Hutan yang Terbakar di Merapi Bukan Disebabkan Awan Panas

Kompas.com - 01/06/2018, 15:46 WIB
Gunung Merapi mengeluarkan material vulkanis saat terjadi letusan terlihat dari Cepogo, Boyolali, Jawa Tengah, Jumat (1/6/2018). Gunung Merapi kembali mengalami letusan freatik pada pukul 08:20 WIB selama durasi dua menit dengan kolom letusan 6.000 meter yang teramati dari pos pemantauan Jrakah. Status Gunung Merapi masih tetap pada level II atau waspada. ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha/kye/18. ANTARA FOTO/MOHAMMAD AYUDHAGunung Merapi mengeluarkan material vulkanis saat terjadi letusan terlihat dari Cepogo, Boyolali, Jawa Tengah, Jumat (1/6/2018). Gunung Merapi kembali mengalami letusan freatik pada pukul 08:20 WIB selama durasi dua menit dengan kolom letusan 6.000 meter yang teramati dari pos pemantauan Jrakah. Status Gunung Merapi masih tetap pada level II atau waspada. ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha/kye/18.

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Erupsi Merapi yang terjadi pada (1/6/2018) pagi menyebabkan beberapa titik hutan di sektor barat laut gunung itu terbakar.

Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknik Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyatakan, kebakaran hutan itu bukan disebabkan awan panas.

Baca juga: Sebelum Merapi Meletus, Terjadi 5 Kali Gempa Tektonik Dalam

“Kejadian hutan terbakar di sektor barat laut Merapi pagi ini bukan diakibatkan awan panas, melainkan material jatuhan (balistik) yang masih panas. Masyarakat agar tetap tenang sejauh ini Merapi tidak mengeluarkan awan panas. #statuswaspada,” demikian akun Twitter @BPPTKG.

Hal senada diinformasikan Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB), Sutopo Purwo Nugroho melalui cuitan di akun resminya.

“Letusan Gunung Merapi pagi ini didominasi letusan proses magmatik. Di dusun Stabelan, Desa Tlogolele, Kec Selo, Boyolali ditemukan tiga titik hutan terbakar saat terjadi letusan,” tulisnya.

Baca juga: Asap Putih Terpantau di Area Vegetasi Pasca-letusan Gunung Merapi

Sutopo menambahkan, proses ekstrusi atau proses keluarnya magma sampai ke permukaan membutuhkan waktu. Saat ini posisi magma masih berada di bawah tiga kilometer.

Merapi masih ada di status waspada level II, masyarakat diminta untuk tetap tenang dan mengikuti instruksi untuk tidak mendekat radius yang ditetapkan.

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jembatan Senilai Rp 1,2 Miliar yang Dibangun 2019 Ambrol, Ini Penjelasan DPU-PR Boyolali

Jembatan Senilai Rp 1,2 Miliar yang Dibangun 2019 Ambrol, Ini Penjelasan DPU-PR Boyolali

Regional
Pesawat Trigana Air Tergelincir di Bandara Sentani Jayapura, Papua

Pesawat Trigana Air Tergelincir di Bandara Sentani Jayapura, Papua

Regional
Warga Rusia Hilang di Perairan Nusa Penida Bali Saat Spearfishing

Warga Rusia Hilang di Perairan Nusa Penida Bali Saat Spearfishing

Regional
Bobok Bumbung, Cara Warga Desa di Cilacap Menabung untuk Bayar PBB

Bobok Bumbung, Cara Warga Desa di Cilacap Menabung untuk Bayar PBB

Regional
Demam Berdarah di NTT Sebabkan 21 Orang Meninggal

Demam Berdarah di NTT Sebabkan 21 Orang Meninggal

Regional
Terendam Banjir, PLN UID Jabar Putus Sementara Aliran Listrik di 712 Gardu

Terendam Banjir, PLN UID Jabar Putus Sementara Aliran Listrik di 712 Gardu

Regional
Penderita DBD di Sikka Bertambah Jadi 868 Orang, 7 Meninggal Dunia

Penderita DBD di Sikka Bertambah Jadi 868 Orang, 7 Meninggal Dunia

Regional
Fakta Baru Tragedi Susur Sungai Sempor di Sleman, 3 Tersangka Ditahan hingga Tanggapan Sri Sultan

Fakta Baru Tragedi Susur Sungai Sempor di Sleman, 3 Tersangka Ditahan hingga Tanggapan Sri Sultan

Regional
Limbah Minyak Hitam Kembali Cemari Pesisir Pantai Bintan

Limbah Minyak Hitam Kembali Cemari Pesisir Pantai Bintan

Regional
Baru Dibuka 2 Bulan, Jembatan Senilai Rp 1,2 Miliar Ambruk

Baru Dibuka 2 Bulan, Jembatan Senilai Rp 1,2 Miliar Ambruk

Regional
Gempa Bermagnitudo 5,1 Guncang Mentawai, Warga Berhamburan Keluar Rumah

Gempa Bermagnitudo 5,1 Guncang Mentawai, Warga Berhamburan Keluar Rumah

Regional
Video Viral Detik-detik Plafon Maliboro Mall di Yogyakarta Ambrol

Video Viral Detik-detik Plafon Maliboro Mall di Yogyakarta Ambrol

Regional
2 Tersangka Baru Susur Sungai yang Tewaskan 10 Siswa SMPN 1 Turi Langsung Ditahan

2 Tersangka Baru Susur Sungai yang Tewaskan 10 Siswa SMPN 1 Turi Langsung Ditahan

Regional
Balas Dendam, Alasan 4 Pria Ngaku Polisi Pukuli dan Masukkan Pelajar SMK Gowa ke Bagasi Mobil

Balas Dendam, Alasan 4 Pria Ngaku Polisi Pukuli dan Masukkan Pelajar SMK Gowa ke Bagasi Mobil

Regional
Pukuli dan Masukkan Pelajar SMK ke Bagasi Mobil, 4 Pria Ngaku Polisi Ternyata Salah Sasaran

Pukuli dan Masukkan Pelajar SMK ke Bagasi Mobil, 4 Pria Ngaku Polisi Ternyata Salah Sasaran

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X