Sebelum Merapi Meletus, Terjadi 5 Kali Gempa Tektonik Dalam

Kompas.com - 01/06/2018, 14:33 WIB
Gunung Merapi mengeluarkan material vulkanis saat terjadi letusan terlihat dari Cepogo, Boyolali, Jawa Tengah, Jumat (1/6/2018). Gunung Merapi kembali mengalami letusan freatik pada pukul 08:20 WIB selama durasi dua menit dengan kolom letusan 6.000 meter yang teramati dari pos pemantauan Jrakah. Status Gunung Merapi masih tetap pada level II atau waspada. ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha/kye/18. ANTARA FOTO/MOHAMMAD AYUDHAGunung Merapi mengeluarkan material vulkanis saat terjadi letusan terlihat dari Cepogo, Boyolali, Jawa Tengah, Jumat (1/6/2018). Gunung Merapi kembali mengalami letusan freatik pada pukul 08:20 WIB selama durasi dua menit dengan kolom letusan 6.000 meter yang teramati dari pos pemantauan Jrakah. Status Gunung Merapi masih tetap pada level II atau waspada. ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha/kye/18.

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Seksi Gunung Merapi BPPTKG Yogyakarta, Agus Budi Santoso menjelaskan, letusan Gunung Merapi pada Jumat (1/5/2018) berbeda dengan sebelumnya.

Satu hari sebelum terjadi letusan terlihat adanya kegempaan volkano tektonik (VT) dalam yang terpantau sejak Kamis (31/5/2018).

"Letusan hari ini tidak seperti letusan-letusan sebelumnya. Letusan sebelumnya tidak ada tanda-tanda sama sekali," ujar Agus dalam jumpa pers, Jumat (1/6/2018).

"Kalau yang tanggal 11 Mei itu 20 menit sebelum letusan ada kenaikan suhu, ya sangat pendek. Kalau yang ini (letusan 1 Juni 2018) berbeda karena ada kegempaan VT dalam sebanyak 5 kali pada kemarin," urainya.

Melihat adanya kegempaan VT dalam, lanjutnya, maka letusan gunung Merapi pada 1 Juni 2018 diduga didominasi oleh proses magmatik.

Baca juga: Asap Putih Terpantau di Area Vegetasi Pasca-letusan Gunung Merapi

Menurutnya, yang disebut gempa VT dalam adalah ketika kedalamannya lebih dari 1,5 kilometer. Sedangkan kegempaan yang terpantau pada 31 Mei 2018 kemarin adalah lebih dari 3 kilometer.

"Kegempaan VT dalam ini biasanya terkait dengan aktivitas magma. Jadi kontribusi dari proses magmatis lebih dominan dari pada letusan-letusan sebelumnya," ungkapnya.

Seperti diberitakan sebelumnya Gunung Merapi kembali meletus pada Jumat (1/6/2018) pukul 08.20 WIB dengan durasi 2 menit, tinggi kolom 6.000 meter dari puncak Gunung Merapi dan amplitudo maksimum 77 mm.

Baca juga: Merapi Kembali Meletus dengan Tinggi Kolom 6.000 Meter

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kasus Pembunuhan 'Debt Collector': Kepala Korban Ditemukan Terpisah dari Tubuhnya

Kasus Pembunuhan "Debt Collector": Kepala Korban Ditemukan Terpisah dari Tubuhnya

Regional
4 Fakta Suami Bakar Istri di Surabaya, Terlibat Cekcok hingga Kabur Bawa Motor Pemilik Kos

4 Fakta Suami Bakar Istri di Surabaya, Terlibat Cekcok hingga Kabur Bawa Motor Pemilik Kos

Regional
Terduga Teroris AK dari Sukoharjo Dikenal Jarang Bergaul dan Tertutup

Terduga Teroris AK dari Sukoharjo Dikenal Jarang Bergaul dan Tertutup

Regional
Lurah Way Halim: Nenek Nurhasanah Tidak Terlibat Terorisme

Lurah Way Halim: Nenek Nurhasanah Tidak Terlibat Terorisme

Regional
Menyoal Gibran Maju Pilkada Solo, Bukan Pilihan PDI-P Solo hingga Anjuran Ganjar

Menyoal Gibran Maju Pilkada Solo, Bukan Pilihan PDI-P Solo hingga Anjuran Ganjar

Regional
Nekat Keluyuran Saat Jam Kerja, 14 ASN Kena Razia

Nekat Keluyuran Saat Jam Kerja, 14 ASN Kena Razia

Regional
Susahnya Hidup Nenek Paulina: Tinggal Sendiri di Gubuk Reyot, Jual Kelapa untuk Beli Beras

Susahnya Hidup Nenek Paulina: Tinggal Sendiri di Gubuk Reyot, Jual Kelapa untuk Beli Beras

Regional
Fakta Baru Remaja Dicabuli Ayah Tirinya, Ditetapkan Tersangka hingga Polisi Dalami Keterlibatan Ibu Kandungnya

Fakta Baru Remaja Dicabuli Ayah Tirinya, Ditetapkan Tersangka hingga Polisi Dalami Keterlibatan Ibu Kandungnya

Regional
Cuaca Buruk, 'Water Bombing' Kebakaran Hutan Gunung Arjuno-Welirang Batal

Cuaca Buruk, "Water Bombing" Kebakaran Hutan Gunung Arjuno-Welirang Batal

Regional
Upaya Penyelundupan 16.000 Ekor Bibit Lobster Digagalkan, 1 Pelaku Buron

Upaya Penyelundupan 16.000 Ekor Bibit Lobster Digagalkan, 1 Pelaku Buron

Regional
[POPULER NUSANTARA] Cerita Nasir Bongkar Makam Ibunya | Gibran Dikabarkan Siap Maju Pilkada Solo

[POPULER NUSANTARA] Cerita Nasir Bongkar Makam Ibunya | Gibran Dikabarkan Siap Maju Pilkada Solo

Regional
Duduk Perkara Balita 3 Tahun Tewas Ditangan Pacar Ibunya, Disebut Jatuh di Kamar Mandi

Duduk Perkara Balita 3 Tahun Tewas Ditangan Pacar Ibunya, Disebut Jatuh di Kamar Mandi

Regional
Tipu Calon Polisi hingga Ratusan Juta Rupiah, Pria Ini Ditangkap Polisi

Tipu Calon Polisi hingga Ratusan Juta Rupiah, Pria Ini Ditangkap Polisi

Regional
Pengungsi Korban Gempa: Anggota DPRD Hanya Datang Saat Pileg, Waktu Kami Susah Mereka Hilang

Pengungsi Korban Gempa: Anggota DPRD Hanya Datang Saat Pileg, Waktu Kami Susah Mereka Hilang

Regional
Kencan Berujung Pembunuhan, Kenal di Facebook hingga Tewas Tanpa Busana di Hotel Omega

Kencan Berujung Pembunuhan, Kenal di Facebook hingga Tewas Tanpa Busana di Hotel Omega

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X