Pemkot?

Surabaya Dilewati Dua Sesar Aktif Berpotensi Gempa, Apa yang Dilakukan Pemkot?

Regional
Close Ads X