Lewat Tol Fungsional, Kecepatan Kendaraan Disarankan 40 Km Per Jam

Kompas.com - 02/06/2018, 18:14 WIB
Kondisi jalur tol Wilangan-Kertosono pada Sabtu (2/6/2018). Tol ini digunakan fungsional saat Lebaran 2018. KOMPAS.com/NIBRAS NADA NAILUFARKondisi jalur tol Wilangan-Kertosono pada Sabtu (2/6/2018). Tol ini digunakan fungsional saat Lebaran 2018.

KARANGANYAR, KOMPAS.com - Kendati pemerintah menjanjikan pemudik bisa lewat tol dari Jakarta sampai Surabaya untuk mudik tahun ini, beberapa ruas bersifat fungsional atau bisa digunakan tapi belum beroperasi resmi.

Ketika Kompas.com menelusuri jalur-jalur fungsional seperti Semarang-Solo (32 km), Sragen-Ngawi (55 km), serta Wilangan-Kertosono (37 km) bersama Kakorlantas Polri Royke Lumowa pada Sabtu (2/6/2018), kondisinya bermacam-macam.

Ada yang sudah dibeton dengan mulus, ada yang masih kasar dan penuh kerikil serta material, dan ada yang masih berupa tanah. Kelengkapannya pun ada yang masih minim tanpa pembatas, rambu, dan penerangan.

Ada yang berbentuk jembatan sementara dan ada yang jalan alternatif dengan tanjakan dan turunan curam.


Lalu, berapa sebenarnya kecepatan yang disarankan saat melintasi jalur fungsional ini?

"Kami sarankan kalau bisa kecepatan 40 kilometer per jam," kata Royke, Sabtu siang.

Royke menjelaskan di beberapa titik krusial seperti jembatan Kalikuto yang jadi bagian tol fungsional Batang-Semarang, hanya dilewati kendaraan jika macet di arteri tak tertahankan.

"Lihat situasi. Kalau arteri lancar, malam (tol) tidak usah difungsikan," kata dia.

Secara keseluruhan, Royke menyebut tiga tol fungsional sebenarnya sudah rampung 95 persen.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X